ASN Harus Terus Akselerasi Pengembangan Inovasi Publik Featured

Jakarta - Pengembangan inovasi pelayanan publik perlu didukung oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki inisiasi dan kualifikasi sebagai pembawa perubahan.

“Di tengah tuntutan lingkungan strategis, seperti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, globalisasi dan peningkatan daya saing bangsa, serta harapan masyarakat terhadap kinerja pemerintah pusat dan daerah yang terus berkembang, langkah – langkah inovatif perlu dilakukan,” jelas Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II angkatan III di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Selasa (27/2).

Menurut Kepala LAN, pengembangan kompetensi ASN saat ini terus diarahkan untuk membentuk para pemimpin perubahan dalam rangka mendukung reformasi birokrasi

World Class Bureaucracy sudah bukan tuntutan bagi kita selaku aparatur sipil negara. Namun merupakan kewajiban agar pemerintahan kita ini mampu sejajar dengan negara – negara lain,” tegasnya.

Kepala LAN mengakui, kewajiban untuk mewujudkan World Class Bureaucracy bukan perkara mudah. Apalagi banyak permasalahan birokrasi yang belum tuntas, seperti sumber daya manusia aparatur, baik dalam hal kuantitas, kualitas, distribusi ASN, maupun dalam hal tingkat produktivitas.

Rendahnya produktivitas ASN salah satunya disebabkan oleh masih banyaknya ASN yang memiliki kualifikasi pendidikan yang rendah. Masih banyak ASN di daerah yang bahkan tidak bisa baca tulis.

 “Jika pendidikannya rendah bagaimana kita mampu bersaing dalam skala global,” tegasnya.

Kepala LAN mengungkapkan, upaya perbaikan kualitas ASN secara menyeluruh terus dilakukan pemerintah yang dimulai dari proses perekrutan.

“Saat ini perekrutan CPNS memiliki standar yang tinggi guna menyaring pegawai-pegawai yang memiliki kompetensi tinggi. Jika kita memiliki ASN yang berkualitas niscaya pelayanan publik akan semakin baik, birokrat akan berkinerja untuk menunjang target pertumbuhan ekonomi Indonesia,:” kata dia. (pracoyo/budiprayitno)

 

Last modified on Kamis, 01 Maret 2018 16:16