Inovasi Mendorong Tumbuhnya Daya Saing Daerah Featured

Banjarmasin – Inovasi pelayanan publik mampu mendorong daya saing daerah di tengah tingginya tingkat kompetisi antar wilayah. Hal ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan efektifitas pemerintahan.

“Inovasi menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan daya saing daerah. Karena mampu mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Jambore Inovasi Kalimantan 2017, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (4/8).

Acara ini pun dihadiri seluruh jajaran pemerintahan Kalimantan Selatan seperti Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalsel, Nispuani.

Menurut dia, pemerintah daerah saat ini tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kemajuan wilayahnya saja. Namun juga harus mampu mendorong munculnya berbagai inovasi sektor publik yang dirasa berguna bagi masyarakat.

“Pemerintah Daerah tidak hanya dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saja, tetapi juga harus mampu menemukan terobosan-terobosan baru dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.

Menurut Kepala LAN, peran Kepala Daerah sangat penting dalam menginisiasi munculnya inovasi-inovasi yang dilakukan di lingkungan pemerintahan. Dia menyebut saat ini telah banyak Kepala Daerah yang membawa perubahan dengan memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk kemajuan wilayahnya.

“Komitmen pemimpin daerah sangat diperlukan untuk membawa perubahan. Apalagi saat ini pemerintah tengah menargetkan Indonesia bisa berada di posisi 40 besar dalam peringkat EoDB (Ease of Doing Business) atau kemudahan berusaha. Disinilah urgensi kepemimpinan inovatif dan transformatif diperlukan,” kata dia.

Selain faktor pemimpin, menurut Kepala LAN, hal yang tak kalah penting adalah kualitas aparatur sipil negara. Dia menuturkan, pemerintah saat ini tengah fokus melakukan perbaikan terhadap kualitas aparatur sipil negara. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN mengapresiasi kegiatan Jambore Inovasi Kalimantan (JIK) yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Selain sebagai bukti kehadiran pemerintah, kegiatan ini juga merupakan ikhtiar para ASN se – Kalimantan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayahnya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus pada peningkatan kualitas ASN. Dia menyebut, sejumlah aspek yang saat ini tengah dibenahi antara lain perbaikan kompetensi ASN dengan menempatkan ASN pada posisi yang sesuai dengan keahliannya, perbaikan organisasi serta penerapan e-government.

Menurut dia, langkah perubahan yang dilakukan itu telah menunjukkan hasil yang signifikan. Bahkan, dari hasil survei terhadap kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik terlihat hasil yang cukup menggembirakan.

“Kualitas pelayanan publik dan inovasi yang dilakukan oleh ASN kita semakin baik. Bak jamur di musim hujan, inovasi pelayanan publik kian meningkat. Pada tahun 2017 saja tercatat 3.054 unit pelayanan yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam kompetisi inovasi pelayanan publik,” ungkapnya.

 Asman berharap, Jambore Inovasi yang kini dilaksanakan di Kalimantan dapat juga dilakukan di wilayah - wilayah lain di seluruh Indonesia. (budiprayitno/choky)

 

 

Last modified on Kamis, 10 Agustus 2017 04:52