Rapat Konsolidasi Diklat Aparatur Se-Kalimantan Featured

Samarinda - Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016 akan membawa banyak perubahan dalam gerak pembangunan ekonomi di bumi Kalimantan. Dengan letak geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, lima pemerintah provinsi di Kalimantan harus menyusun strategi guna memanfaatkan peluang dan meminimalkan berbagai dampak pemberlakuan MEA. Peran kapasitas aparatur pemerintah baik di  provinsi, maupun kabupaten dan kota perlu terus ditingkatkan untuk menghadapi tantangan tersebut.

              Pusat Kajian, Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara merespon dinamika lingkungan ini dengan melaksanakan Rapat Konsolidasi Kediklatan Aparatur se-Kalimantan pada Selasa (19/1) dengan tema “Peningkatan Kapasitas Lembaga Diklat dalam menghadapi Era MEA”.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si menegaskan bahwa konsolidasi dan koordinasi antara Lembaga Diklat dengan Badan Kepegawaian Daerah mutlak diperlukan dalam rangka menyusun strategi dan program pengembangan kompetensi ASN di daerah. Menurut dia, hal pokok yang harus segera direspon Lembaga Diklat Daerah adalah peta kebutuhan pengembangan kompetensi ASN Kalimantan dalam rangka menghadapi MEA.

“Saya berharap agar rapat konsolidasi regional ini akan memunculkan gagasan-gagasan tentang strategi apa saja yang harus dilakukan oleh Lembaga Diklat di kalimantan untuk mengembangkan kompetensi aparaturnya, terutama dalam hal merespon diberlakukannya pasar tunggal ASEAN di tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, kebijakan Diklat Kepemimpinan pola baru yang telah diberlakukan selama dua tahun ini akan terus ditingkatkan efektifitasnya dengan lebih mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi dan pelaksanaan evaluasi pascadiklat oleh Badan Kepegawaian Daerah untuk memastikan bahwa proyek perubahan tetap dijalankan oleh alumni Diklat Kepemimpinan.

Sementara itu, Kepala PKP2A III LAN  Dr. mariman Darto dalam laporan penyelenggaraan mengatakan bahwa acara rapat konsolidasi ini dihadiri oleh 145 orang yang merupakan perwakilan dari Lima Badan Diklat Provinsi, Badan Diklat Kabupaten dan Kota, Badan Kepegawaian Daerah, Lembaga Diklat Kementerian, dan para  widyaiswara  yang berada di  wilayah Kalimantan.

Dia mengungkapkan, rapat konsolidasi ini bertujuan untuk menyatukan visi dan langkah Lembaga Diklat Kalimantan untuk menentukan strategi pengembangan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan.

Mariman pada kesempatan itu juga menekankan pentingnya pembenahan Lembaga Diklat Kalimantan dari berbagai aspek seperti administrasi, sarana, kapasitas SDM, serta dukungan anggaran. Menurutnya, pembenahan ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan kualitas diklat aparatur Kalimantan sehingga mampu bersaing dengan Lembaga Diklat dari negara lain di ASEAN.

Rapat konsolidasi diklat Kalimantan  ini juga menghadirkan mantan Kepala LAN yang juga Guru Besar Kebijakan Publik UGM, Prof. Dr. Agus Dwiyanto yang mengulas tentang MEA dan implikasinya bagi Lembaga Diklat di Indonesia.

Menurut Agus, kesiapan Indonesia untuk mengahadapi MEA tahun ini sepenuhnya sangat bergantung kepada pemahaman bersama bangsa ini tentang aturan main yang berlaku dalam pasar tunggal ASEAN

Rapat konsolidasi ini menghasilkan beberapa poin penting yang akan ditindaklanjuti oleh Lembaga Diklat di Kalimantan yaitu:

1.       Lembaga Diklat Kalimantan sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dalam rangka pelaksanaan program-program pengembangan kompetensi MEA untuk ASN Kalimantan.

2.      Peningkatan promosi inovasi alumni Diklat Kepemimpinan Tk. III dan IV di Kalimantan melalui pelaksanaan Jambore Inovasi Kalimantan yang akan dilaksanakan di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

3.       Koordinasi dalam penyelenggaraan Diklat Kepemiminan Tk. III dan IV di wilayah Kalimantan dalam rangka peningkatan kualitas.



 

 

Last modified on Selasa, 26 Januari 2016 08:47