Menu Close

Kepala Puslatbang KDOD LAN Resmi Lepas Latsar CPNS Angkatan Terakhir di Puslatbang KDOD LAN Tahun Ini

SAMARINDA – Tantangan ASN ke depan akan semakin kompleks dan berat. Tuntutan untuk mewujudkan world class government berada di pundak para ASN. Menurut prediksi World Economic Forum (WEF), di tahun 2025 nanti manusia dan mesin diperkirakan akan bekerja dengan cara berdampingan untuk dapat menyelesaikan sekitar 90 juta peluang pekerjaan baru. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puslatbang KDOD LAN Dr. Muhammad Aswad, M.Si dalam Upacara Pelepasan Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XXX Tahun 2022, di Ruang Auditorium Puslatbang KDOD LAN, Rabu (30/11). Latsar tersebut merupak angkatan dan pelatihan terakhir yang digelar oleh Puslatbang KDOD LAN di tahun 2022 ini. Menurut Aswad, prediksi dari WEF tersebut menjadi tanggung jawab bagi seluruh peserta, terkait dengan bagaimana mereka dapat melahirkan generasi-generasi muda yang berfikir visioner atau jauh ke depan, sehingga dapat memiliki persiapan untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit.

“Dari apa yang telah diprediksi dari WEF itu, ke depan yang dibutuhkan adalah ASN yang multitasking, kompeten dalam banyak bidang, sehingga mampu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bervariasi” ujar Aswad. “Kalau selama ini ASN hanya fokus pada job descriptionnya saja, maka ke depan yang dibutuhkan adalah kemampuan yang lebih baik untuk mengerjakan banyak hal. Ada 10 skill dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025, yang dirilis oleh WEF dalam situs resminya, skill yang paling utama adalah kemampuan untuk belajar. Jadi, ke depannya bukanlah si kuat mengalahkan yang lemah, si cepat mengalahkan yang lambat, tetapi yang mau dan mampu untuk belajar akan mengalahkan yang tidak mau dan tidak mampu untuk belajar” jelas Aswad lagi. Aswad juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah juga telah melakukan penyederhanaan birokrasi dan menghilangkan banyak jabatan struktural. LAN sendiri di tahun 2023 akan membangun Squad Team, dengan konsekuensi kalau kita hanya memiliki satu skill, maka kita akan tertinggal.

Lebih lanjut dijelaskan Aswad, bahwa seluruh peserta tidak memiliki pilihan lain selain bersaing dengan baik dengan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik, sehingga dapat bertahan dalam situasi tersebut. “Kalau selama ini knowledge worker yang menjadi rujukan, maka sekarang learner worker-lah yang menjadi rujukan. Saya titipkan tanggung jawab ini di pundak anda. Jangan hentikan kompetensi dan prestasi anda hanya sampai disini. Jadi jika anda tidak bersungguh-sungguh, maka jangan berharap bangsa ini maju” tutur Aswad.

Pelatihan yang meluluskan 42 orang peserta dengan komposisi 34 orang dengan Kualifikasi Sangat Memuaskan, dan 8 orang dengan Kualifikasi Memuaskan ini, menghasilkan tiga orang peserta terbaik dengan nilai tertinggi. Peringkat I diraih oleh Rizki Fitria, S.Pd., M.Si dari Universitas Lambung Mangkurat, Peringkat II diraih oleh Michael Silvester Mitchel Vinco, S.Pd., M.Pd dari Universitas Mulawarman, dan Peringkat III diraih oleh apt. Wahyu Wdayat, S.Farm., M.Si dari Universitas Mulawarman. “Hari ini anda dilepas, tapi bagi kami anda adalah ambassador-ambassador Puslatbang KDOD LAN yang siap mengharumkan nama kampus ini di luar sana. Selamat untuk seluruh peserta, dan tetaplah jaga silaturahmi dan hubungan baik anda dengan kami” tutup Aswad di akhir sambutannya. (ler/ler)

Scroll Up Skip to content