Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Diperlukan untuk Hadirkan Pelayanan Publik yang Baik Featured

Jakarta – Inovasi tata kelola pemerintahan di tengah gempuran kemajuan teknologi dan informasi mutlak diperlukan agar problematika yang dihadapi masyarakat cepat terselesaikan. Inovasi sektor pemerintahan juga diperlukan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran representasi negara di tengah mereka.

Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto mengatakan, inovasi berbasis digital di era revolusi industri 4.0 perlu terus ditingkatkan. Meski demikian, inovasi yang dilakukan harus memperhatikan seluruh aspek dan konsekuensi yang ditimbulkan.

“Kita memang perlu berinovasi di sektor tata kelola pemerintahan agar mampu mengikuti perubahan yang terjadi secara massive di masyarakat. Namun inovasi itu memang perlu dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAN dengan lima Pemerintah Kabupaten/Kota, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jakarta, Rabu (4/4). Kelima Pemerintah itu antara lain : Pemerintah Kota Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Tuban, Pemerintah Kabupaten, Mesuji, Pemerintah Kabupaten Agam, dan Pemerintah Kabupaten Banggai.

Menurut Kepala LAN, inovasi tidak bisa dihindarkan. Di tengah kemajuan teknologi berbasis digital, banyak sekali perubahan yang terjadi, khususnya paradigma masyarakat.

“Kita tentu sadar bahwa inovasi di bidang teknologi telah menggeser cara pandang, peradaban dan kultur di masyarakat kita. Contoh riilnya adalah semakin sepinya kawasan Glodok karena pergeseran paradigma masyarakat yang lebih memilih belanja secara online disanding konvensional,” jelasnya.

Contoh lain yang riil, lanjut Kepala LAN adalah aplikasi transportasi berbasis on line yang kini semakin marak dan dirasakan banyak sekali manfaatnya bagi masyarakat, terlepas dari masih banyaknya kekurangan di sana-sini.

Sejumlah perkembangan dan perubahan yang memengaruhi cara pandang dan pola hidup masyarakat itu harus disikapi dengan bijaksana. Perlu langkah terobosan yang benar-benar memberikan alternatif solusi bagi semua pihak tanpa ada yang merasa dirugikan.

“Berbagai inovasi yang muncul itu pada dasarnya ingin mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Demikian juga dengan pemerintah yang harus mau mengikuti perubahan tersebut melalui pendekatan yang up to date agar tidak ketinggalan jaman,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, pelayanan publik merupakan suatu tolok ukur kinerja pemerintah yang paling kasat mata. Masyarakat dapat menilai langsung kinerja pemerintah melalui pelayanan yang diterimanya.

“Kemudahan mendapatkan pelayanan publik yang cepat, murah dan efisien menjadi hal mutlak sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat,” kata dia.

Kepala LAN mengatakan, di era keterbukaan informasi publik dan keterlibatan masyarakat yang aktif selaku pengawas kinerja pemerintah melalui berbagai media membuat posisi pemimpin atau kepala daerah tidaklah mudah. Selain dihadapkan pada kondisi keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, kultur dan dinamika, seorang pemimpin juga dituntut piawai dalam menyikapi setiap perubahan yang ada.

“Oleh karena itu, pemimpin daerah dituntut mampu memberikan terobosan-terobosan untuk memecahkan berbagai permasalahan di daerahnya. Salah satunya melalui inovasi yang diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN mengatakan  bahwa kerjasama yang dilakukan sejumlah pemerintah daerah ini memiliki makna yang luar biasa bagi sebuah pembelajaran inovasi. Hal ini juga menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, birokrasi serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Melalui penandatanganan MoU ini bukan berarti LAN lebih baik namun kita bersama-sama belajar untuk mencari teroosan-terobosan guna memecahkan permasalahan publik. Saya menyadari setiap daerah memiliki karakter yang berbeda-beda jadi kita perlu metode yang berbeda pula. Jika salah metode tentu akan membuat inovasi yang dilakukan tidak dapat terimplementasi,” jelasnya.

Bupati Tuban Fathul Huda yang terpilih menjadi salah satu daerah yang melaksanakan MoU dengan LAN dalam bidang inovasi mengatakan bahwa inovasi yang sudah berjalan perlu terus dikembangkan.

“Saya berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dan masyarakat pada umumnya,” tutup dia. (choky/budiprayitno)

 

Last modified on Jumat, 06 April 2018 10:05