WI Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jakarta - Menyambut era revolusi industri 4.0, para penyelenggara negara harus meningkatkan kompetensi serta kemampuannya guna bersaing dengan negara lain. Di era revolusi industri 4.0 ini semuanya sudah menggunakan teknologi tingkat tinggi, super komputer, otomasi, dan kecerdasan buatan yang membawa perubahan besar dalam tatan dunia. Tantangan ini harus disadari dan dipahami bersama, terutama bagi aparatur sipil negara agar mampu menghadapi tantangan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam penutupan orasi ilmiah sekaligus pengukuhan Widyaiswara ahli utama di aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Rabu (15/8) Jakarta.

“Dalam hal peningkatan kapasitas ASN, Lembaga Administrasi Negara terus menerus melakukan penyempurnaan sistem pendidikan dan latihan (diklat) bagi aparatur  di negeri ini. Kami juga terus mendorong Pusat Pendidikan dan Pengembangan Diklat (P3D) untuk bertransformasi dari diklat konvensional menjadi diklat berbasis human capital management melalui ASN Coorporate University,” tegasnya.

Dari sisi pengajar, lanjut dia, LAN terus mendorong widyaiswara yang merupakan garda terdepan dalam upaya mendidik aparatur sipil negara untuk terus memberikan peran yang lebih.

“Tidak hanya mengajar dan melatih tetapi juga mampu menginspirasi peserta didik dalam rangka mewujudkan ASN berkelas dunia,” kata dia.

Menurut Kepala LAN, sebagai pencetak kader-kader ASN yang berkelas dunia, Widyaiswara juga harus mendidik ASN yang memiliki kompetensi sebagai pelayan publik sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas sebagai aparatur sipil negara.

“Karena kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas aparatur sipilnya. Oleh karena itu diklat menjadi kawah candra dimuka untuk menciptakan ASN yang berkualitas dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata dia.

Saat mengukuhkan Widyaiswara Ahli Utama, Kepala LAN Adi Suryanto berpesan kepada para Widyaiswara Utama untuk terus mendorong peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena kemampuan ini yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan model pembelajaran baru melalui e-learning yang saat ini tengah dikembangkan LAN. (choky/budiprayitno)

 

Last modified on Kamis, 13 September 2018 03:04