Menu Close

Kepala LAN : Sebagai Guru Bangsa, Widyaiswara Menjadi Garda Terdepan Penyiapan ASN Unggul di Era Digital Learning

Jakarta – Perkembangan teknologi informasi yang dibarengi oleh Revolusi Industri 4.0 menghadapkan kita pada era VUCA ( Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity ) diitandai juga dengan transformasi besar-besaran dan penemuan inovasi baru. Hal ini tentu mengharuskan birokrasi meninggalkan cara-cara lama dalam bekerja ( business as ussual ) demi mencapai efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara “Puncak Hari Widyaiswara Nasional dan Peringatan HUT Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) ke-1”, bertempat di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jakarta, Selasa (21/9).

Menyikapi tantangan tersebut, pengembangan kompetensi ASN tidak cukup dengan perubahan tata kelola dan desain pembelajaran saja, tetapi juga perubahan aktor-aktor pelaksana pengembangan kompetensi, termasuk Widyaiswara. “Widyaiswara sebagai guru bangsa dan garda terdepan pengembangan kompetensi ASN dituntut selalu mengembangkan kompetensinya di berbagai bidang mengikuti dinamika perubahan teknologi informasi yang terus berkembang. Untuk itu, metode pembelajaran yang komunikatif serta pemanfaatan teknologi informasi mutlak dikuasai oleh setiap Widyaiswara” tutur Kepala LAN.

Adi Suryanto menambahkan, LAN sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Widyaiswara melakukan berbagai inisiasi dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan widyaiswara. Salah satunya melalui kegiatan CoP ( Community of Practice ) sebagai forum pembelajaran bersama dalam rangka pengembangan kapasitas Widyaiswara sebagaimana diatur berdasarkan Peraturan LAN Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komunitas Belajar bagi Jabatan Fungsional Widyaiswara.

Tak cukup sampai disitu, Adi Suryanto menyampaikan bahwa LAN juga telah me- launching Rumah Cerdas Widyaiswara (RCWI) sebagai platform pembelajaran bagi widyaiswara. Selain itu, LAN juga memantapkan perannya dengan mendesain ulang kebijakan uji kompetensi Jabatan Fungsional Widyaiswara. Saat ini, Widyaiswara yang akan naik jenjang tidak perlu dilakukan pelatihan penjenjangan, cukup melakukan uji kompetensi. “Dengan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan LAN, diharapkan widyaiswara dapat terus berkiprah dalam membangun Smart ASN dan ASN yang Ber-AKHLAK dalam rangka mewujudkan world class bureaucracy” harap Kepala LAN.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Drs. Dwi Wahyu Atmaji, MPA mengungkapkan, Widyaiswara memiliki peran penting dalam membentuk ASN memasuki zona pembelajar ( learning zone ). Untuk itu, Widyaiswara perlu terus melakukan upgrade wawasan dan pengetahuannya, melakukan terobosan baru dengan metode pembelajaran secara digital. “Saat ini, kita tengah juga telah memasuki learning 4.0 dimana dalam prosesnya diperlukan kolaborasi setiap individu dalam merancang sebuah perubahan serta flexible learning, yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja” ungkapnya.

Dwi Wahyu Atmaji juga mengapresiasi peran LAN sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Widyaiswara serta APWI sebagai organisasi profesi Widyaiswara yang terus berkolaborasi menciptakan inovasi-inovasi baru dalam bidang pengembangan kompetensi ASN. “Saya berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilakukan, sehingga Widyaiswara mampu mempersiapkan ASN memasuki era digital, tutupnya.

Dalam kesempatan itu, beberapa menteri dan pejabat negara ikut menyampaikan ucapan selamat secara virtual kepada APWI yang genap berusia 1 (satu) tahun, antara lain, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono serta beberapa pejabat negara lainnya.

Acara ini dilaksanakan secara klasikal dan virtual (blended) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. (humas)

Scroll Up