Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Jakarta – Calon pegawai Aparatur Sipil Negara harus memiliki kecerdasan emosional untuk membantu mereka meraih kesuksesan dalam dunia kerja. Kecerdasan emosional penting karena dunia pekerjaan penuh dengan interaksi sosial.

“ASN jaman sekarang perlu dibekali dengan kecerdasan emosional karena sebagai pelayan publik mereka harus memiliki karakter yang baik. Orang yang cerdas secara intelektual di bidangnya akan mampu bekerja dengan baik. Namun jika ingin kecerdasan intelektual semata saja tidak cukup. Karena dia membutuhkan dukungan rekan kerja, bawahan maupun atasannya. Di sinilah kecerdasan emosional membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan yang lebih jauh,” kata Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat menyerahkan Surat Keputusan CPNS kepada 241 Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Lembaga Administrasi Negara,  Rabu (28/2), di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA. Penyerahan SK CPNS ini juga dilakukan di seluruh kantor perwakilan LAN di daerah melalui fasilitas teleconference.

Menurut Kepala LAN, di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, para pegawai harus mampu secara cepat menunjukkan kinerjanya. Setiap pegawai yang kompeten pasti akan mampu mengomunikasikan kemampuannya dan menunjukkan kinerjanya bagi kemajuan ogranisasi.

“Setiap pimpinan memiliki mekanisme dan penilaian terhadap para pegawai yang unggul dan memiliki kinerja, kemampuan dan dedikasi yang luar biasa bagi organisasi. Maka sudah saatnya hal itu harus ditunjukkan,” kata dia.

Kepala LAN mengatakan, menjadi pegawai aparatur sipil negara bukanlah untuk mencari kenyamanan. Aparatur sipil negara harus hadir untuk melayani masyarakat dengan baik.  

“Dari ribuan pelamar, anda yang lolos seleksi adalah orang-orang terpilih. Tunjukan kualitas dan kompetensi anda bahwa memang anda layak untuk bekerja di LAN,” kata dia.

Selain memberikan ucapan selamat kepada seluruh CPNS, Kepala LAN berharap setiap calon pegawai LAN untuk terus menjaga integritas, loyalitas dan disiplin organisasi.

“Tetap jaga integritas dan disiplin organisasi. Kembangkan rasa sensitifitas terhadap lingkungan sekitar dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal lain yang juga perlu adalah kreatif dan inovatif dalam melakukan melakukan perubahan demi kemajuan organisasi. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan kalian,” tutupnya. (choky/rima/budiprayitno)

 

 

Jakarta – Manajemen pengetahuan berupa data dukung yang akurat, relevan, terpercaya serta up to date untuk bahan pengambilan kebijakan harus dikelola dengan baik agar kebijakan yang dihasilkan berkualitas.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, di tengah luapan informasi dan era disruptive teknologi yang merubah pola hubungan dan pendekatan antara pemerintah dengan masyarakat,  pengelolaan data dan informasi di era digital memegang peran penting.

“Kita tidak bisa menghindar dari perkembangan dan tuntutan jaman. Era keterbukaan informasi ini menuntut apa yang sudah dihasilkan pemerintah disampaikan secara terbuka. Masyarakat kita sekarang ini semakin kritis dalam melakukan koreksi terhadap berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah,” jelasnya saat membuka seminar “Knowledge Management untuk Peningkatan Kualitas Kebijakan”, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Selasa (26/2).

Menyadari hal itu, Kepala LAN mengatakan, berbagai keberhasilan ataupun capaian pemerintah harus secepat mungkin disampaikan ke masyarakat. Pengelolaan informasi serta manajemen kebijakan yang profesional merupakan kunci utama membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Sejauh ini banyak hal yang sudah dihasilkan namun karena tidak dikelola dengan baik, maka yang terjadi adalah missinformasi di tingkat publik,” kata dia.

Dekan Fisipol Universitas Gajah Mada Erwan Agus Purwanto mengatakan, kualitas kebijakan pemerintah saat ini disandarkan pada para analis kebijakan. Keberadaan profesi analis kebijakan harus mampu menjadi penyuplai informasi yang akurat dan relevan guna mendukung kebijakan publik yang berkualitas.

“Dukungan itu tentu berupa data yang berasal dari kajian ilmiah untuk mendukung proses pembuatan kebijakan. Data dukung yang diberikan uga harus memiliki karakteristik yang bersifat multi informasi, lintas sektoral, dan up to date secara real time,” jelasnya.

Erwan mengatakan, selain proses pengambilan kebijakan yang memegang peran penting, diseminasi hasil kebijakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah di tengah era keterbukaan publik juga harus dilakukan. Tujuannya agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat dari sumber yang valid dan tidak keliru.

“Di tengah era keterbukaan informasi ini, perlu ada diseminasi terhadap kebijakan yang sudah dihasilkan pemerintah. Tentu dengan memperhatikan etika dan aturan yang berlaku,” kata dia. (astrid/budiprayitno)

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Es. II.b) di Lingkungan Sekretariat Jendral KPU

Download File:

 

Bogor – Upaya membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang profesional dan memiliki komitmen tinggi dalam mewujudkan pelayanan publik yang baik serta berpikir secara holistik terus dilakukan Lembaga Administrasi Negara (LAN).  Langkah konkret itu dilakukan melalui Pelatihan Dasar (Latsar) ASN yang berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Latsar ASN tahun 2018 akan difokuskan untuk melahirkan ASN yang pada akhirnya dapat mengaktualisasikan nilai-nilai ASN dalam dunia kerja nantinya. Kita menyadari masih banyak ASN yang selama ini mengedepankan ego sektoral masing-masing sehingga setiap persoalan yang muncul selalu direspon secara parsial,” jelasnya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan I sampai dengan Angkatan VII Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, di Aula Pusdiklat Kementerian ATR/BPN, Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, Selasa (27/2). Acara Pembukaan Latsar itu juga dihadiri Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan A. Djalil.

Menurut Kepala LAN, Latsar CPNS saat ini sudah didesain dengan menggunakan pendekatan aplikatif. Hal ini berbeda dibandingkan dengan sebelumnya dimana Diklat Pra Jabatan desain pembelajarannya bersifat klasikal karena hanya diisi dengan ceramah.

“Bukan hanya namanya yang berbeda dari Diklat Pra Jabatan menjadi Pelatihan Dasar (Latsar). Namun cara membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) juga berubah ke arah yang substantif agar para ASN dapat mengenali tantangan yang tengah dihadapi pemerintah dan peka terhadap isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat,” jelas dia.

Kepala LAN merinci, dalam Pelatihan Dasar (Latsar) ASN ada tiga bagian penting yang diikuti peserta, di antaranya Materi Bela Negara. Pada materi ini setiap ASN selaku entitas pelayan dan pelaksana kebijakan pemerintah harus hadir untuk melayani masyarakat dan menjadi pemersatu bangsa.

“Kita bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan & Keamanan untuk memberikan materi pembekalan yang terdiri dari Bela Negara, Anti Narkoba, Pemberantasan Korupsi, serta materi lainnya. Termasuk juga penanaman nilai-nilai dan karakter ASN yang harus dimiliki. Diharapkan, calon ASN kita mampu peka terhadap situasi kekinian baik itu secara nasional maupun global,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan hal yang sifatnya teknis sesuai dengan bidang tugas dan fungsi, Kepala LAN menjelaskan bahwa hal itu akan disesuaikan dengan bidang masing-masing Kementerian/Lembaga/Daerah sesuai dengan kepentingan masing-masing.

“Lembaga Administrasi Negara pada tahapan ini telah menyiapkan metode e-learning guna pembelajaran. Nantinya modul-modul yang terkait dengan Latsar akan diupload untuk kemudian dipelajari sendiri oleh ASN. Hasil pembelajaran mereka nantinya yang akan didiskusikan dengan mentor masing-masing untuk dibuat paper setelah melewati masa orientasi,” jelasnya.

Kepala LAN menambahkan, dengan adanya perubahan pola ini maka kesempatan yang dimiliki setiap calon ASN untuk lulus dalam pendidikan dan pelatihan ini hanya satu kali. ASN diberi waktu untuk melalui masa transisi percobaan selama satu tahun untuk kemudian di evaluasi di akhir Latsar.

“Saya juga berharap Widyaisawara yang menjadi tenaga pengajar mampu mengembangkan teknik pembelajaran yang variatif sehingga pembekalan kompetensi ASN dalam Latsar dapat lebih efektif,” kata dia.

Kecerdasan Emosional

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil berharap agar calon pegawai ASN di lingkungannya untuk mengedepankan kecerdasan emosional.

“Saya yakin anda yang diterima adalah orang yang memiliki IQ tinggi. Karena dengan sistem rekrutmen yang sekarang itu adalah orang-orang pilihan. Namun untuk dapat bekerja sama secara tim, seorang ASN dengan IQ tinggi saja tidak cukup. Mereka harus memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dengan jiwa sosial yang bagus,” kata dia.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, dengan sistem pendidikan yang mengedepankan IQ menyebabkan anak-anak pintar memiliki sifat yang jelek yaitu merasa diri paling pintar.

“Sehingga egoisnya tinggi sekali, look down terhadap orang lain, tidak bisa bekerja sama, sombong dan tidak mau dikritik,” kata dia.(fina/budiprayitno)

 

 

 

 

 

Jakarta - Pengembangan inovasi pelayanan publik perlu didukung oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki inisiasi dan kualifikasi sebagai pembawa perubahan.

“Di tengah tuntutan lingkungan strategis, seperti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, globalisasi dan peningkatan daya saing bangsa, serta harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat dan daerah yang terus berkembang, langkah – langkah inovatif perlu dilakukan,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II angkatan III di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Selasa (27/2).

Menurut Kepala LAN, pengembangan kompetensi ASN saat ini terus diarahkan untuk membentuk para pemimpin perubahan dalam rangka mendukung reformasi birokrasi

World Class Bureaucracy sudah bukan tuntutan bagi kita selaku aparatur sipil negara. Namun merupakan kewajiban agar pemerintahan kita ini mampu sejajar dengan negara – negara lain,” tegasnya.

Kepala LAN mengakui, kewajiban untuk mewujudkan World Class Bureaucracy bukan perkara mudah. Apalagi banyak permasalahan birokrasi yang belum tuntas, seperti sumber daya manusia aparatur, baik dalam hal kuantitas, kualitas, distribusi ASN, maupun dalam hal tingkat produktivitas.

Rendahnya produktivitas ASN salah satunya disebabkan oleh masih banyaknya ASN yang memiliki kualifikasi pendidikan yang rendah. Masih banyak ASN di daerah yang bahkan tidak bisa baca tulis.

 “Jika pendidikannya rendah bagaimana kita mampu bersaing dalam skala global,” tegasnya.

Kepala LAN mengungkapkan, upaya perbaikan kualitas ASN secara menyeluruh terus dilakukan pemerintah yang dimulai dari proses perekrutan.

“Saat ini perekrutan CPNS memiliki standar yang tinggi guna menyaring pegawai-pegawai yang memiliki kompetensi tinggi. Jika kita memiliki ASN yang berkualitas niscaya pelayanan publik akan semakin baik, birokrat akan berkinerja untuk menunjang target pertumbuhan ekonomi Indonesia,:” kata dia. (pracoyo/budiprayitno)

 

Jakarta – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si meresmikan Kelompok Latihan Merpati Putih khusus pegawai di lingkungan LAN, di halaman Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Jumat (23/2).

Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam sambutannya mengatakan, tujuan utama dari mempelajari latihan bela diri Merpati Putih adalah untuk menempa kepribadian para pegawai agar berwatak dan berkepribadian luhur. Ketrampilan bela diri ini merupakan salah satu ketrampilan yang harus dimiliki oleh pegawai sebagai bentuk melakukan olah kebugaran.

“Pelatihan ini bukan hanya melatih kita dari segi kebugaran dan juga kesehatan tapi juga memiliki manfaat- manfaat lain. Pelatihan ini pun untuk melatih adanya komitmen, keselarasan, dan juga kekompakan di antara pegawai,” jelasnya.

Kepala LAN mengatakan, dalam kelompok latihan ini meski cara pelatihannya sama namun hasil yang diperoleh setiap individu bisa berbeda-beda. Hal ini tergantung dari masing-masing individu itu sendiri.

“Dengan adanya kelompok latihan Merpati Putih di LAN, kita berharap Merpati Putih dapat semakin berkembang dan lebih terkenal. Kegiatan ini juga bagian dari pengembangan kapasitas kepemimpinan berdasarkan jati diri bangsa,” jelasnya.

Dalam acara peresmian Kelompok Latihan Merpati Putih LAN itu juga dilakukan demonstrasi yang dilakukan Kepala LAN dengan diikuti para peserta lainnya seperti mematahkan tumpukan besi serta batu conblok enam susun.  Bagi para pegawai yang berminat dapat mengikuti latihan rutin yang diadakan setiap selasa dan jumat sore. (astrid/fina/budiprayitno)

 

 

 

 

 

 Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Kementerian Keuangan T.A. 2018

 

Download File:

WASPADA PENIPUAN!!!

Dengan beredarnya selebaran mengenai TOT Champion Innovasi tanggal 1-3 Maret 2018 di hotel Amaris Thamrin City Jakarta yang mengatasnamakan Lembaga Administrasi Negara. Kami tegaskan bahwa, Lembaga Administrasi Negara tidak menyelenggarakan acara tersebut. LAN tidak bertanggung jawab atas segala konsekwensi yg timbul dari kegiatan tersebut.

Untuk konfirmasi dan klarifikasi silahkan menghubungi kami melalui page ini atau:

Bagian Humas dan Informasi LAN

Jl. Veteran no. 10 Jakarta Pusat.

Ph/fax : 021 - 3459738, 3455021-5 ext 186, 187, 188

SMS: 0812 8687 8281

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

facebook: Humas Lan RI

twitter: @lan_ri

Terima kasih

Jakarta – Revolusi mental merupakan sebuah gerakan untuk mengubah manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berkemampuan belajar dan memiliki daya saing tinggi. Dalam konteks Aparatur Sipil Negara, Revolusi mental mempunyai peran penting bagi ASN sebagai agen perubahan.

“Saat ini pemerintah terus fokus mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik agar tercipta birokrasi yang profesional. Training of Trainer (TOT) yang akan berlangsung hingga lima hari kedepan ini merupakan program prioritas nasional yang akan dilakukan secara bertahap sampai memenuhi target,” kata Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan pada acara Training of Trainer (TOT) Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik, di Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Senin (19/2).

Menurut Kepala LAN, banyak hal yang harus di revolusi untuk mewujudkan Indoesia yang berdaya saing tinggi. Birokrasi pemerintah selaku motor pemerintahan juga tidak boleh lagi terkotak-kotak dan mengikuti ego sektoral masing-masing.

“Sebagai agen perubahan, cara merekrut dan mendidik ASN adalah hal yang harus diperbaiki. Latsar yg dilakukan bukan lagi berfokus kepada metode ceramah( classical learning) tetapi sekarang kita bisa lakukan dengan metode action learning yaitu semacam action plan serta membuat proyek-proyek agar ada perubahan,” jelasnya.

Menurut Kepala LAN, langkah ini sudah diaplikasikan di sejumlah perusahan besar. Langkah ini juga akan diaplikasikan kepada para ASN agar mereka memiliki karakter baru dan mampu melayani publik dengan baik. (fina/astrid/budiprayitno)