Birokrasi Harus Ubah Orientasi dan Cara Tindak Featured

Jakarta - Tuntutan reformasi birokrasi saat ini menuntut aparat birokrasi mampu memberikan pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, tepat waktu, serta tidak berbelit-belit. Untuk itu perlu ada perubahan orientasi, cara berpikir, dan bertindak dari seluruh aparat birokrasi dalam menghadapi perubahan lingkungan internal dan eksternal yang kian dinamis.

Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN),  Dr.  Adi Suryanto,  M.Si saat acara Pembukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XLIII Kelas I di Graha Makarti Bhakti Nagari,  Pejompongan,  Selasa (18/7).

Menurut Kepala LAN, perubahan internal dan eksternal di dalam organisasi, serta dinamika perubahan jaman menuntut organisasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola SDM sebaik-baiknya. SDM Aparatur harus dipandang sebagai aset organisasi sehingga pengembangannya harus menjadi skala prioritas.

“SDM Aparatur harus dipandang sebagai aset organisasi. Biaya yang timbul dalam pengembangan pegawai harus dipandang sebagai investasi yang akan memberikan timbal balik bagi organisasi berupa produktifitas kinerja,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Kepala LAN, Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN menuntut organisasi untuk konsen dalam pengembangan SDM aparatur, khususnya tuntutan kualifikasi atas kompetensi dan kapasitas SDM pada institusi pemerintah. 

“Meski demikian, kita akui masih lemahnya kemampuan SDM Aparatur, baik pada level manajerial maupun non manajerial menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, LAN terus berupaya melakukan berbagai perubahan mendasar dalam sistem pendidikan dan pelatihan aparatur sipil negara dimulai dari level manajerial. Menurut dia, pembaharuan Diklat Kepemimpinan terus dilakukan LAN sejak beberapa tahun lalu dan terbukti telah memberikan kontribusi nyata dalam setiap proyek perubahan yang digagas para peserta diklat. 

“Setiap peserta diklat dibekali kemampuan manajerial untuk dapat melakukan perubahan di sektor publik. Harapannya, gerakan perubahan yang dimulai dari para pimpinan organisasi dapat dicontoh bawahannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN berharap, para peserta diklat dapat memanfaatkan waktu pembelajaran sebagai momentum untuk terus menggali pengetahuan dan kelak mampu menjadi pioner-pioner perubahan bagi organisasinya. (choky/budiprayitno/humas)

Last modified on Kamis, 20 Juli 2017 01:33