Revolusi Mental Harus Jadi Gerakan Massive Featured

Jakarta – Gerakan Nasional Revolusi Mental harus menjadi gerakan yang massive dalam rangka memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia agar lebih berintegritas, memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu bergotong royong guna mewujudkan Indonesia yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr.Adi Suryanto, M.Si saat membuka Diklat Training of Trainers Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Angkatan IV, di Graha Wisesa, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Selasa (25/4).

Kepala LAN Adi Suryanto mengungkapkan, ada lima program Gerakan Nasional Revolusi Mental yang harus disukseskan. Antara lain Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, serta Gerakan Indonesia Bersatu.

Menurutnya, fokus utama LAN bersama dengan Menteri PAN dan RB adalah pada Gerakan Indonesia Melayani yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM ASN, penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum, penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (e-government), penyempurnaan sistem manajemen kinerja, serta peningkatan perilaku pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel dan responsif.

“Selain itu masih ada aspek lain yang juga harus kita perhatikan dalam mendukung gerakan nasional revolusi mental, seperti penyederhanaan pelayanan birokrasi, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang yang menjadi program prioritas nasional pemerintah. Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya dihadapan para Widyaiswara dari berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Kepala LAN menegaskan, para fasilitator harus mampu merubah pola pikir dan cara kerja birokrasi agar mampu menghadirkan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat. Hal ini hanya dapat dicapai dengan berbagai metodologi dan cara pembelajaran yang mampu menggugah kesadaran aparatur untuk meningkatkan kinerja mereka.

“Saya berharap para fasilitator yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya mampu menjadi agen perubahan untuk Indonesia lebih baik,” pungkasnya. (choky/budiprayitno/humas)