Global Megatrends Pengaruhi Semua Sektor Featured

Denpasar  – Global megatrends yang ditandai dengan pertumbuhan teknologi, perubahan iklim, pergeseran kekuatan ekonomi, hingga urbanisasi tidak hanya memengaruhi aktivitas ekonomi & pola interaksi masyarakat namun juga bagaimana pemerintahan, pelayanan publik, kelembagaan serta sektor publik dikelola.

“Perubahan besar di lingkungan global seperti teknologi, revolusi industri 4.0, perang ekonomi negara-negara besar, perubahan iklim, dan demografi yang dikenal dengan istilah global megatrends telah menimbulkan kompleksitas dan ketidakpastian dalam banyak aspek,” kata Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam pembukaan Eastern Regional Organization for Public Administration (EROPA) Conference 2018 yang bertema "Public Administration in Managing Global Megatrends: People, Public Services, Institution and Ethics”, di Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (17/9).

Menurut Kepala LAN, berbagai gejolak dan volatilitas di era global megatrends harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

“Melalui konferensi ini, saya berharap kita dapat berbagi pemikiran, pengetahuan, dan pengalaman kita dalam bagaimana administrasi publik, sumber daya manusia, layanan publik, lembaga dan etika bertransformasi menghadapi global megatrends,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin berharap EROPA Conference 2018 yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN) mampu memberikan kontribusi bagi semua negara yang hadir mewakili.

“Saya berharap pertemuan EROPA ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam diskusi global megatrends yang sedang berkembang saat ini,” jelasnya.

Konferensi EROPA ini diikuti oleh 350 orang yang berasal dari berbagai negara antara lain Indonesia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam, Thailand, Iran, Nepal, Brunei Darussalam, Malaysia, Australia, Liberia, Kamboja dan Afrika Selatan ini akan mempresentasikan 70 karya dari 4 sub tema di mana 27 makalah berasal dari Indonesia. (humas)