Menu Close

Kompetensi Kepemimpinan Diuji Hadapi Era Disrupsi

Jakarta – Birokrasi saat ini tengah menghadapi fenomena disruption (disrupsi), situasi dimana pergerakan dunia dan persaingan tidak lagi linear, perubahan sangat cepat dirasakan sehingga secara fundamental tatanan lama tak mampu lagi membendung perubahan tersebut. Menghadapi kondisi demikian dibutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi, esensinya pemimpin harus mampu mempertahankan energinya walau ditengah tekanan dan masa sulit, bahkan mampu mengelola perubahan tersebut menjadi sebuah peluang untuk berkinerja lebih baik lagi. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Penyelenggaraan dan Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara, Dr. Basseng, M.Ed dalam Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan X Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (15/10)

“Tidak dapat diragukan lagi dalam kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity) saat ini, pemimpin birokrasi harus mampu beradaptasi dan “survive” untuk terus memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Basseng menambahkan, salah satu kondisi VUCA saat ini adalah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, berbagai sektor mengalami dampak yang sangat hebat, kompetensi kepemimpinan tersebut dibutuhkan dalam melakukan inovasi dan terobosan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, dan ditengah pembatasan-pembatasan kinerja organisasi tetap meningkat.

“LAN sebagai “leading sector” dalam upaya pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus melakukan inovasi-inovasi baru dibidang pendidikan dan pelatihan SDM aparatur, terutama dalam membekali calon-calon pemimpin birokrasi untuk melakukan perubahan-perubahan yang signifikan di dalam organisasinya” paparnya.

Ditengah Pandemi Covid-19 saat ini contohnya, Basseng menambahkan, LAN tetap menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan secara daring, namun hal tersebut tidak mengurangi kualitas pembelajaran. Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap Peserta PKN Tingkat II Angkatan X yang telah ditempa dengan situasi yang penuh dengan turbulensi, namun tetap berkomitmen untuk belajar dan berkinerja, sehingga dapat melewatinya dengan baik sampai pada akhir pelatihan.

“Pengalaman yang berharga dalam Learning Community selama pelatihan berlangsung, diharapkan dapat membekali peserta untuk membuat organisasinya  lebih agile, cepat, tangguh dan adaptif, sehingga dapat memecahkan berbagai permasalahan bangsa,” tutup Basseng.

Dalam kesempatan tersebut, dibacakan dan diberikan penghargaan bagi 5 peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan X Tahun 2020 yaitu :

  1. Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ., P.hD (Kementerian PPN/Bappenas)
  2. Dr. Ir. Udrekh, SE., M.Sc. (BNPB)
  3. Novia Widyaningtyas, S.Hut., M.Sc (KemenHut & LH)
  4. Dr. Yenny Meliana (LIPI)
  5. Drs. M. Suhendri, Apt. M.Farm (BPOM)
Scroll Up