Menu Close

Kepala LAN Tekankan Pentingnya Core Value ASN “berAKHLAK” bagi Pejabat Publik

Jakarta – Setelah Presiden Joko Widodo meluncurkan core value “Berakhlak” beberapa waktu lalu, maka sebagai pejabat pimpinan tinggi harus mampu menjadi role model dalam penerapannya di instansi masing-masing dengan menunjukkan kerja dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si ketika memberikan sambutan pada upacara pelepasan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I angkatan XLVIII tahun 2021 yang digelar secara blended, Jumat (31/7).

Core value ‘Berakhlak’ yang dimaksud merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif” ungkapnya

Adi Suryanto menambahkan, core value ini merupakan nilai-nilai dasar yang mesti dimiliki setiap ASN. Jika dapat diaplikasikan dengan baik, maka tidak ada lagi ego sektoral dan silo mentality, setiap instansi dapat saling berkolaborasi dalam menciptakan harmonisasi pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.

Layaknya kita mandi dengan mengguyur air di seluruh badan di mulai dari kepala, maka saya menegaskan core value ini harus mulai diaplikasikan dari pimpinan tertinggi dalam instansi, maka selepas berakhirnya pelatihan ini saya berharap dapat langsung diterapkan oleh bapak ibu sekalian, tegasnya.

Kepala LAN juga berharap dengan adanya core value ini, setiap ASN mempunyai orientasi yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Jiwa melayani serta membantu masyarakat wajib tertanam kuat dalam diri setiap ASN.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa core value Berakhlak bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar ASN yang masih berbeda-beda di setiap instansi, maka saya tegaskan “berakhlak” menjadi satu-satunya core value ASN yang meliputi seluruh nusantara baik di instansi pusat maupun di daerah.

Menteri PANRB juga menyinggung terkait tantangan-tantangan ASN ke depan yang meliputi tantangan peredaran narkotika, korupsi, penyimpangan perencanaan anggaran,radikalisme dan terorisme, serta bencana alam termasuk pandemi yang kita alami saat ini.

“Namun saya menegaskan, kondisi demikian jangan membuat kita kendor, namun sebaliknya terus berkinerja lebih baik lagi, jadikan kondisi ini untuk melakukan lompatan besar dan bertransformasi ke arah yang lebih baik, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kemampuan dan kompetensi sdm aparatur serta melakukan percepatan-percepatan dalam pelayanan masyarakat, hal ini menjadi kunci penting untuk kita mampu menghadapi tantangan tersebut,” terangnya.

“Hal yang tak kalah penting adalah kolaborasi lintas organisasi untuk memecahkan permasalahan bangsa, melalui dynamic government kita tidak lagi terkotak-kotak dalam satu instansi semata namun sebaliknya kita dapat saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan nasional dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2045 mendatang,” tutupnya.

Acara pelepasan ini dilaksanakan secara blended yaitu dengan menghadirkan 10 peserta dengan predikat sangat memuaskan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sedangkan peserta lainnya menyaksikan melalui virtual. Adapun 10 peserta tersebut antara lain:

1. Drs Aris Windiyanto, M.Si (Badan Kepegawaian Nasional)

2. Drs Tavip Agus Rayanto, M.Si (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)
3. Dr. Farid Amansyah, SP.PD (POLRI)

4. Dr. H. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum (Kejaksaan RI)

5. Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag (Kementerian Agama)

6. Dr. Ir. Djoko Hartoyo, M.Mar.Sc. (Kemenko Maritim dan investasi)

7. Rosa Vivien Ratnawati, SH, M.SD (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

8. Nanik Murwati, S.E., M.A (Kementerian PAN dan RB)

9. Guntur Iman Nefianto, S.E., S.H., M.H. (Kementerian Sekretariat Negara)

10. Dr. Muhammad Aswad, M.Si.(Lembaga Administrasi Negara)

Scroll Up