Pengelolaan Aset Masih menjadi Masalah Featured

Jakarta - Pengelolaan barang/aset milik negara atau milik daerah masih menjadi permasalahan klasik di berbagai daerah. Ketidakpedulian terhadap pengelolaan dan pemeliharaan aset yang carut marut dapat terlihat dari catatan atas opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap keuangan Pemerintah Daerah yang hampir setiap tahun masih didominasi masalah pengelolaan barang milik negara.

Deputi Bidang Inovasi LAN Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan, karut marutnya tata kelola aset di daerah biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pengelolaan asset negara yang tidak jelas status hukumnya atau bersengketa, pemanfaatan asset oleh pihak lain yang tidak sesuai dengan prosedur, tukar-menukar asset negara serta sumber daya manusia yang tidak memahami administrasi pengelolaan asset negara.

“Padahal barang milik atau kekayaan negara yang dikelola dengan baik oleh pemerintah pusat dan daerah mempunyai peran strategis dalam menopang pendapatan anggaran daerah,” kata dia saat seminar “Inovasi Pengelolaan Aset BMN/BMD,” di Aula Gedung A Kantor LAN Jakarta, Senin (19/12).

Karut marutnya pengelolaan aset baik itu berupa barang bergerak ataupun barang tidak bergerak, lanjut dia, menyebabkan tak satu pun instansi pemerintah yang dapat menyajikan data secara pasti mengenai berapa sesungguhnya nilai aset tersebut.  

Menyikapi hal itu, Tri Widodo mengatakan diperlukan suatu terobosan dalam pengelolaan BMN/BMD melalui perbaikan pengelolaan asset melalui satu sistem pengelolaan BMD berupa Roadmap Inovasi Pengelolaan BMS tahun 2017-2021.

Direktur Barang Milik Negara Kementerian Keuangan Chalimah Pujihastuti menambahkan, dinamika pengelolaan BMN/BMD yang terus berkembang memang memerlukan terobosan guna menunjang pengelolaan aset.

“Seharusnya pengelolaan BMN/BMD sudah diatur sejak tahapan perencanaan pembelian barang sampai pada pemusnahannya oleh satu unit khusus yang mengurusi pengelolaan BMN/BMD. Sehingga data aset menjadi jelas,” kata dia. (choky/humas)

Last modified on Selasa, 20 Desember 2016 09:13