Berita

Wabah Covid -19 yang kini melanda seluruh belahan dunia telah membawa dampak yang signifikan di semua sektor kehidupan. Meski demikian, birokrasi kita tidak boleh berhenti bergerak dan harus adaptif terhadap perubahan tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap sigap melayani masyarakat di tengah maraknya pandemi. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII melalui fasilitas Zoom Meeting, di Jakarta, Kamis (2/4).

“Dengan adanya wabah ini, sebagai seorang ASN dan juga pemimpin perubahan, kita justru digenjot untuk mencari solusi dengan segala keterbatasan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu” ungkap Kepala LAN di hadapan 60 peserta.

Kepala LAN mengatakan bahwa seluruh dunia kini menghadapi masalah yang sama, baik secara sosial, ekonomi, pelayanan dan sebagainya. Bagi birokrasi kita, tidak ada pilihan lain selain bergerak. Bahkan kita dituntut untuk adaptif dengan situasi yang ada. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang bisa dijadikan panutan, yang mampu melihat permasalahan yang dihadapi bangsa, serta mencari solusi untuk memecahkannya.

“Sebagai pemimpin perubahan harus mampu membaca situasi dan memetakan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk juga instansi yang Bapak-Ibu pimpin. Pemimpin jangan menghindari masalah tetapi sebaliknya mencari solusi dari permasalahan tersebut” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala LAN juga mengatakan bahwa berubahnya skenario PKN menunjukkan respon cepat LAN. LAN memutuskan agar upaya untuk membangun birokrasi profesional terus berjalan dengan memanfaatkan berbagai media teknologi informasi yang ada.

"Memang bukan situasi yang mudah untuk mengambil keputusan ini, tetapi kita selaku pengambil kebijakan akan selalu dihadapkan pada dinamika lingkungan yang tidak bisa diprediksi. Saya berharap para peserta dapat mengambil pelajaran penting dalam situasi seperti saat ini," jelasnya.

Terakhir, Kepala LAN berharap pandemi ini segera berlalu sehingga kehidupan masyarakat kembali normal. Demikian pula nantinya skenario Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang saat ini tengah berjalan di sejumlah tempat.

"Kondisi ini memaksa kita untuk segera belajar dan adaptif. Pelatihan yang biasanya menggunakan metode klasikal, mau tidak mau kini bertransformasi menjadi distance learning. Mudah-mudahan kita bisa belajar banyak dari situasi ini," tutupnya.

Jakarta- Ditengah merebaknya pandemic Covid-19, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerapkan pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh atau Distance Learning, selain bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus korona, metode ini dapat menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan pengembangan kapasitas aparatur sipil Negara (ASN) di Negara ini. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Calon Analisis Kebijakan Angkatan XII melalui fasilitas Zoom Meeting yang diikuti oleh 30 peserta, Senin (30/3).

“Memasuki masa krusial saat ini, ASN jangan tidak berkinerja dan berhenti memberikan pelayanan pada masyarakat, sebaliknya ini menjadi tantangan kita untuk mencari terobosan serta inovasi baru dibidang administrasi publik”

Kepala LAN menambahkan saat ini LAN telah menyiapkan portal web asn-unggul.lan.go.id sebagai Knowledge Management System. Portal tersebut akan digunakan dalam diklat dan juga aplikasi zoom meeting untuk berinteraksi dengan penceramah atau fasilitator”

“WFH atau Work From Home jangan menjadi penghalang dalam menciptakan birokrasi yang professional”, tegasnya Kondisi saat ini menjadi pembuktian bahwa birokrasi kita tetap mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, hal ini sejalan dengan tuntutan birokrasi berkelas dunia yang harus yang adaptive dan agile dalam menjawab tantangan di masa yang akan datang

“Demikian halnya bagi seorang analis kebijakan, ia dituntut untuk mampu menjawab masalah dan isu-isu actual di tengah masyarakat” ungkapnya
Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan formulasi kebijakan tidak berlaku di ruang hampa. Banyak aktor yang terlibat di dalamnya baik pemerintah maupun non pemerintah. Untuk itu, komunikasi memegang peranan yang signifikan dalam konstruksi kebijakan publik.

“Kecakapan analisis tidaklah cukup tanpa didukung dengan kemampuan berkomunikasi dan politis. melalui diklat CAK ini, diharapkan dapat mempersiapkan , membentuk dan meningkatkan kompetensi calon analis kebijakan dalam melaksanakan kajian dan analisis kebijakan secara professional. Saya sangat optimis, bahwa distance learning bukanlah suatu hambatan Saudara sekalian dalam pengembangan kompetensi yang saudara miliki” tutup Kepala LAN.

Sejalan dengan penggunaan metode distance learning pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XLIV mengikuti Benchmarking dengan metode yang sama ke negara Vietnam. Pada kesempatan kali ini, para peserta mendapat penjelasan langsung dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, H.E Ibnu Hadi terkait "Penguatan Sistem Pelayanan Terpadu", dengan fasilitas Zoom Meeting Selasa (31/3).

Dalam kesempatan tersebut Ibnu Hadi menjelaskan reformasi Birokrasi di Vietnam yang dikaitkan dengan daya saing bangsa, khususnya di bidang kesehatan. Ibnu menjelaskan, pelayanan kesehatan di Vietnam secara struktural sama dengan di Indonesia. Kesehatan saat ini sudah mulai menggandeng pihak swasta. 

Terkait sikap pemerintah Vietnam dalam menghadapi pandemi Covid-19, Ibnu Hadi menjelaskan, pemerintah Vietnam sejak awal kasus Covid-19 sudah melakukan penanganan-penanganan terhadap kemungkinan terburuk. .

"Kebijakan Vietnam, masyarakat hanya diperbolehkan keluar saat kondisi mendesak dan emergency, seperti untuk keperluan makanan. Kemudian ke pabrik karena pabrik masih berjalan. Mereka yang keluar juga tidak boleh lebih dari dua orang jika di luar tempat-tempat umum. Selain itu, pintu perbatasan dengan negara tetangga ditutup sejak 1 April 2020. Sebelumnya hanya perbatasan dengan Cina sekarang sudah termasuk Laos," jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, para peserta juga menggali sejumlah potensi dan iklim investasi yang ada di Vietnam.

Jakarta - Mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bukan penghalang untuk mewujudkan birokrasi di Indonesia menjadi profesional. Berbagai problematika yang muncul justru menjadi tantangan untuk diselesaikan agar birokrasi semakin matang.

Di tengah masa pandemi COVID-19, Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil kebijakan untuk tetap menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan sebagai wujud tanggung jawab LAN dalam mengembangkan kompetensi manajerial para pemimpin birokrasi. Pandemi COVID-19 ini membuat LAN mengambil langkah cepat dengan menerapkan kelas pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI Kementerian Perhubungan melalui fasilitas Zoom Meeting, Selasa (31/3).

"Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan ini menjadi Pelatihan Kemimpinan Nasional perdana yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (distance learning). Ini merupakan tanggung jawab LAN dalam merespon berbagai tuntutan masyarakat," jelasnya.

Kepala LAN mengatakan, tantangan yang dihadapi birokrasi di Indonesia saat ini tidaklah mudah. Bahkan, dalam RPJM sudah disebutkan bahwa birokrasi Indonesia harus segera bertransformasi menjadi birokrasi berkelas dunia agar mampu meningkatkan posisi daya saing negara di semua level. Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Sementara itu, Pelaksanan Harian Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan yang juga Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, I Gede Pasek Suardika dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan LAN kepada Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.

"Saya mengapresiasi langkah cepat LAN dalam merespon situasi yang ada. Bahkan dalam tempo yang cepat, LAN juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Panduan Teknis Penyelenggaraan Pelatihan dalam Masa Pandemi COVID-19 dan terus berkoordinasi dengan kami melalui berbagai platform aplikasi yang ada," pungkasnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI Kementerian Perhubungan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari Kementerian Perhubungan, LAN, Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, dan Pemerintah Kabupaten.
Hadir dalam zoom meeting tersebut, Sekretaris Utama LAN Dra. Reni Suzana, MPPM, dan juga Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN, Dr. Basseng, M.Ed.

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sepuluh mitra kerja instansi pemerintah dan non instansi pemerintah di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jl Veteran No 10, Jakarta, Selasa (10/3). Kesepuluh mitra kerja tersebut adalah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Tanoto Foundation, Pemerintah Kota Bukit Tinggi, Pemerintah Kabupaten Seluma, Pemerintah Kabupaten Manggarai, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, dan Pemerintah Kabupaten Grobogan.

Dalam sambutannya seusai menandatangani MoU, Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan bahwa dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang baik, maka birokrasi harus responsif terhadap kebutuhan tersebut. Belum lagi masalah internal organisasi yang tak kunjung mengalami perubahan, perilaku pelayanan yang buruk, dan ego sektoral, menambah kompleks permasalahan pelayanan menuju prima. Untuk itu dibutuhkan pendekatan Whole-of-Government (WoG), dengan prinsip kolaborasi dan prinsip satu tujuan sehingga latar dalam pelayanan dapat mengacu asas efektif dan efisien.

“Sudah saatnya kita meninggalkan mental block, ego sektoral, dan silo mentality. Melalui konsep WoG kita dapat mensinergikan segala potensi yang kita miliki menjadi birokrasi yang berdaya saing menuju birokrasi berkelas dunia” tambah Kepala LAN.

Selain itu Kepala LAN juga menyampaikan bahwa saat ini lebih dari 30 ribu inovasi sektor publik telah dibuat oleh lulusan peserta Pelatihan Kepemimpinan. Hal ini menjadi bukti ASN kita mampu melakukan perubahan-perubahan fundamental dalam birokrasi asalkan diberikan kepercayaan dan kesempatan serta dukungan pimpinan.

Senada dengan hal tersebut, CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo menyampaikan bahwa Tanoto Foundation sebagai organisasi non profit merasa beruntung dapat bekerjasama dengan LAN dalam upaya mendukung penguatan kapasitas melalui program pendidikan yang berkualitas.

“Saya percaya melalui pendidikan yang berkualitas, kita sebagai bangsa Indonesia mampu menciptakan SDM unggul sesuai dengan visi pemerintah” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Abhan, SH, MH mengatakan, sebagai pengawas penyelenggara pemilu, Bawaslu perlu bekerjasama dengan LAN dalam upaya peningkatan kapasitas dan integritas SDM Bawaslu.

“SDM di jajaran bawaslu cukup banyak dan kompleks, meliputi Komisioner, ASN maupun non ASN. Selain itu, pada tahun ini kita juga akan menyelenggarakan gelaran Pilkada serentak yang harus didukung oleh SDM yang berintegritas, handal dan professional sehingga akan terwujud pemilu yang Langsung, umum, bebas, rahasia (Luber) dan Jujur dan Adil (Jurdil)” harapnya. (humas)