Berita

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan orientasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) LAN tahun 2020 di Ruang Corpu, Kantor LAN, Jakarta, Senin (20/1). Penerimaan CPNS lulusan Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Program Kemenkeu Leaders Factory beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM mengenalkan budaya kerja di LAN berdasarkan 4 nilai dasar yang dimiliki oleh LAN yaitu integritas, profesional, inovatif dan peduli.

“Integritas meliputi kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, memegang amanah. Profesional yang berarti bekerja secara bertanggungjawab dan sesuai dengan kompetensi. Inovatif, mampu berpikir kreatif dan beradaptasi dengan perubahan. Peduli, memiliki kepedulian akan sesama pegawai LAN.” tambah Reni.

Sestama LAN berharap nantinya para CPNS ini mampu segera melebur dan beradaptasi dengan budaya kerja di LAN.

“Anggap ini sebagai rumah baru kalian, karena kita ingin siapapun yang ada di dalamnya merasa nyaman. Perubahan itu terjadi dari waktu ke waktu, dan bukan LAN namanya kalau kaget dengan perubahan. Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat datang di rumah perubahan” tutup Sestama.

Dalam kesempatan itu hadir pula Kepala Biro SDM dan Umum, M. Yusuf Gunawan Idris, S.IP.,ME, Kepala Bagian Keuangan Dwi Ariany, S.Sos., M.Si. dan juga Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Awan Hari Murtiadi, S.E. (humas)

Jakarta - Sepanjang Tahun 2019 telah banyak capaian kinerja, prestasi dan inovasi yang telah dihasilkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), namun seringkali kurang terdengar gaungnya. Oleh karenanya perlu peningkatan publikasi berbagai hasil kinerja dan prestasi LAN melalui berbagai media. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si pada acara Forum Refleksi dan Pembangunan Kesepahaman Awal Tahun 2020 di Aula Prof. Dr.Agus Dwiyanto, MPA, Jumat (10/1).

“Pelaksanaan tugas LAN dalam perjalanan pembangunan bangsa tidak cukup hanya sebatas didokumentasikan saja, tetapi juga harus dikemas dalam bentuk yang menarik dan publikasikan kepada khalayak luas” ungkap Kepala LAN.
Kepala LAN juga meyampaikan, bahwa LAN memiliki tugas dan fungsi strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Indonesia. Sejalan dengan hal itu, LAN terus berkontribusi secara aktif melalui berbagai hasil kajian kelembagaan, laboratorium inovasi serta pembaharuan kebijakan di bidang pendidikan dan pelatihan mengikuti perkembangan yang ada saat ini.


“Acara hari ini menjadi refleksi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja serta memantapkan diri memasuki tahun 2020 dengan optimis dan mampu menorehkan prestasi yang lebih baik lagi” tambah Adi Suryanto.

Dalam kesempatan ini Kepala LAN mengapresiasikan berbagai capaian yang telah dihasilkan selama tahun 2019. “Pertahankan dan tingkatkan prestasi yang telah diraih, juga torehkan prestasi di bidang lain. Untuk unit lainnya penghargaan ini harus dijadikan motivasi untuk berkinerja dengan sungguh-sungguh di tahun ini” tutup Adi Suryanto.

Kegiatan ini diisi oleh berbagai kegiatan menarik diantaranya gowes sepeda dan senam bersama, pemberian penghargaan untuk unit yang berprestasi, nonton bareng kaleidoskop LAN 2019 serta doorprize yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pegawai.


Penghargaan unit-unit berprestasi antara lain :
1. Penghargaan atas pencapaian hasil pengawasan kearsipan tahun 2019 dengan nilai “AA” kategori Sangat Baik kepada Bagian Arsip dan Dokumentasi;
2. Penghargaan atas keberhasilan meraih Juara Harapan III dalam Pemilihan Unit Kearsipan LPNK Terbaik Nasional Tahun 2019 kepada Bagian Arsip dan Dokumentasi;
3. Penghargaan atas penerapan sistem merit dalam manajemen ASN dengan nilai 357,5 dan indeks 0,89 dengan kategori IV (Sangat Baik) kepada Bagian Sumber Daya Manusia;
4. Penghargaan atas pencapaian Hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik Tahun 2019 dengan kategori “Menuju Informatif” kepada Bagian Humas dan Protokol;
5. Penghargaan atas pencapaian Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik tahun 2019 dengan hasil indeks pelayanan publik 3,92 dengan kategori B (Baik) kepada STIA LAN Jakarta;
6. Penghargaan atas pencapaian sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) kepada Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural;
7. Penghagaan atas pencapaian Juara III bidang pengelolaan barang milik negara tahun 2018 kategori Sertifikasi BMN untuk Kelompok K/L dengan 10 satuan kerja kepada Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan BMN;
8. Penghargaan atas pencapaian Peringkat III dalam Lomba Klinik Pratama Sehat Tingkat lembaga tahun 2019 kepada Bagian SDM;
9. Penghargaan atas pencapaian Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian PANRB kepada Pusat Inovasi Administrasi Negara.

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang diwakili oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H, M.A. menerima kunjungan dari rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sekretariat Dewan Kabupaten Pati, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati yang dipimpin oleh Siti Madruah selaku Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati di Ruang Kelas C, Gedung A, Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam kunjungan ini dibahas beberapa isu di lingkungan DPRD dan OPD Kabupaten Pati antara lain, pentingnya kehadiran analis kebijakan dalam unit penelitian dan pengembangan pada pemerintahan daerah dan juga penyetaraan Eselon III dan IV ke jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Lebih jauh lagi, kunjungan ini juga membahas mengenai kerja sama antara DPRD dan OPD Kabupaten Pati dengan LAN terkait inovasi kebijakan di lingkungan DPRD Kabupaten Pati dan OPD sehingga pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat LAN Tri Atmojo Sejati, S.T., S.H., M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Dra. Elly Fatimah, M.Si., Kepala Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto, S.Sos., M.Si. dan juga Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara Dra. Isti Heriani, MBA.
.
.
#lanuntuknegeri

Jakarta - Mengawali tahun 2020, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si melantik 55 (lima puluh lima) Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional di lingkungan LAN. Pelantikan yang dilakukan di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA pada Senin (6/1) dihadiri oleh pegawai dan pejabat di lingkungan LAN.

Dalam sambutannya Kepala LAN mengungkapkan, pengisian 2 (dua) Jabatan Tinggi Pratama kali ini tidak melalui seleksi terbuka. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil evaluasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), LAN mendapatkan predikat sangat baik dalam pengelolaan Sistem Merit.

“LAN menjadi LPNK yang memiliki hasil pengelolaan Sistem Merit dengan predikat sangat baik bersama dengan 3 (tiga) kementerian lainnya. Berdasarkan hal itu, LAN memiliki keleluasaan untuk mengisi Jabatan Tinggi Pratama di lingkungannya tanpa melalui seleksi terbuka.” ujar Kepala LAN.

Lebih jauh, Kepala LAN juga menyoroti transformasi STIA LAN yang pada tahun 2020 ini menjadi Politeknik STIA LAN yang berada di Jakarta, Bandung dan Makassar. Kepala LAN juga mengamanahkan agar jajaran Politeknik STIA LAN segera melengkapi perangkat-perangkat Politeknik dan menyesuaikannya kebijakan mengenai pendirian pendidikan vokasi.

“Diharapkan dalam 2 ( dua ) tahun masa transisi sejak pelantikan ini, Politeknik STIA LAN diharapkan dapat mempersiapkan dari sisi akademik dan administratifnya, dan memiliki direktur politeknik yang dipilih sesuai statuta” ungkap Adi Suryanto .

Pelantikan ini juga merupakan tradisi tour of duty dan tour of area yang terus dilakukan oleh LAN dengan tujuan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih segar, dinamis dan juga menciptakan budaya organisasi yang baik. (humas)

Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa bukan negara besar yang akan mengalahkan negara kecil, atau negara yang kaya sumber daya alam akan mengalahkan negara yang miskin sumber daya alam, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Perubahan terus terjadi, teknologi terus berkembang. Perubahan tidak memiliki kemampuan untuk menunggu mereka yang lambat beradaptasi pada perubahan itu sendiri. Artificial Intelegent, big data, otomatisasi – sebagai penanda Revolusi Industri 4.0 – merupakan hal yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si pada pembukaan Pembukaan RISING Fellowship Programme di Kementrian Luar Negeri Singapura, Senin (18/11).

 “Di satu sisi, tentu segala perkembangan teknologi, otomatisasi memudahkan aktivitas kita sehari-hari, bahkan dapat meningkatkan produktivitas usaha dengan biaya yang lebih efisien. Di sisi yang lain, kita masih tetap memperhatikan kuantitas sumber daya manusia yang kita miliki. Kita harus benar-benar memperhatikan bahwa sumber daya manusia di Kabupaten/ Kota/ Provinsi di Indonesia siap mengalami shifting dari industri konvensional menuju industri yang berbasis digital dan otomatisasi.” ungkap Adi Suryanto.

 Singapura menjadi salah satu negara tujuan benchmarking yang baik dalam merespon Revolusi Industri 4.0. Karena berdasarkan hasil, ‘Readiness for the Future of Production Report’ yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), Singapura adalah satu di antara 25 negara teratas yang mendapatkan keuntungan dari perubahan natur produksi yang di-drive  oleh Industry 4.0.

 “Ekosistem industry yang kuat dan dukungan pemerintah mentransformasi Singapura menjadi digital manufacturing hub dimana ide inovatif dan baru yang sebelumnya adalah barang mewah menjadi massif. Oleh karena itu, banyak best practices yang dapat kita pelajari dari Singapura.”  tambah Kepala LAN.

 Dalam merespon Industri 4.0 tentu perlu kesiapan dari birokrasi juga. Birokrasi harus meninggalkan business as usual agar dapat mendukung Industry 4.0. Birokrasi harus bergerak cepat mengikuti perkembangan. Lembaga Administrasi Negara terus mendorong birokrasi agar responsif dengan perubahan yang terjadi di era IR 4.0 ini, baik melalui pengembangan kompetensi para ASN dan juga mendorong ASN untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat. “Saya yakin bahwa di daerah yang Bapak/ Ibu pimpin juga  melakukan upaya terbaik  dalam merespon IR 4.0 ini” tutup Kepala LAN.

 Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr. Chan Chun Sing menyampaikan bahwa RISING (Republic Of Indonesia And Singapore) Fellowship Programme (RFP) ini merupakan satu milestone dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kerjasama antara Indonesia dan Singapura sudah berjalan dalam berbagai bidang seperti, pertahanan, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya. Hubungan antara Singapura dan Indonesia bukan hanya pada level pemimpin saja. Para pemimpin hanya bisa melakukan apa yang mampu mereka lakukan karena sangat banyak interaksi yang dilakukan pada sektor pelayanan publik dan pertahanan. Dalam sektor ekonomi, Indonesia dan Singapura juga melakukan banyak kerjasama. Baru-baru ini kerjasama Kendal Industrial Park. Pada tahun 1990-an, Indonesia- dalam hal ini Batam dan Bintan- dan Singapura menjalin kerjasama untuk membangun Kepulauan Riau.

 “Ada banyak tantangan yang bisa dipecahkan dengan bekerjasama. Indonesia adalah negara yang berkembang dengan cepat. Pasti membutuhkan solusi untuk permasalahan-permasalahan di perkotaan, seperti power generation, manajemen air, manajemen sampah, kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Singapura sangat senang apabila bisa bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kerjasama dalam pembangunan industrial park, Singapura tidak membangun industrial park yang terisolasi. Singapura membangun lembaga pelatihan dan program pelatihan untuk membantu pekerja Indonesia bekerja di Industrial Park tersebut.” tambah Mr. Chan Chun Sing.

Kegiatan RFP ini merupakan komitmen bersama antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Menteri Lee Hsien Loong sebagai bagian dari kerjasama Indonesia dan Singapura. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Civil Service College dan pembiayaan berasal dari Kementrian Luar Negeri Singapura dan Temasek Foundation Connect. Adapun tema pada kegiatan RFP ini adalah Industry 4.0 Transformation and Investment Promotion” dan dilaksanakan pada tanggal 18-21 November 2019. Hadir sebagai peserta RFP yaitu Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota Batam, Walikota Jambi, Walikota Bogor, dan Bupati Belitung. (humas)Mustofa