Berita

Dalam gelaran pesta demokrasi Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2018, LAN berkesempatan menjadi saksi dan tuan rumah perhelatan akbar lima tahunan ini. TPS 008 Kelurahan Gambir Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, yang didirikan di halaman Kantor LAN Jl. Veteran Jakarta Pusat, menjadi lokasi pencoblosan bagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta Ibu Iriana.

Ketua KPPS setempat, Bapak Hamdy mengucapkan terima kasih kepada Kepala LAN beserta jajarannya yang telah mengijinkan penggunaan halaman LAN sebagai lokasi TPS 008. Sejak H-1, Tim KPPS didukung LAN telah melakukan berbagai persiapan. Jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga turun langsung melakukan koordinasi, pemantauan dan pengecekan kesiapan TPS 008.

Pada saat hari pencoblosan, sejak dibukanya TPS pada pukul 07.00 WIB, warga sudah sangat ramai dan antusias untuk menyalurkan aspirasinya. Sekretaris Utama LAN, Sri Hadiati WK, menjadi pemilih pertama di TPS 008 ini, diikuti oleh Kepala LAN, Adi Suryanto beserta isteri, Ibu Titin Resmiatin, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, M. Taufiq dan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, Tri Widodo WU. Sekitar pukul 10.00 WIB, Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Iriana tiba di halaman Kantor LAN RI, dan segera memasuki TPS 008 untuk melakukan pencoblosan surat suara. (Humas)

Jakarta - Widyaiswara sebagai guru bangsa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengembangan Aparatur Sipil Negara. Oleh karena itu ia harus melakukan sejumlah terobosan baru dalam menggunakan metode dan pendekatan pembelajaran kepada peserta didiknya. 

“Saat ini kita dihadapkan pada generasi yang sedang bertumbuh sesuai dengan masanya. Ada generasi baby boomers, generasi X, generasi Y, hingga generasi milenial. Mereka yang dilahirkan sesuai dengan momentum masanya itu memiliki talenta dan keahlian yang berbeda. Tentu pendekatan yang kita gunakan dalam memberikan materi pendidikan dan pelatihan ke setiap generasi ini berbeda pula.” Hal ini diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara “Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama”, di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Rabu (28/3).

Kepala LAN menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran khususnya bagi para ASN Milenial harus disesuaikan dengan karakteristik mereka yang hidup di era konvergen media sosial. Oleh karenanya, para widyaiswara harus mampu beradaptasi dengan situasi ini, dengan selalu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam metode pembelajaran berbasis media yang beragam. Widyaiswara juga harus mampu memanfaatkan dunia digital menjadi ruang belajar dan terus mengembangkan metode, terobosan, dan program baru, serta bahan tayang yang substansial namun kekinian. (Humas)

Jakarta- Lembaga Administrasi Negara sebagai pembina penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional atau Leadership Training bertanggung jawab untuk menciptakan pemimpin yang mampu merubah VUCA menjadi VUCA.

“Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini dimaksudkan untuk mewujudkan agile bureaucracy, melalui penciptaan pemimpin birokrasi yang mampu merubah VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) menjadi VUCA (Vision, Understanding, Clarity dan Agility)“. Hal ini disampaikan Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam Pembukaan Upacara Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2019 di Graha Makarti Bhakti Nagari, LAN Pejompongan, Kamis (14/3).

Lebih lanjut Kepala LAN menyatakan bahwa dalam situasi VUCA, maka dibutuhkan pemimpin yang memiliki leadership agility. Leadership agility adalah ciri kepemimpinan yang memiliki kepiawaian dalam menghadapi global megatrend: seorang expert, achiever, sekaligus catalyst. Dengan kata lain, adalah pemimpin yang lincah, tangkas, dan cepat tanggap dalam menyusun kebijakan.

“Leadership agility yang akan dicetak melalui pelatihan kepemimpinan ini adalah yang mampu mempromosikan kesadaran diri, mendengarkan kebutuhan masyarakat, melayani siapapun yang tergabung dalam tim, membantu sesama agar dapat berkembang, mengutamakan pengembangan kompetensi dibanding pengaturan, mengutamakan dimensi humanistik, serta memberikan reward kepada pegawai.” urainya.

Terakhir, Kepala LAN mengatakan bawa demi mampu mengemban amanah dalam mencetak pemimpin yang memiliki agility tersebut, maka maka LAN terus berupaya melakukan berbagai terobosan dalam program-program pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN antara lain berupa reorientasi kurikulum melalui pengembangan literasi baru berbasis data, teknologi, dan kemanusiaan. Selain itu, LAN juga mengembangkan metode pembelajaran berbasis hybrid/blended learning, serta mendorong entrepreneurship dan internship dalam setiap program pengembangan kompetensi. Hal lain yang menjadi perhatian LAN adalah secara konsisten terus berupaya untuk melakukan pengembangan, serta penguatan kapasitas tenaga pelatih. (Humas)

Jakarta - Selama ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) masih dianggap sebagai aset produksi. Sehingga upaya untuk meningkatkan kapasitas ASN melalui program pengembangan kompetensi masih dianggap sebagai pemborosan. Padahal, seiring dengan kemajuan perkembangan jaman untuk menuju visi Indonesia Emas 2045 serta tantangan Global Megratrend, menuntut birokrasi Indonesia mampu beradaptasi dan sejajar dengan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, Angkatan 41 di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Jakarta (12/03).

“Di satu sisi, kita tahu bahwa membangun negara, pemerintah, world class bureaucracy ataupun birokrasi berkelas dunia ini adalah merupakan kebutuhan bersama. Namun, cita-cita pemerintah membangun birokrasi berkelas dunia tersebut tidak akan pernah terwujud jika kita tidak mengupayakannya secara serius. Harus ada intervensi program, kegiatan dan rencana yang baik agar semua sumberdaya dapat kita kelola secara baik untuk meningkatkan kualitas SDM.” lanjutnya.

“Seharusnya, ASN dilihat sebagai modal, yaitu human capital. Maka, kalau kita sepakat dengan itu, setiap upaya ikhtiar meningkatkan kapasitasnya, mencerdaskan, mengembangkan kompetensinya, adalah merupakan keniscayaan,” tambah Kepala LAN.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LAN juga berharap semoga ke-35 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I angkatan 41 ini nantinya dapat memberikan kontribusi pada kemajuan instansi masing-masing dan juga kepada pemerintahan, sehingga nantinya birokrasi Indonesia semakin berdaya saing dan mampu mewujudkan birokrasi berkelas dunia. (humas/reny)