Workshop Inovasi : Inovasi Harus Menjadi Kebutuhan Featured

Jakarta – Inovasi sektor publik diperlukan untuk mendorong proses penyelenggaraan pemerintahan memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. Apalagi tantangan sektor publik saat ini dihadapkan pada kemajuan teknologi dan informasi yang menuntut efisiensi dan efektifitas.

Kepala Pusat Promosi dan Inovasi Pengembangan Kapasitas PM Marpaung mengatakan, inovasi sektor publik di Indonesia saat ini sangat berguna untuk mendorong kinerja organisasi agar optimal.

“Saat ini kita tidak bisa mengandalkan pengetahuan ataupun perilaku saja. Kita juga membutuhkan inovasi untuk membawa tata kelola pemerintahan ke arah yang lebih baik,” jelasnya saat acara “Workshop Inovasi di lingkungan Deputi Kajian Kebijakan Lembaga Administrasi Negara,” di Gedung A Lantai I Kantor LAN, Kamis (18/1).

Menurut dia, ada beberapa kunci keberhasilan inovasi yang memegang peran penting, antara lain kemauan, metode serta kebijakan yang pro terhadap perubahan. Disamping juga inovasi yang dihasilkan tidak berbenturan dengan sistem yang berlaku karena hal itu justru akan kontra produktif dan tidak memberikan manfaat apapun.

Kepala Pusat Inovasi Pelayanan Publik Erfi Mutmainah mengatakan, inovasi sektor publik saat ini merupakan suatu keniscayaan. Semua negara kini tengah berlomba-lomba untuk saling berinovasi agar mampu memenangkan persaingan global.

“Inovasi saat ini menjadi salah satu indikator daya saing global bagi sebuah negara. Oleh karena itu jangan takut untuk berinovasi,” jelasnya.

Erfi menjelaskan, inovasi sektor publik di lingkungan administrasi negara tidak semata-mata hanya yang berkaitan dengan teknologi informasi maupun teknologi berbasis data. Menurut dia, mengubah hubungan, struktur ataupun proses bisnis menjadi lebih efisien dan efektif juga tergolong sebagai inovasi di bidang administrasi negara.

Dalam berinovasi seseorang bisa menggunakan bermacam-macam alat dan sarana. Namun alat hanya berfungsi untuk mempertajam penilaian. Kualitas suatu inovasi justru dipengaruhi oleh subjek dan kebutuhan akan inovasi,” jelasnya.

Hal senada dikemukakan Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan LAN Andi Taufik. Ia menyebut kebutuhan inovasi di sektor publik pada umumnya dimulai dari kecermatan mendiagnosis permasalahan di dalam organisasi.

“Inovasi itu merupakan kesatuan dari serangkaian proses, yaitu proses memikirkan masalah dan mencari solusi atas masalah tersebut. Lantas disusul dengan proses merancang metode pemecahan masalah, dan juga proses mengimplementasikannya,” pungkasnya.

Workshop Inovasi yang berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Deputi Kajian Kebijakan LAN itu diisi dengan sesi presentasi dari seluruh fasilitator yang berasal dari Kedeputian Bidang Inovasi Administrasi Negara LAN. Pada hari kedua sesi Workshop Inovasi, seluruh peserta yang dibagi dalam kelompok kecil mempresentasikan ide inovasi yang telah mereka hasilkan pada hari sebelumnya. (ima/budiprayitno)

 

 

 

Last modified on Senin, 22 Januari 2018 08:38