Widyaiswara Harus Beradaptasi di Era Disruptive Teknologi Featured

Jakarta – Widyaiswara dan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengikuti pesatnya perkembangan teknologi informasi untuk mewujudkan Birokrasi Berkelas Dunia (World Class Bureucracy). Penguasaan teknologi informasi penting dalam mewujudkan efektifitas dan efisiensi birokrasi di era disruptive teknologi dan inovasi yang sedang berlangsung.

“Tantangan Pemerintah menghadapi era persaingan global dalam mewujudkan World Class Bureucracy bukan hal yang mudah. Indeks performance kita mengalami kenaikan meskipun belum optimal. Indeks Indonesia dari peringkat 120 ke peringkat 91, hingga saat ini berada di peringkat 72. Target Pemerintah untuk mencapai peringkat 40 dunia membutuhkan kerja keras semua pihak,” kata Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si  dalam acara Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama, Kamis (8/3), di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA.

Kepala LAN dalam kesempatan itu juga menyoroti kualitas pendidikan ASN dimana 46% dari jumlah ASN di Indonesia masih berpendidikan SMA, SMP, SD, dan bahkan ada yang masih tidak bisa baca tulis. Maka cara membangun birokrasi yang lebih baik adalah mengurai akar persoalan mulai dari rekrutmen, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan kompetensi ASN.

“Tugas dan peran Widyaiswara menjadi tidak mudah dengan tantangan-tantangan tesebut. Kita sedang berhadapan dengan suatu era yang ditandai dengan adanya digitalisasi ekonomi, high-tech, dan juga berkembangnya Artificial Inteligent (AI), terlebih saat ini big-data juga sudah dikembangkan,” kata dia.

Pengembangan ASN harus mampu menjawab pertanyaan kunci, misalnya dari 4,3 juta ASN, berapa besar ASN yang harus dikembangkan kompetensinya, berapa banyak ASN yang masih mengalami gap kompetensi, hingga berapa banyak diklat yang dibutuhkan. Semua hal itu bisa dilakukan secara efektif dan efisien melalui penguasaan teknologi informasi.

Lebih jauh Kepala LAN menuturkan bahwa kita sedang berhadapan dengan generasi baru, generasi zaman now, generasi milenial yang hidup di zaman yang berbeda dengan kita. Cara kita dalam mengelola mereka yaitu mendorong, memotivasi, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Pemimpin yang baik hari ini, bukanlah pemimpin yang bisa mengendalikan dan mengontrol anak buahnya sedemikian rupa, tetapi justru pemimpin yang mampu memberikan ruang dan jalan bagi mereka untuk maju,” tuturnya.

Melalui gagasan sekolah kader, PNS muda yang hebat dikembangkan dengan pendidikan khusus dan diarahkan untuk menduduki posisi-posisi manajerial dalam birokrasi. Dalam kesempatan itu, Kepala LAN mengingatkan bahwa ASN zaman now diisi oleh mereka yang sangat percaya diri, merasa yang terbaik, maka tantangan birokrasi saat ini adalah mengelola mereka dengan baik.

Kepala LAN juga menyampaikan bahwa saat ini LAN bersama Kementerian Keuangan, Badan Kepegawaian Negara, KemenpanRB, dan Dirjen DIKTI sedang mengembangkan ASN Corporate University. Program ini akan mengintegrasikan seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Kabupaten, Kota, dan Provinsi dengan satu sistem mulai dari perencanaan hingga pembangunan kompetensi secara keseluruhan. 

“Widyaiswara merupakan motor perubahan, harus menjadi inspirator, memberikan ruang dan kesempatan ASN untuk maju. Widyaiswara harus menjadi teladan bagi generasi berikutnya, bagi widyaiswara dibawahnya, dan mampu memberikan contoh yang baik bagi generasi penerus,” tutupnya. (roby/rima/choky/budiprayitno)

 

Untuk diketahui Orasi ilmiah dan pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama diikuti oleh :

Dra. Catri Sumaryanti, MM., dengan judul “Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Calon Instruktur Nasional (IN)/Mentor melalui Program Guru Pembelajar Bagi Guru SMK Bidang Keahlian Busana”

Drs. Suyono, M.Pd., dengan judul “Korelasi Internalisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS terhadap Capaian Aktualisasi pada Diklat Prajabatan Golongan III Pola Baru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”

Jajang Sumarna, A.Pi, M.Pd., dengan judul “Perbedaan Hasil Belajar Metode Ceramah dengan Visitasi pada Mata Pendidikan dan Pelatihan Wawasan Kebangsaan”

Sugeng Basuki, SH, M.Si., dengan judul “Proyek Perubahan Peserta Diklat Kepemimpinan IV sebagai Katalisator Peningkatan Kinerja Instansional di Pemerintah Kabupaten Pacitan”

Drs. Sumarbowo, MM, M.Si., dengan judul “Pengembangan Kompetensi Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Jawa Timur”

 

 

Last modified on Selasa, 13 Maret 2018 03:29