Birokrasi Pemerintah Harus Dukung Tumbuhnya Investasi Featured

Jakarta – Upaya pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien sejauh ini masih menemui sejumlah kendala. Hal ini terindikasi dari masih banyaknya hambatan birokrasi di tengah upaya pemerintah mendorong tumbuhnya iklim investasi.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto mengatakan, tatanan birokrasi di Indonesia harus secepat mungkin bertransformasi mengikuti perkembangan jaman. Menurut dia, hal ini penting di tengah pergerakan kemajuan teknologi dan informasi yang kian massif.

“Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi birokrasi kita semakin berat. Untuk itu perlu segera dilakukan perubahan dari segala aspek, baik itu kultur, pola kerja serta pendekatan pelayanannya,” jelas Kepala LAN saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Tk. I Angkatan XXXVIII, di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Selasa (6/2).

Kepala LAN mengatakan, secara ekonomi saat ini posisi Indonesia jika diukur berdasarkan peringkat kemudahan berbisnis berada pada posisi 72. Posisi ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang menempatkan posisi Indonesia pada peringkat ke 91.

“Namun Presiden Joko Widodo mengingatkan kita bahwa targetnya adalah peringkat 40. Ini tidak mudah karena di lapangan masih kita temui keluhan dari para investor tentang hambatan birokrasi yang dihadapi ketika akan mengurus ijin usaha,” jelasnya.

Kondisi ini, lanjut dia, selain terletak pada problem pelayanan, juga didukung oleh produk kebijakan yang saling bertabrakan dan tidak memberikan kemudahan. Dengan demikian perlu ada sinkronisasi dan penataan ulang secara komprehensif terhadap produk kebijakan yang dihasilkan guna memberikan dukungan bagi tumbuhnya investasi.

“Untuk  mencapai Visi Indonesia 2025-2045 tidak ada cara lain kecuali melakukan rekayasa sistematis dalam rangka mendorong kemajuan Indonesia. Tantangan kita saat ini adalah segera berlomba dengan negara-negara ASEAN untuk menarik investasi sehingga perekonomian bisa bergerak dan masyarakat bisa merasakan manfaat riilnya,” jelasnya. (choky/budiprayitno)