Berita

Jakarta  - Sungai memiliki peran penting dan strategis. Selain sebagai sumber kehidupan, sungai berperan penting sebagai elemen pembentuk peradaban manusia. Sejarah telah membuktikan bahwa berbagai peradaban besar muncul dan berkembang di sepanjang aliran sungai.

Hal itu mendorong Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional, Lembaga Administrasi Negara mengangkat tema “Penataan Daerah Aliran Sungai” sebagai tema Kampanye Aksi Pelatihan Reform Leader Academy di Gedung Makarti Bhakti Nagari, LAN Pejompongan, Rabu (5/9).

Dalam kesempatan itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, pemilihan isu penataan daerah aliran sungai dilandasi keprihatinan atas kerusakan akibat daya dukung lingkungan yang sudah lagi tidak memadai.

“Seiring dengan perkembangan jaman, kondisi daerah aliran sungai semakin tergerus akibat banyak manusia yang tinggal di sekitar aliran sungai, penataan kota yang tidak sesuai, kemajuan industri yang tidak dibarengi dengan pengelolaan limbah yang baik, serta deforestasi yang menyebabkan berbagai kerusakan dan bencana,” jelasnya.

Berbagai problematika di daerah aliran sungai itu, lanjut Kepala LAN, menyebabkan tata kelolanya harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara lintas sektoral. Pengelolaan sungai tidak bisa dilakukan secara parsial tetapi juga harus terintegrasi.

“Pengelolaan sungai termasuk salah satu isu yang harus dikelola secara lintas sektoral dan memerlukan terobosan berupa kebijakan nasional yang solutif. Diklat RLA ini menjadi sinyal penting karena memberikan solusi alternatif tersebut,” jelasnya.

Kepala LAN mengatakan pengelolaan secara lintas sektoral diperlukan karena sejak era otonomi daerah, pembagian kewenangan yang tegas antar wilayah menyebabkan masing-masing daerah, baik kabupaten/kota yang terkena aliran sungai diam saja ketika ada persoalan.

“Karena merasa itu bukan kewenangannya dan menunggu pusat menangani masalah. Saya rasa bukan seperti itu juga cara kita menerjemahkan pengelolaan sebuah resources,” jelasnya.

Pada Kampanye Aksi RLA ini sejumlah narasumber yang hadir antara lain : Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kadis Lingkungan Hidup Jabar Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, Asisten Biro Pembangunan DKI Yusmana Faisal, M.Si, Pakar Sungai IPB Prof. Hadi Susilo Arifin dan Deputi Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo, SH, MA. (irena/budiprayitno)

 

Jakarta – Sebanyak 199 peserta telah selesai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan I sampai V yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa LAN berkomitmen untuk menjaga kualitas aparatur birokrasi melalui penetapan standar yang tinggi dalam Latsar CPNS ini

“Latsar saat ini memungkinkan peserta untuk ditunda kelulusannya, sebagai upaya kita untuk mewujudkan birokrasi yang profesional. Ada standar nilai yang harus mereka penuhi,” katanya saat memberikan sambutan pada Upacara Pelepasan Peserta Pelatihan Dasar CPNS, di Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Kamis (6/9). Pelatihan Dasar itu diikuti lima Angkatan yang terdiri dari berbagai instansi seperti LAPAN, BKPM, ANRI, LAN serta Kabupaten Musi Banyu Asin.

Secara garis besar, lanjut Kepala LAN, ada beberapa komponen yang menentukan lulus tidaknya seorang peserta latsar. Secara persentase, penilaian dilakukan dalam beberapa bagian. Penilaian akademik berbobot 20 persen, penilaian rancangan aktualisasi 20 persen, penilaian pelaksanaan aktualisasi 30 persen, penilaian sikap dan perilaku 10 persen, dan penilaian penguatan kompetensi bidang 20 persen.

“Semua komponen penilaian itu memegang peran penting. Jadi tidak ada yang bisa disepelekan karena saling mempengaruhi,” jelasnya.

Kepala LAN Dr. Adi Suryanto menekankan bahwa upaya membentuk birokrasi yang profesional harus ditanamkan sejak dini. Instansi juga harus bergerak cepat ketika menilai ada CPNS yang berpotensi menjadi masalah bagi organisasi.

“Deteksi dini terhadap CPNS yang bermasalah harus dilakukan sebelum orang-orang yang bermasalah menjadi beban dan penyakit organisasi. Potong sejak awal daripada 10 atau 20 tahun ke depan menjadi masalah,” tegasnya. (budiprayitno)

 

Jakarta – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si melantik sejumlah pimpinan tinggi pratama di lingkungan Lembaga Administrasi Negara menyusul adanya kekosongan jabatan karena dinamika yang berkembang dalam tubuh organisasi.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain : Kepala Biro Umum M. Yusuf Gunawan, S.IP, ME; Kepala Pusat Inovasi Kelembagaan dan Sumber Daya Aparatur Drs. Seno Hartono, DESS; Kepala Pusat Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Dr. Hary Supriyadi, SH, MA.

Kepala LAN mengatakan, para pejabat yang dilantik ini adalah hasil seleksi terbuka (open bidding) untuk mengisi jabatan yang lowong.

“Para pejabat yang dilantik hari ini adalah mereka yang telah melalui berbagai tahapan uji kompetensi dan kualifikasi. Jadi mereka dipilih berdasarkan rekomendasi tim panitia seleksi dan berdasarkan obyektifitas. Ada satu dari pelamar luar yang lolos yakni Dr. Hary Supriyadi yang merupakan mantan Kepala Bappeda Kabupaten Banjar yang ikut seleksi dan terpilih sebagai Kapus PKDOD. Saya ucapkan selamat bergabung dengan LAN,” urainya saat memberikan sambutan di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Senin (27/8).

Lebih lanjut Kepala LAN mengatakan bahwa proses seleksi terbuka untuk jabatan yang lowong di lingkungan LAN ini sangat menarik untuk dicermati, karena banyak sekali pelamar dari luar yang mengikuti proses seleksi untuk mengisi jabatan yang lowong tersebut.

“Hal ini menjadi penanda bahwa posisi jabatan pimpinan tinggi di LAN semakin kompetitif. Siapa yang punya kompetensi, berhak untuk menduduki posisi itu.” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN juga berharap kepada seluruh pejabat yang dilantik untuk segera bekerja dan melakukan adaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya yang baru. Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah mengawal proses reformasi birokrasi substantif di internal LAN.

“Saya ucapkan selamat bergabung dan bekerja cepat untuk membangun kinerja organisasi,” pungkasnya. (choky/budiprayitno)

 

Jakarta - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus berkomitmen melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk menjawab tantangan jaman dalam upaya pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan puncak peringatan HUT LAN yang Ke-61 di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, LAN Jakarta, Senin (6/8).

”Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus berikhtiar mencari terobosan guna menjawab berbagai tantangan jaman untuk melahirkan sejumlah agenda-agenda perubahan di bidang pengembangan kompetensi ASN,” kata dia.

Adi Suryanto mengatakan, sejumlah langkah strategis telah ditempuh LAN dalam pengembangan kapasitas ASN dengan digagasnya konsep ASN Corporate University.

“Konsep ini diawali dari pemikiran bahwa saat ini kita memiliki kurang lebih 737 lembaga diklat yang tersebar di seluruh instansi pemerintah baik daerah maupun pusat. Namun lembaga diklat itu tidak terintegrasi sebagai suatu kekuatan yang luar biasa sehingga perlu direformulasi ulang,” jelasnya.

Adi Suryanto juga mengajak seluruh pegawai LAN untuk bersama-sama meningkatkan komitmen, dedikasi dan semangat dalam mengabdi dan mendedikasikan diri demi kemajuan bangsa dan negara.

“Usia 61 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi perjalanan sebuah institusi pemerintah. LAN telah mengalami perjalanan yang cukup panjang dengan berbagai dinamika dan perubahan yang terjadi. Semakin hari tantangannnya semakin luar biasa,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LAN juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh mitra kerja, pegawai, widyaiswara, analis kebijakan serta seluruh Kementerian, Lembaga dan Daerah atas dedikasinya untuk bersama-sama mengembangkan penguatan kapasitas ASN melalui beberapa penghargaan, yaitu: Penganugerahan Widyaiswara Ahli Utama Kehormatan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

“Apresiasi kepada Gubernur Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan yang kita undang secara khusus karena LAN punya pertimbangan khusus untuk memberikan penghargaan atas dedikasi dan perhatiannya yang luar biasa terhadap upaya pengembangan kompetensi ASN. Keduanya juga sebagai alumni terbaik diklatpim. Terima kasih atas progress pengelolaan BPSDM di jatim yang semakin baik. Mudah-mudahan pemikiran karyanya bisa ditularkan,” jelasnya.

Selain itu LAN juga memberikan penghargaan kepada  Widyaiswara Terbaik, pemenang Inovasi Administrasi Negara (INAGARA), Penganugerahan Analis Kebijakan Untuk Indonesia (AKUI) Award, Penganugerahan Lembaga Diklat Terbaik dengan tema Techno Training Center, mahasiswa STIA LAN terbaik untuk program sarjana dan magister dan unit kerja terbaik dalam pengelolaan anggaran, teknologi informasi dan media sosial. Penganugerahan tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara peringatan HUT Ke-61 LAN. (irena/budiprayitno)