Pembukaan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik

“Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik ini sangat penting, karena mengubah cara pandang ASN terhadap dunia yang terus berubah. Pola pikir kita ditempa sehingga kita menjadi ASN yang berkarakter dengan jiwa pelayanan yang baik”, kata Kepala PKP2A III LAN saat memberikan sambutan dalam seremoni Pembukaan Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan V di Kelas A PKP2A III LAN, pada Senin (12/2).

Pelatihan Revolusi Mental diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 12-15 Februari 2018. Sebanyak 25 orang peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Timur, Bapenda Kota Samarinda, RSUD Balikpapan, RSUD I.A. Moeis Samarinda, Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, RSUD Parikesit, Kelurahan Melayu Kabupaten Tenggarong, Satpol PP Kabupaten Tenggarong, dan beberapa SKPD di Lingkungan Provinsi Kalimantan Timur. “Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan V ini menjadi candradimuka, tempat untuk penggemblengan diri untuk membangun karakter pribadi yang kuat, berani, berjiwa besar dan tangkas dalam pelayanan terhadap masyarakat”, kata Kepala Bidang Aparatur PKP2A III LAN dalam menyampaikan Laporan Kegiatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto. Menurutnya, karakter bangsa harus dikembalikan agar Indonesia tidak lemah. Apalagi Gerakan Revolusi Mental ini telah digaungkan oleh Presiden Soekarno sejak Dirgahayu Indonesia ke-12. “Bung Karno tumbukan semangat kecintaan Indonesia kembali, karena semangat itu ada saat perembutan kemerdekaan saja. Setelah itu banyak orang yang mencari kekuasaan sehingga Indonesia pecah karena kehilangan visi perjuangan”.

Mariman berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat menjalankan budaya membantu kepada sesama. Menggalakkan cara pandang gotong royong. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik.

Last modified on Senin, 19 Februari 2018 23:58