Menu Close

Pentingnya Content Media Analysis Dalam Penentuan Agenda Setting Kebijakan Publik, LAN Kembali Selenggarakan VPL seri 4

Jakarta – Perumusan kebijakan publik diawali dengan sebuah isu permasalahan yang menjadi fokus pemerintah dan agenda setting untuk segera diselesaikan dengan sebuah kebijakan. Namun banyaknya informasi yang disuguhkan dalam berbagai kanal membutuhkan sebuah tools dalam memilah dan memilih data tersebut sehingga dapat digunakan dalam proses analisis kebijakan. Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Analis Kebijakan, Yogi Suwarsono, Ph.D pada Virtual Public Lecture seri keempat yang mengangkat tema “Media Content Analysis untuk Agenda Setting” yang diselenggarakan, Kamis (30/6).

Ia menambahkan, memasuki era disrupsi kita dihadapkan pada zaman yang terus bergerak maka dibutuhkan organisasi yang adaptif dan agile untuk merespon dinamika faktor eksternal tersebut, salah satu tools yang dapat digunakan dalam memetakan informasi dari berbagai sumber tersebut adalah melalui media content analysis.

“Content media analysis ini dapat membantu memahami tren isu yang sedang berkembang sehingga menjadi sebuah agenda setting, sedangkan agenda setting sendiri merupakan fase awal dari serangkaian proses perumusan kebijakan, hal ini dilakukan untuk merencanakan dan menentukan prioritas agenda kebijakan. Tujuannya agar kebijakan yang ditetapkan sesuai dengan kepentingan public dan prioritas pemecahan permasalah tersebut”, tambahnya

Yogi menuturkan, ketika bicara tentang kebijakan, maka hal pertama yang dilakukan adalah mempertanyakan “mengapa” (why) kebijakan itu dibutuhkan. Bukan pada kebijakan “apa” (what) dan “bagaimana” (how) kebijakan harus dilakukan dan disusun saat ini. Saat sebuah kebijakan sulit untuk dievaluasi, Yogi memastikan bahwa kebijakan tersebut lemah dari sistem agenda setting. “Ketika kita hanya bicara pada what, maka kebijakan itu nanti tidak akan bisa dievaluasi kemanfaatannya”, jelasnya.

Maka langkah awal dalam menentukan agenda setting tersebut diperlukan sebuah analisis media yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, agar kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah bermanfaat bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Hermin Indah Wahyuni menjelaskan langkah-langkah praktis dalam mengelola informasi melalui content media analysis, yang tentu saja hal ini penting bagi seorang analis kebijakan dalam rangka meramu berbagai informasi dalam sebuah data yang valid dan dapat menjadi sumber rujukan dalam menentukan agenda setting.

Acara yang dimoderatori oleh Wakil Direktur II Bidang Umum Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Neneng Sri Rahayu, M.Si ini merupakan kerjasama antara Lembaga Administrasi Negara dengan Tanoto Foundation dan rencananya akan dilaksanakan hingga akhir Desember 2022. Dalam Virtual Public Lecture ini menghadirkan berbagai pakar dan akademisi sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi pejabat fungsional analis kebijakan yang tersebar di seluruh Indonesia. (humas)

Scroll Up