Pelatihan Revolusi Mental Untuk Tenaga Medis

PKP2A III LAN kembali menggelar Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 20-23 Februari 2018. Sebanyak 24 orang peserta mengikuti pelatihan ini. Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan ini diikuti oleh tenaga medis yang mewakili berbagai Puskesmas di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas ASN di Samarinda dalam hal pelayanan publik.

“Revolusi mental untuk pelayanan publik itu mengubah cara pandang dunia pelayanan publik, bagaimana cara melayani masyarakat, bukan sekedar pelatihan biasa,” ujar Kepala PKP2A III LAN saat resmi membuka Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayana Publik Angkatan VI, pada Selasa (20/2).

Ada empat karakteristik pelayanan publik menurut Kepala PKP2A III LAN, Mariman Darto, yaitu siapa yang memberikan ppelayanan, bagaimana cara melayani, berapa lama waktu pelayanan dan berapa tarif pelayanan tersebut. Sebagai pelayan publik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, harus memiliki karakter melayani 3 S, yaitu senyum, sapa dn salam. “Dengan 3 S itu, rasanya pasien yang merobat akan langsung sembuh karena pelayanan yang ramah”, kata Mariman.

Selain siapa yang melakukan pelayanan, bagaimana cara melayani pun menjadi kunci pelayanan. “Sistem pelayanannya bagaimana? Ini yang sering menjadi pesoalan. Ada pasien yang hanya mau dilayani oleh dokter tertentu. Ada pula tenaga medis yang melakukan pengobatan cukup lama karena kenal”, ujar Mariman.

Waktu pelayanan pun harus diperhatikan. Bagaimana membagi waktu pelayanan sehingga bisa menjadi standar pelayanan puskesman. “Lalu harga pelayanan juga diperhatikan. Terutama dalam memberikan obat. Jangan sampai ada obat-obat yang gratis, namun seorang tenaga medis memberikan obat yang mahal karena dijanjikan vendor tertentu”, kata Mariman.

Ia pun memberikan semangat kepada peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik, terutama dalam menelurkan proyek inovasi bagi instansi masing-masing. Mariman berharap nilai peserta pelatihan kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya.

Last modified on Selasa, 06 Maret 2018 00:49