Menteri PAN & RB : ASN Jangan Terjebak Rutinitas Featured

Jakarta - Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran penting sebagai motor perubahan dalam perbaikan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Dengan demikian, ASN harus mampu melakukan terobosan-terobosan inovatif agar tidak terjebak dalam rutinitas belaka.

“ASN jangan hanya berkutat dengan rutinitas serta datang ke kantor karena takut terlambat absen dan dimarahi atasan. Dengan dinamika nasional dan global saat ini yang menuntut pelayanan publik prima dan profesional, para ASN harus mempu menjadi agen sekaligus motor perubahan agar kinerja instansi dapat menghasilkan output yang bermanfaat bagi masyarakat secara optimal,” jelas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat memberikan arahan dalam Upacara Pelepasan Peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXV Tahun 2017 dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Diklatpim Tingkat I di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta (Jumat, 28/7).

Menurut Asman, ASN telah diberikan amanah untuk menjalankan seluruh roda administrasi pemerintahan untuk memajukan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, program dan kegiatan yang dilaksanakan harus memiliki korelasi dalam rangka mendukung pembangunan nasional.

“Selama ini banyak program dan kegiatan yang tidak nyambung. Karena orientasi utamanya adalah penyerapan anggaran dan tidak fokus pada output maupun outcomes,” jelasnya.

Asman berharap agar instansi pemerintah lebih berkonsentrasi pada hasil kinerja yang terukur dengan memperhatikan program dan kegiatan yang dilakukan. Sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dengan demikian, efisiensi dan akuntabilitas kinerja tercapai, output dan outcomes-nya juga jelas,” ujarnya.

Asman menegaskan kembali bahwa Perubahan hanya bisa terwujud dari ASN yang memiliki komitmen untuk memajukan negara. Walaupun setiap keputusan dan kebijakan mengandung resiko, tetapi dengan manajemen yang baik, semua itu dapat terantisipasi.

“Apalagi kebijakan itu dibuat demi kepentingan masyarakat kedepannya,” kata dia.

Kedepan, lanjutnya, yang jadi ukuran keberhasilan adalah kinerja, Sehingga kalau kinerja instansi baik atau capai 100% tentu harus diberikan reward dengan tunjangan yang baik. Untuk mencapai target tersebut, MenPANRB menegaskan bahwa penempatan SDM JPT harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan keahlian.

Dalam kesempatan itu, Asman mengatakan bahwa Diklatpim Tingkat I yang baru saja diikuti para peserta merupakan pendidikan dan pelatihan tingkat tertinggi bagi para ASN.

“Tentu tidak mudah untuk bisa menyelesaikan program ini dan tidak semua ASN dapat mengikutinya. Untuk itu, seluruh lulusan Diklatpim Tingkat I harus menjadi agen perubahan dan program perubahan yang didengungkan selama pendidikan harus dapat diimplementasikan di instansi masing-masing,” kata dia.

Diklatpim Tingkat I angkatan XXXV ini diikuti sebanyak 28 orang dari berbagai instansi Pemerintah dan terdapat 11 peserta yang berhasil meraih predikat sangat memuaskan. Pada kesempatan itu, Menteri Asman tidak hanya menyerahkan tanda kelulusan, namun juga mengukuhkan kepengurusan alumni Diklatpim Tingkat I. Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala LAN Dr. Adi Suryanto Serta Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN Muhammad Idris. (choky/budiprayitno)