Menu Close

Kembangkan Model Pelatihan Kepemimpinan Milenial, LAN Gandeng GNIK Launching “ASN Talent Academy”

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus bertekad untuk terus mengakselerasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui berbagai langkah strategis yang terus dikembangkan, hal ini merupakan upaya untuk menghadapi era disrupsi dan perkembangan teknologi digital yang kian masif yang tidak hanya berdampak pada sektor publik melainkan juga sektor private. Demikian diungkapkan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam Kegiatan MoU Signing, Kick off dan Webinar ASN Talent Academy Membangun Kepemimpinan Milenial,yang diselenggarakan secara blended, di Auditorium Prof. Agus Dwiyanto, MPA, LAN Veteran, Kamis (4/8).

“Tantangan untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas menjadi tolok ukur keberhasilan negara, hal ini juga ditambah dengan tuntutan masyarakat sebagai customer yang semakin kompleks yang membutuhkan pelayanan publik yang mudah, cepat, sederhana dan berbiaya murah,” tuturnya

Adi Suryanto menambahkan, berdasarkan laporan BKN, birokrasi kita juga menghadapi fase penuaan (aging bureaucracy) dengan postur birokrasi kita saat ini terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun, dan sisanya sekitar 40 persen ditempati oleh kalangan milenial, perbedaan kelompok usia ini menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh birokrasi untuk menyiapkan generasi mendatang khususnya kalangan milenial agar dapat menjalankan tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya.

“Berbagai tantangan tersebut perlu diimbangi dengan perubahan cara kerja dan cara pengembangan kompetensi, oleh karena itu ASN Talent Academy yang merupakan platform virtual learning ini dapat menjembatani metode belajar yang lebih agile, serta memberikan kesempatan bagi seluruh ASN di Indonesia untuk dapat belajar terutama dalam meningkatkan kapasitas leadership atau kepemimpinan,” ungkapnya.

Kepala LAN juga menyadari seiring dengan dihapusnya jabatan struktural Administrator dan Pengawas, maka sistem kaderisasi kepemimpinan birokrasi juga harus berubah, maka pengembangan kapasitas kepemimpinan perlu terus dikembangkan tidak hanya saat ingin menduduki jabatan pimpinan tinggi tetapi juga saat menduduki jabatan fungsional. ASN Talent Academy merupakan sebuah langkah yang diharapkan untuk mampu menciptakan SDM Unggul di dunia birokrasi. Setiap ASN bisa menentukan kebutuhan pengembangan kompetensinya yang relevan dengan pekerjaannya dan kebutuhan organisasi di masa mendatang dan memiliki kesempatan dan pilihan yang lebih luas dalam melakukan pengembangan kompetensinya.

“Kerjasama LAN dan GNIK merupakan wujud best practices dengan kolaborasi antara public sector dan private sector dalam rangka pengembangan kompetensi aparatur, maka harapannya kerjasama ini dapat segera ditindaklanjuti dengan menyediakan akses pembelajaran-pembelajaran yang adaptif dan agile” tutupnya.

Sementara itu, Chairman of Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Dr. Yunus Triyonggo, CAHRI mengapresiasi LAN yang terus melakukan Inovasi dalam menumbuhkan bentuk pembelajaran yang sesuai dengan kekinian terutama ASN di kalangan milenial, dan pada dasarnya GNIK mendukung sepenuhnya untuk membangun Indonesia Maju 2045 melalui kapasitas kompetensi Aparatur yang berkualitas.

“Tahun 2030 kita akan mendapatkan bonus demografi dimana 64 persen penduduk Indonesia memasuki usia produktif, dan akan menjadi pekerjaaan rumah kitasemua dalam rangka mengembankan kompetensi generasi penerus ini.” tambahnya.

Yunis Triyonggo menambahkan GNIK merupakan organisasi nirlaba yang menghimpun 293 chief director di seluruh indonesia untuk berkomitmen memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa.

Acara yang juga bisa disaksikan melalui kanal youtube Lembaga Administrasi Negara RI ini, dilanjutkan dengan Webinar yang mendatangkan narasumber Vice Chairman of Advisory GNIK, Herdy Rosadi Harman, dan Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA.

Scroll Up