Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Pengumuman Seleksi Terbuka Calon Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian PANRB Tahun 2018

Link Ke Kementerian PANRB

Download File:

 

Jakarta -  Lembaga Administrasi Negara (LAN) memperoleh penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan sebagai institusi dengan Kinerja Terbaik Pelaksanaan Anggaran  Tahun 2017 untuk Kategori Pagu Kecil (<Rp. 2,5 Triliun). Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani itu diterima langsung oleh Sekretaris Utama LAN Sri Hadiati WK pada acara Rapat Koordinasi Nasional Pelaksanaan Anggaran,  di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (21/2).

Penghargaan diberikan kepada Lembaga Administrasi Negara  karena dinilai telah memenuhi indikator utama dalam penilaian, di antaranya mampu mewujudkan pengelolaan anggaran yang baik untuk menunjang program pembangunan nasional.

Dalam kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk benar-benar menggunakan alokasi anggarannya demi kemakmuran dan kepentingan rakyat Indonesia.

“Tema kita tahun ini adalah bagaimana kita bisa mengakselerasi pertumbuhan secara lebih inklusif artinya kualitasnya menjadi lebih baik. Jadi kalau kita ingin konsisten dengan temanya maka bagaimana kita semua bekerja sama untuk membuat 2.220 triliun dan 847,4 triliun yang dikelola oleh Bapak/Ibu sekalian itu bisa menjadi instrument yang mendorong pertumbuhan yang lebih baik,” kata Menkeu di depan perwakilan Kementerian/Lembaga.

Sri Mulyani juga menyampaikan kritik kepada Kementerian/Lembaga yang dinilai belum optimal dalam mengelola anggarannya.

“Kita punya tujuan, kita punya uang, tapi kalau sampai tidak bisa mengeksekusi itu adalah kekonyolan kita sendiri. Kesalahan tidak kepada siapa-siapa tapi kita semua, anda semua sebagai penanggung jawab untuk bisa membelanjakan Rp847,4 triliun secara baik,” kata dia.

Sri Mulyani juga mengingatkan kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan perencanaan anggaran dengan baik. Menurut dia, saat ini sebanyak 52.400 revisi DIPA dengan jumlah Satker di seluruh Indonesia sekitar 26.000.

 “Ini artinya setiap satker melakukan revisi. Hal ini menjadi indikasi ketika menyusun perencanaan anggaran yang diutamakan adalah yang penting saya dapat uangnya dulu, nanti belakangan saya pikirkan uangnya untuk apa. How bad that habit is. Jelek sekali kelakuan dan kebiasan itu,” tegas Sri Mulyani sambil memberikan contoh buruknya system perencanaan anggaran di beberapa K/L.

Menurut dia, sikap mental tersebut menunjukkan para birokrat tidak menghormati kedaulatan rakyat selaku pembayar pajak.

“Itu berarti kita tidak menghormati bahwa uang itu kita kumpulkan dari rakyat untuk kembali ke rakyat dan kita sebagai birokrat memikirkan terus, terus dan terus, bagaimana sih sebetulnya tahun depan akan lebih baik supaya masyarakat merasakan dampak positif dari keuangan negara. Kalau perasaan ini tidak ada di dalam hati, pikiran bapak/Ibu sekalian, maka APBN bisa bertambah terus, namun dampaknya buat ekonomi dan masyarakat akan tetap stagnan,” tambahnya.

{tab Tab}

tetes

{/tab}

Menyikapi hal itu, Sri Mulyani ke depannya berencana untuk melakukan punishment berupa pemberian penilaian buruk dan pemotongan anggaran terhadap K/L yang tidak mampu melakukan perencanaan anggaran secara baik.

“Saya minta kepada Dirjen Anggaran dan Dirjen Perbendaharaan, mungkin selain saya memberikan tadi prestasi, tahun depan saya akan melakukan punishment saja, anggarannya akan saya potong,” tutupnya. (prayitnobudi/siaran pers kemenkeu)

Sumber Berita : http://lan.go.id/id/lan-news/lan-raih-penghargaan-kinerja-terbaik-pelaksanaan-anggaran-ta-2017

Jakarta – Upaya pemerintah untuk mewujudkan birokrasi berkelas dunia masih menghadapi persoalan. Selain masalah fragmentasi di level internal, persoalan lain yang tidak kalah penting adalah kapasitas SDM yang masih rendah dan manajemen SDM yang sering tidak match antara kebutuhan jabatan dengan kompetensi yang dimiliki Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tantangan yang kita hadapi untuk memenangkan persaingan global sangat berat. Sejauh ini kita masih dihadapkan pada persoalan politisasi birokrasi, ego sektoral, serta tata kelola dan manajemen ASN,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Diklatpim Tingkat II Angkatan I, di Graha Makarti Bhakti Nagari, PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Selasa (11/2).

Menurut Kepala LAN, fragmentasi, politisasi maupun ego sektoral yang berlangsung dilingkungan birokrasi sudah saatnya dihentikan. Sebagai penyelenggara pemerintahan, birokrasi harus bebas kepentingan dan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.

“Perspektif ego sektoral yang terjadi di lingkup birokrasi harus kita kikis habis karena hal itu akan menghambat kinerja birokrasi di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Hal yang lebih utama, lanjut Kepala LAN, adalah memperkuat pengembangan kompetensi dan kapasitas ASN. Karena fokus RPJM Ketiga difokuskan pada upaya pengembangan ASN berbasis merit sistem.

“Ke depan hal yang paling menentukan dalam karir ASN adalah pengalaman,  kompetensi dan performance tiap-tiap ASN,” kata dia.

Kepala LAN menambahkan, hal lain yang tidak kalah penting dan juga menjadi skala prioritas pemerintah saat ini adalah penataan birokrasi di Indonesia. Menurut dia, kebijakan reformasi birokrasi yang sudah dijalankan pemerintah belum menghasilkan perubahan yang signifikan.

“Program reformasi birokrasi sudah diluncurkan tetapi perubahan yang dihasilkan tidak terlihat signifikan. Maka dari itu kita harus evaluasi penyebabnya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu Kepala LAN mengatakan, Diklat Kepemimpinan yang saat ini diikuti para peserta bertujuan untuk memperkuat kompetensi para pemimpin sektor publik agar membawa perubahan yang lebih baik bagi birokrasi. (choky/fina/budiprayitno)

Sumber Berita : http://lan.go.id/id/lan-news/perlu-upaya-sinergis-perbaiki-tata-kelola-dan-manajemen-asn

“Ada yang nangis saat ditugaskan ikut Pelatihan Revolusi Mental di PKP2A III LAN, karena kami mengira yang ikut Diklat ini adalah para biang kerok saja. Apa mental kami mengalami gangguan? Kalau memang iya, tolong kami di-Diklatkan lagi lebih lama,” ujar Asmawati, salah satu peserta setelah mengikuti Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI, saat menyampaikan kesan-kesan selama mengikuti Pelatihan, Jumat (23/2).
Pelatihan Revolusi Mental nyatanya membuka mata para tenaga medis tersebut. “Apalagi gambaran Puskesmas saat ini seperti ruang pojok poliklinik. Terletak di pojok ruangan, bocor dan susah diakses. Makanya kami sangat terhormat bisa mengikuti pelatihan ini,” lanjut Asmawati.

Kesan peserta pasca-pelatihan tersebut membuat haru Kepala PKP2A III LAN saat memberi sambutan pada Pelepasan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI. “Saya terharu ada ditinggalkan peserta seperti ini. Apalagi ada semangat dan upaya untuk melakukan perubahan sekecil apapun di instansi masing-masing”, kata Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto.
Namun Mariman menegaskan agar para peserta terus melanjutnya Rancangan Revolusi Cara Kerja selama satu bulan, dan segera dilaporkan kepada Coach masing-masing. “Kami tunggu aktualisasi yang telah disetujui PimpinanPuskesmas. Laporan dengan media audio visual dan diunggah melalui media sosial, sehingga tidak monoton”, kata Mariman.

PKP2A III LAN menyelenggarakan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VI selama lima hari, mulai tanggal 19-23 Februari 2018. Pelatihan tersebut diikuti oleh 25 orang tenaga medis yang berasa dari sejumlah Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Kabid Diklat Aparatur saat memberikan laporan kegiatan, menyatakan bahwa seluruh peserta dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan.

PELATIHAN AGEN PERUBAHAN REFORMASI BIROKRASI, Pelatihan kerjasama PKP2A III LAN dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Pelatihan yang mengacu pada PERMENPAN&RB No.27 Tahun 2014 tentang PEDOMAN PEMBANGUNAN AGEN PERUBAHAN DI INSTANSI PEMERINTAH. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 19-21 Februari 2018, yg di ikuti oleh 28 peserta pilihan dengan ditetapkan langsung dengan SK Walikota Balikpapan. Nantinya peserta akan dibimbing dalam perubahan mind set sebagai agen perubahan dari 8 area perubahan yg ditetapkan oleh PAN&RB, dan membuat action plan yang diberi jangka waktu untuk membuktikan rencana tindak. Rencana Tindak tersebut nantinya akan terus dipantau dan dievaluasi oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kota Balikpapan dan PKP2A III LAN. Tujuan utamanya adalah mempercepat perubahan mind set dan culture set di instansi peserta.

PKP2A III LAN kembali menggelar Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 20-23 Februari 2018. Sebanyak 24 orang peserta mengikuti pelatihan ini. Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan ini diikuti oleh tenaga medis yang mewakili berbagai Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas ASN di Samarinda dalam hal pelayanan publik.

“Revolusi mental untuk pelayanan publik itu mengubah cara pandang dunia pelayanan publik, bagaimana cara melayani masyarakat, bukan sekedar pelatihan biasa,” ujar Kepala PKP2A III LAN saat resmi membuka Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayana Publik Angkatan VI, pada Selasa (20/2).

Ada empat karakteristik pelayanan publik menurut Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto, yaitu siapa yang memberikan ppelayanan, bagaimana cara melayani, berapa lama waktu pelayanan dan berapa tarif pelayanan tersebut. Sebagai pelayan publik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, harus memiliki karakter melayani 3 S, yaitu senyum, sapa dn salam. “Dengan 3 S itu, rasanya pasien yang merobat akan langsung sembuh karena pelayanan yang ramah”, kata Mariman.

Selain siapa yang melakukan pelayanan, bagaimana cara melayani pun menjadi kunci pelayanan. “Sistem pelayanannya bagaimana? Ini yang sering menjadi pesoalan. Ada pasien yang hanya mau dilayani oleh dokter tertentu. Ada pula tenaga medis yang melakukan pengobatan cukup lama karena kenal”, ujar Mariman.

Waktu pelayanan pun harus diperhatikan. Bagaimana membagi waktu pelayanan sehingga bisa menjadi standar pelayanan puskesman. “Lalu harga pelayanan juga diperhatikan. Terutama dalam memberikan obat. Jangan sampai ada obat-obat yang gratis, namun seorang tenaga medis memberikan obat yang mahal karena dijanjikan vendor tertentu”, kata Mariman.

Ia pun memberikan semangat kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik, terutama dalam menelurkan proyek inovasi bagi instansi masing-masing. Mariman berharap nilai peserta pelatihan kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

PELATIHAN AGEN PERUBAHAN REFORMASI BIROKRASI, Pelatihan kerjasama PKP2A III LAN dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Pelatihan yang mengacu pada PERMENPAN&RB No.27 Tahun 2014 tentang PEDOMAN PEMBANGUNAN AGEN PERUBAHAN DI INSTANSI PEMERINTAH. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 19-21 Februari 2018, yg di ikuti oleh 28 peserta pilihan dengan ditetapkan langsung dengan SK Walikota Balikpapan. Nantinya peserta akan dibimbing dalam perubahan mind set sebagai agen perubahan dari 8 area perubahan yg ditetapkan oleh PAN&RB, dan membuat action plan yang diberi jangka waktu untuk membuktikan rencana tindak. Rencana Tindak tersebut nantinya akan terus dipantau dan dievaluasi oleh Bagian Organisasi Pemerintah Kota Balikpapan dan PKP2A III LAN. Tujuan utamanya adalah mempercepat perubahan mind set dan culture set di instansi peserta.

“Program Pemerintah yang sudah dibuat oleh Presiden Jokowi-JK tidak akan jalan kalau para Birokratnya tidak mengubah mindset. Untuk itu dilaksanakannya Pelatihan Revolusi Mental ini untuk seluruh ASN hingga tahun 2019 mendatang”, ujar Kabid Diklat Aparatur yang mewakili Kepala PKP2A III LAN saat memberi sambutan dalam Pembukaan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VII yang diselenggarakan di Kelas B PKP2A III LAN, Senin (26/2).
Sejumlah 1500 orang ASN telah mengikuti Pelatihan Revolusi Mental. Masih banyak Birokrat yang harus mengikuti pelatihan ini. “Ada sekitar 2000 ASN yang harus ikut pelatihan ini. Sehingga Program Indonesia Melayani bisa terlaksana dengan baik”, kata Kabid Diklat Aparatur, Rahmat.

Pelatihan Revolusi Mental merupakan pelatihan yang merevolusi cara pandang, revolusi cara pikir dan revolusi cara kerja. Setelah mengikuti pelatihan selama lima hari, diharapkan para peserta pelatihan bisa melakukan inistatif cara kerja sesuai dengan tupoksi di instansi masing-masing. Selama sebulan, revolusi cara kerja ini akan dilaksanakan diinstansi.
Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan VII diikuti oleh 23 orang peserta yang berasal dari Lingkungan Pemerintah Kota Samarinda, Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Saat menyampaikan Laporan Kegiatan, Lina Mualana selaku Koordinator menyatakan bahwa pelatihan akan dilaksanakan selama lima hari ke depan, mulai tanggal 26 Februari – 2 Maret 2018.