Anies Baswedan : Mari Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman Featured

Jakarta – Seorang pemimpin harus mampu menyatukan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Tidak hanya itu, hal yang juga penting adalah mewujudkan kesetaraan bagi seluruh masyarakat dalam memperoleh kesempatan di semua sektor.

“Di masa yang akan datang tantangan kita tentang persatuan bukan lagi soal identitas, akan tetapi juga tentang mempersatukan dan kesetaraan kesempatan. Oleh karenanya, keadilan atas akses menjadi penting,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan Ceramah Umum dengan tema “Membangun Kebersamaan dalam Keberagaman,” di Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Rabu (7/2). Ceramah Umum ini juga dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si dan seluruh peserta Diklat Kepemimpinan Tk. I, II dan pejabat struktural dilingkukan LAN

Menurut Anies, keadilan atas akses adalah menghadirkan masyarakat yang warganya punya kesempatan untuk mengakses semua yang dibutuhkan, khususnya akses dalam bidang ekonomi dan pemerataan hasil pembangunan. 

“Kalau dulu tantangannya adalah mempersatukan lintas faktor, seperti identitas, latar belakang, keberagaman, dan itu kemudian dipersatukan, sekarang tantangannya adalah menghadirkan masyarakat yang warganya punya kesetaraan kesempatan.” tegas Anies.

Menurut Anies, pekerjaan rumah yang saat ini harus segera diselesaikan adalah mengatasi disparitas atau ketimpangan yang melanda sebagian masyarakat. Selama disparitas atau ketimpangan itu belum terselesaikan, impian membangun persatuan dan kesatuan di atas keberagaman hanya akan berakhir dalam angan-angan.    

“Ketika berbicara tentang Indonesia ke depan, apalagi tentang menjaga persatuan. Kalau kemarin adalah bahasa, besok adalah kesetaraan kesempatan. Kalau kita bicara tentang keadilan sosial, Bung Karno pun pernah menggarisbawahi bahwa “Nasionalisme tanpa keadilan sosial adalah nihilisme”. Mudah mudahan saya berharap sekali bahwa keadilan sosial ini menjadi fokus perhatian. Kalau keadilan sosial itu sudah hadir, maka urusan lainnya akan jauh lebih mudah” kata Anies.

Dihadapan para peserta, Anies mengingatkan agar para pemimpin birokrasi selalu belajar pada para pendiri bangsa yang mendapat kepercayaan penuh dari rakyat. Para pemimpin bangsa itu mendapat unconditional trust dari rakyat karena mereka memiliki integritas yang tinggi. Rakyat pun akhirnya memberikan kepercayaan tanpa syarat kepada para pemimpinnya.

“Yang hari ini hilang (missing) dari pemerintah berpuluh tahun adalah trust atau kepercayaan. Karena itu kita berharap kita semua yang mendapat pelatihan ini akan dapat melakukan restorasi. Tunjukkan bahwa kita juga adalah people of integrity. Jadi orang akan mengikuti kata-katanya, tidak ada yang curiga.” tegas Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga mengingatkan kepada seluruh peserta Diklat Kepemimpinan bahwa salah satu kewajiban Aparatur Sipil Negara adalah menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan.

“Salah satu tugas kita sebagai pemerintah adalah memenuhi janji yang tertera dalam konstitusi, yaitu janji untuk mensejahterakan, mencerdaskan, melindungi dan menjaga perdamaian dunia. Kita semua adalah orang-orang yang disumpah ketika mulai bertugas. Tidak banyak orang-orang di republik ini yang disumpah sebelum bertugas. Dan sumpahnya waktu itu adalah menjalankan konstitusi dan seluruh peraturan perundang-undangan. Dan konstitusi itu menggariskan empat janjinya, mensejahterakan, mencerdaskan, melindungi dan menjaga perdamaian dunia,” kata dia. (choky/rima/budiprayitno)

 

Last modified on Selasa, 13 Maret 2018 03:32