STIA LAN Gandeng ANRI Segera Buka Program Vokasi Arsiparis Featured

Jakarta –  Tingginya kebutuhan tenaga Arsiparis di Indonesia sejauh ini berbanding terbalik dengan ketersediaan tenaga yang ada. Hal ini mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara dalam waktu dekat akan membuka Program Pendidikan Vokasi Arsiparis.

“Minat masyarakat untuk menekuni pekerjaan kearsipan masih sangat minim. Apalagi sejauh ini ada pandangan bahwa profesi arsiparis adalah tempat orang-orang buangan. Padahal profesi arsiparis ini sangat penting dalam merekam jejak perjalanan sebuah bangsa,” kata Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat Rapat Audiensi Pembukaan Program Vokasi Arsiparis dengan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr. Mustari Irawan, MPA, di Ruang Rapat STIA LAN Jakarta, Rabu (10/1).

Menyadari hal itu, Kepala LAN mengatakan, STIA LAN yang merupakan unit kerja LAN bidang pengembangan aparatur akan segera membuka program vokasi atau terapan arsiparis. Rencananya program vokasi ini akan terdiri dari Program  Diploma III (Terapan) dan S-1 (Terapan).

Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Dr. Mustari Irawan, MPA menyambut baik rencana pembukaan program vokasi arsiparis yang digagas STIA LAN. Mustari mengatakan, kebutuhan ideal arsiparis nasional saat ini adalah sebanyak 143.630 tenaga Arsiparis. Namun hingga kini baru tersedia 3.241 Arsiparis.

“Jumlah Arsiparis yang ada saat ini masih sebesar 2,25 dari kebutuhan nasional. Artinya masih ada gap kebutuhan yang cukup besar dengan ketersediaan yang ada saat ini,” jelasnya.

Untuk menutup gap kebutuhan Arsiparis saat ini, Mustari mengungkapkan telah menempuh berbagai cara, di antaranya melalui inpassing maupun perekrutan CPNS untuk formasi Arsiparis.

“Namun hal itu masih belum dapat memenuhi kebutuhan Arsiparis, baik di level pusat maupun daerah. Oleh karena itu kami sangat mendukung dibukanya program terapan/vokasi di STIA LAN ini,” jelasnya.

Mustari mengungkapkan, pihaknya bersedia duduk bersama untuk menyusun standar kompetensi arsiparis yang dibutuhkan. Dengan demikian nantinya akan dapat dibedakan kompetensi lulusan Diploma dan Sarjana Terapan.

“ANRI siap mendukung untuk ketersediaan tenaga ahli dan sarana yang dibutuhkan seperti laboratorium kearsipan. Karena program vokasi persentase prakteknya akan lebih banyak dibandingkan teori,” ujarnya.

Mustari berharap, pembukaan Program Vokasi Arsiparis di STIA LAN ini dapat menjawab permasalahan kurangnya tenaga Arsiparis nasional. (choky/prayitnobudi).

Last modified on Kamis, 11 Januari 2018 04:20