Ekspose Kajian, Inovasi dan Kebijakan Strategis 2018 : Diharapkan Memberi Berkontribusi bagi Bangsa Featured

Jakarta - Salah satu kekuatan suatu bangsa terletak pada kemampuannya mengelola aset intelektual dan mengaplikasikannya untuk pembangunan. Salah satu aset intelektual itu adalah hasil kajian maupun riset yang memiliki manfaat bagi orang lain dan lingkungan.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, pentingnya hasil kajian atau riset itu harus disertai dengan promosi dan pengelolaan yang terencana dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar hasil kajian dan riset tidak berhenti menjadi karya akademis semata namun juga menjadi solusi atas permasalahan yang ada.

“Dalam rangka menjaga kualitas hasil kajian dan risetnya inilah LAN menganggap perlu ada suatu forum untuk sarana kontrol penyempurnaan hasil kajian di LAN,” kata Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Forum Ekspose Kajian, Inovasi dan Kebijakan Strategis 2018, di Graha Makarti Bakti Nagari, LAN Pejompongan, Selasa (16/10).

Menurut Adi Suryanto, forum ekspose ini tidak hanya sebagai wadah memamerkan hasil-hasil kajian dan inovasi unit kerja di LAN, tetapi juga kesempatan untuk melakukan review dan masukan kepada hasil-hasil kajian.

“Karena riset LAN bukan semata pure research, tapi juga merupakan kajian kebijakan dan memiliki keterkaitan dengan proses penyusunan kebijakan,” kata dia.

Adi Suryanto berharap apa yang dihasilkan oleh LAN sepanjang tahun 2018 mampu memberikan sumbangsih bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan, terutama yang terkait administrasi negara.

“Forum ini, selain diharapkan mampu memberi masukan-masukan dari para narasumber, dapat pula menjadi wadah bertukar pikiran dan berbagi pengalaman bagi para peneliti kita demi pengembangan karir mereka ke depannya,” ujar Kepala LAN.

Kepala LAN berharap hasil kajian dan penelitian yang dihasilkan setiap unit di LAN akan lebih baik lagi pada tahun-tahun mendatang. Apalagi menjelang perubahan struktur organisasi LAN, maka tentunya akan ada perubahan pada tugas fungsi serta keharusan untuk menyesuaikan program. Namun, itu tidak boleh sampai membuat LAN melupakan hasil-hasil kajiannya.

“Bukan berarti nanti dengan struktur dan tugas maupun fungsi baru kita akan melupakan kajian-kajian selama ini. Justru ini akan menjadi pondasi bagi kita melangkah lebih jauh ke depan karena fungsi penelitian, fungsi kajian, dan fungsi pengembangan inovasi harus tetap ada,” jelasnya.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini mengundang beberapa narasumber handal dari berbagai instansi. Bertindak sebagai reviewer dalam Forum Ekspose hari pertama adalah Dr. Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA (Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN/Bappenas), Dr. Vishnu Juwono (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Chanif Nurcholis (Universitas Terbuka). (ima/mus)