ASN Harus Bekerja Profesional Featured

Jakarta – Sumber daya aparatur merupakan aset negara yang harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pelayanan publik. Pemerintah saat ini juga terus mendorong reformasi birokrasi di semua tingkatan agar birokrasi pemerintah lebih profesional.

“Tata kelola SDM aparatur saat ini sudah diarahkan ke Integrated Human Resource Management (HRM). IHRM atau pendekatan administrasi personil ini memandang bahwa sumber daya aparatur sebagai asset negara harus dikelola, dihargai dan dikembangkan dengan baik sejak masuk menjadi ASN hingga pensiun,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur saat memberi sambutan Upacara Pelepasan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXVIII dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II Angkatan III, di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Kamis (5/7).

Asman mengatakan, selain konsep IHRM dalam manajemen ASN, ke depan juga akan diterapkan manajemen berbasis kinerja. ASN tidak hanya dinilai berdasarkan kewajiban absen semata namun juga manfaat yang diberikan atas apa yang dikerjakannya.

“Karena itu kita terus mendorong agar ASN meningkatkan kapasitasnya dengan memanfaatkan haknya mengikuti diklat selama 20 jam per tahun sebagaimana tercantum dalam UU ASN,” kata dia.

Asman juga mengungkapkan selama ini terus mendorong Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk terus berinovasi dalam perbaikan kualitas Diklat.

“Sebagai instansi pembina kediklatan, LAN terus saya dorong untuk memberikan atmosfir yang positif bagi pemerintah dengan menyelenggarakan program-program diklat yang lebih aplikatif,” ungkap asman.

Asman juga meminta para peserta Diklatpim Tk. I yang telah lulus dapat menjadi inisiator dalam melakukan inovasi-inovasi di instansinya serta menjadi motor penggerak reformasi birokrasi.

Pameran Inovasi

Sehari sebelum upacara pelepasan peserta, para peserta Diklatpim menyelenggarakan pameran inovasi hasil proyek perubahan yang dilakukan para peserta.

"Pameran Inovasi ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam membangun budaya inovasi, serta menularkan virus dan gagasan inovasi kepada khalayak yang lebih luas," kata Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pameran Inovasi Pimpinan Tinggi ASN Proyek Perubahan Peserta Latihan Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXVIII, di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu (4/7).

Para peserta pameran inovasi yang merupakan JPT Madya dan JPT Pratama harus menjadi pendorong di instansinya masing masing untuk terus melakukan inovasi. Sehingga diharapkanbirokrasi di Indonesia benar-benar menjadi birokrasi yang berkualitas.

"Kita berharap gagasan gagasan yang ada di pameran inovasi ini bisa menular, bagai virus kemana mana, dorong kawan-kawan kita, kolega kita, staff kita untuk melakukan inovasi," tambah Kepala LAN.

Sekedar catatan 4 tahun belakangan ini, lanjut Kepala LAN, dari kurikulum pembelajaran Diklat Kepemimpinan dan media lain kita telah menghasilkan kurang lebih 18 ribu inovasi sektor publik. Angka itu didapat dari hitungan para alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat I sampai tingkat IV. Dimana semua alumni diklatpim diwajibkan untuk menyusun proyek inovasi yang bermanfaat untuk instansinya dan juga untuk masyarakat luas.

“Selain itu tiga tahun belakangan ini LAN juga menginisiasi kabupaten dan kota di tiap daerah untuk melakukan laboratorium inovasi sehingga turut berperan dalam meningkatnya jumlah inovasi sektor publik di Indonesia,” jelas dia. (choky/mustofa/budiprayitno)

 

Last modified on Selasa, 31 Juli 2018 09:24