Rakornas Diklat : Akselerasi Pengembangan Kompetensi ASN yang Berdaya Saing Featured

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) saat ini terus mengambil langkah inisiatif dan antisipasif dalam rangka mewujudkan aparatur sipil negara yang kompeten. Hal ini diwujudkan dengan melakukan perubahan diklat aparatur sipil negara secara menyeluruh, baik Pelatihan Dasar CPNS maupun Diklat Kepemimpinan sesuai dengan dinamika yang berkembang.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, perubahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan apartur sipil negara terus hadir membangun tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sesuai dengan Nawa Cita yang digagas Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerintahan bersih, efektif, demokratis, efisien dan akuntabel, Lembaga Administrasi Negara (LAN) sesuai UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara terus melakukan penyesuaian. Harapan kita adalah produktifitas rakyat dan daya saing di pasar global semakin meningkat seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan  publik yang dihadirkan aparatur sipil negara,” jelas Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Rapat Kordinasi Nasional bertema “Akselerasi Pengembangan Kompetensi ASN yang Berdaya Saing”, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jakarta, Rabu (22/11). Rakornas Diklat ini juga dihadiri Wakil Menteri Keuangan Prof. Dr. Mardiasmo, MBA serta Menteri PAN & RB Asman Abnur.

Dr. Adi Suryanto mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan publik hanya dapat tercapai melalui pengembangan kapasitas dan kompetensi aparatur sipil negara. Karena merekalah ujung tombak birokrasi.

“Pemenuhan kompetensi aparatur sipil negara dan antisipasi perkembangan global memerlukan strategi yang handal dan inovatif dalam upaya mengembangkan investasi sumber daya manusia aparatur. Disinilah peran strategis Lembaga Pendidikan dan Pelatihan serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk terus melakukan berbagai langkah inovatif dibidang kediklatan,” jelas dia.

Kepala LAN mengungkapkan saat ini LAN sendiri juga tengah membuat terobosan baru terkait Diklat Penjenjangan Widyaiswara. Perekrutan Widyaiswara nantinya akan didelegasikan kepada lembaga-lembaga diklat terpilih untuk merekrut  widyaiswara. Usulan WI akan dimulai melalui BPSDM nya dan ketika telah siap dapat melakukan ujian kompetensi calon widyaiswara di LAN.

“Sistemnya saat ini sedang kita siapkan dan akan segera kita berlakukan,” jelasnya.  

Kepala LAN mengatakan, Rakorna Diklat ini antara lain memiliki sejumlah tujuan di antaranya memaparkan strategi percepatan pengembangan kompetensi ASN, meningkatkan sinergitas lembaga pelatihan dan pengembangan ASN lintas instansi dalam mengelola pelatihan bagi ASN, mendukung percepatan investasi SDM ASN serta mengidentifikasikan program bersma untuk pelatihan dan pengembangan ASN.

“Saya berharap melalui Rakornas ini kita dapat mengambil peran penting dalam pembangunan nasional dengan mengembangkan kompetensi ASN melalui pelatihan-pelatihan yang terstandar,  terakreditasi dan berlaku secara nasional,” tutupnya. (choky/mustofa/budiprayitno)

Rakornas Diklat yang berlangsung selama dua hari itu menghasilkan sejumlah rekomendasi di antaranya :

1.           Melakukan transformasi BPSDM atau Pusat pelatihan berbasis modal aparatur (human capital) sesuai dengan kebutuhan dan tantangan global.

2.           Mendorong strategi co-production melalui pemetaan (mapping) dan pemanfaatan aset.

3.          Mempercepat pengembangan kompetensi teknis ASN yang didapat dengan sinergi program lintas lembaga dan daerah.

4.          Meningkatkan kapasitas lembaga melalui peningkatan kapasitas SDM pelatihan

5.          Meningkatkan pelayanan pelatihan berbasis teknologi informasi.

 

Last modified on Senin, 04 Desember 2017 04:14