Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Video Bisa disaksikan disini:

https://youtu.be/FKbu4daCsCU

Komitmen Awal Tahun, LAN Fokus Publikasikan Kinerjanya


Jakarta - Sepanjang Tahun 2019 telah banyak capaian kinerja, prestasi dan inovasi yang telah dihasilkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), namun seringkali kurang terdengar gaungnya. Oleh karenanya perlu peningkatan publikasi berbagai hasil kinerja dan prestasi LAN melalui berbagai media. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si pada acara Forum Refleksi dan Pembangunan Kesepahaman Awal Tahun 2020 di Aula Prof. Dr.Agus Dwiyanto, MPA, Jumat (10/1).


“Pelaksanaan tugas LAN dalam perjalanan pembangunan bangsa tidak cukup hanya sebatas didokumentasikan saja, tetapi juga harus dikemas dalam bentuk yang menarik dan publikasikan kepada khalayak luas” ungkap Kepala LAN.

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang diwakili oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H, M.A. menerima kunjungan dari rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sekretariat Dewan Kabupaten Pati, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati yang dipimpin oleh Siti Madruah selaku Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati di Ruang Kelas C, Gedung A, Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam kunjungan ini dibahas beberapa isu di lingkungan DPRD dan OPD Kabupaten Pati antara lain, pentingnya kehadiran analis kebijakan dalam unit penelitian dan pengembangan pada pemerintahan daerah dan juga penyetaraan Eselon III dan IV ke jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Lebih jauh lagi, kunjungan ini juga membahas mengenai kerja sama antara DPRD dan OPD Kabupaten Pati dengan LAN terkait inovasi kebijakan di lingkungan DPRD Kabupaten Pati dan OPD sehingga pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat LAN Tri Atmojo Sejati, S.T., S.H., M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Dra. Elly Fatimah, M.Si., Kepala Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto, S.Sos., M.Si. dan juga Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara Dra. Isti Heriani, MBA.
.
.
#lanuntuknegeri

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang diwakili oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H, M.A. menerima kunjungan dari rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sekretariat Dewan Kabupaten Pati, dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pati yang dipimpin oleh Siti Madruah selaku Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati di Ruang Kelas C, Gedung A, Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta, Kamis (9/1).

Dalam kunjungan ini dibahas beberapa isu di lingkungan DPRD dan OPD Kabupaten Pati antara lain, pentingnya kehadiran analis kebijakan dalam unit penelitian dan pengembangan pada pemerintahan daerah dan juga penyetaraan Eselon III dan IV ke jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Lebih jauh lagi, kunjungan ini juga membahas mengenai kerja sama antara DPRD dan OPD Kabupaten Pati dengan LAN terkait inovasi kebijakan di lingkungan DPRD Kabupaten Pati dan OPD sehingga pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat LAN Tri Atmojo Sejati, S.T., S.H., M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Dra. Elly Fatimah, M.Si., Kepala Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto, S.Sos., M.Si. dan juga Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara Dra. Isti Heriani, MBA.
.
.
#lanuntuknegeri

Jakarta - Mengawali tahun 2020, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si melantik 55 (lima puluh lima) Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional di lingkungan LAN. Pelantikan yang dilakukan di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA pada Senin (6/1) dihadiri oleh pegawai dan pejabat di lingkungan LAN.

Dalam sambutannya Kepala LAN mengungkapkan, pengisian 2 (dua) Jabatan Tinggi Pratama kali ini tidak melalui seleksi terbuka. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil evaluasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), LAN mendapatkan predikat sangat baik dalam pengelolaan Sistem Merit.

“LAN menjadi LPNK yang memiliki hasil pengelolaan Sistem Merit dengan predikat sangat baik bersama dengan 3 (tiga) kementerian lainnya. Berdasarkan hal itu, LAN memiliki keleluasaan untuk mengisi Jabatan Tinggi Pratama di lingkungannya tanpa melalui seleksi terbuka.” ujar Kepala LAN.

Lebih jauh, Kepala LAN juga menyoroti transformasi STIA LAN yang pada tahun 2020 ini menjadi Politeknik STIA LAN yang berada di Jakarta, Bandung dan Makassar. Kepala LAN juga mengamanahkan agar jajaran Politeknik STIA LAN segera melengkapi perangkat-perangkat Politeknik dan menyesuaikannya kebijakan mengenai pendirian pendidikan vokasi.

“Diharapkan dalam 2 ( dua ) tahun masa transisi sejak pelantikan ini, Politeknik STIA LAN diharapkan dapat mempersiapkan dari sisi akademik dan administratifnya, dan memiliki direktur politeknik yang dipilih sesuai statuta” ungkap Adi Suryanto .

Pelantikan ini juga merupakan tradisi tour of duty dan tour of area yang terus dilakukan oleh LAN dengan tujuan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih segar, dinamis dan juga menciptakan budaya organisasi yang baik. (humas)

“Penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence based policy) menjadi tantangan pemerintah dalam memproduksi kebijakan yang berkualitas. Terkait hal ini kehadiran JFAK menjadi bagian dari strategi pengembangan perspektif rasional dalam proses analisis kebijakan berdasarkan bukti-bukti atau evidence base policy. Oleh karenanya, seorang analis kebijakan perlu dibekali dengan kemampuan politis untuk menjual rekomendasi kebijakannya kepada pengambil keputusan.” Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Kajian dan Inovasi LAN, Dr. Tri Widodo, MA pada seminar Nasional "Peran dan Tantangan Analis Kebijakan dalam Meningkatkan Kualitas Kebijakan" di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, kantor LAN Veteran, Jakarta, Jumat (20/12)
Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber yaitu:
1. Prof. Eko Prasojo, Guru Besar Universitas Indonesia;
2. Basuki Purwadi, Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu;
3. Robert Na Endi Jaweng, Direktur Eksekutif KPPOD.

Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa bukan negara besar yang akan mengalahkan negara kecil, atau negara yang kaya sumber daya alam akan mengalahkan negara yang miskin sumber daya alam, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Perubahan terus terjadi, teknologi terus berkembang. Perubahan tidak memiliki kemampuan untuk menunggu mereka yang lambat beradaptasi pada perubahan itu sendiri. Artificial Intelegent, big data, otomatisasi – sebagai penanda Revolusi Industri 4.0 – merupakan hal yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si pada pembukaan Pembukaan RISING Fellowship Programme di Kementrian Luar Negeri Singapura, Senin (18/11).

 “Di satu sisi, tentu segala perkembangan teknologi, otomatisasi memudahkan aktivitas kita sehari-hari, bahkan dapat meningkatkan produktivitas usaha dengan biaya yang lebih efisien. Di sisi yang lain, kita masih tetap memperhatikan kuantitas sumber daya manusia yang kita miliki. Kita harus benar-benar memperhatikan bahwa sumber daya manusia di Kabupaten/ Kota/ Provinsi di Indonesia siap mengalami shifting dari industri konvensional menuju industri yang berbasis digital dan otomatisasi.” ungkap Adi Suryanto.

 Singapura menjadi salah satu negara tujuan benchmarking yang baik dalam merespon Revolusi Industri 4.0. Karena berdasarkan hasil, ‘Readiness for the Future of Production Report’ yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), Singapura adalah satu di antara 25 negara teratas yang mendapatkan keuntungan dari perubahan natur produksi yang di-drive  oleh Industry 4.0.

 “Ekosistem industry yang kuat dan dukungan pemerintah mentransformasi Singapura menjadi digital manufacturing hub dimana ide inovatif dan baru yang sebelumnya adalah barang mewah menjadi massif. Oleh karena itu, banyak best practices yang dapat kita pelajari dari Singapura.”  tambah Kepala LAN.

 Dalam merespon Industri 4.0 tentu perlu kesiapan dari birokrasi juga. Birokrasi harus meninggalkan business as usual agar dapat mendukung Industry 4.0. Birokrasi harus bergerak cepat mengikuti perkembangan. Lembaga Administrasi Negara terus mendorong birokrasi agar responsif dengan perubahan yang terjadi di era IR 4.0 ini, baik melalui pengembangan kompetensi para ASN dan juga mendorong ASN untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat. “Saya yakin bahwa di daerah yang Bapak/ Ibu pimpin juga  melakukan upaya terbaik  dalam merespon IR 4.0 ini” tutup Kepala LAN.

 Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr. Chan Chun Sing menyampaikan bahwa RISING (Republic Of Indonesia And Singapore) Fellowship Programme (RFP) ini merupakan satu milestone dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kerjasama antara Indonesia dan Singapura sudah berjalan dalam berbagai bidang seperti, pertahanan, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya. Hubungan antara Singapura dan Indonesia bukan hanya pada level pemimpin saja. Para pemimpin hanya bisa melakukan apa yang mampu mereka lakukan karena sangat banyak interaksi yang dilakukan pada sektor pelayanan publik dan pertahanan. Dalam sektor ekonomi, Indonesia dan Singapura juga melakukan banyak kerjasama. Baru-baru ini kerjasama Kendal Industrial Park. Pada tahun 1990-an, Indonesia- dalam hal ini Batam dan Bintan- dan Singapura menjalin kerjasama untuk membangun Kepulauan Riau.

 “Ada banyak tantangan yang bisa dipecahkan dengan bekerjasama. Indonesia adalah negara yang berkembang dengan cepat. Pasti membutuhkan solusi untuk permasalahan-permasalahan di perkotaan, seperti power generation, manajemen air, manajemen sampah, kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Singapura sangat senang apabila bisa bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kerjasama dalam pembangunan industrial park, Singapura tidak membangun industrial park yang terisolasi. Singapura membangun lembaga pelatihan dan program pelatihan untuk membantu pekerja Indonesia bekerja di Industrial Park tersebut.” tambah Mr. Chan Chun Sing.

Kegiatan RFP ini merupakan komitmen bersama antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Menteri Lee Hsien Loong sebagai bagian dari kerjasama Indonesia dan Singapura. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Civil Service College dan pembiayaan berasal dari Kementrian Luar Negeri Singapura dan Temasek Foundation Connect. Adapun tema pada kegiatan RFP ini adalah Industry 4.0 Transformation and Investment Promotion” dan dilaksanakan pada tanggal 18-21 November 2019. Hadir sebagai peserta RFP yaitu Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota Batam, Walikota Jambi, Walikota Bogor, dan Bupati Belitung. (humas)Mustofa

Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa bukan negara besar yang akan mengalahkan negara kecil, atau negara yang kaya sumber daya alam akan mengalahkan negara yang miskin sumber daya alam, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Perubahan terus terjadi, teknologi terus berkembang. Perubahan tidak memiliki kemampuan untuk menunggu mereka yang lambat beradaptasi pada perubahan itu sendiri. Artificial Intelegent, big data, otomatisasi – sebagai penanda Revolusi Industri 4.0 – merupakan hal yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si pada pembukaan Pembukaan RISING Fellowship Programme di Kementrian Luar Negeri Singapura, Senin (18/11).

 “Di satu sisi, tentu segala perkembangan teknologi, otomatisasi memudahkan aktivitas kita sehari-hari, bahkan dapat meningkatkan produktivitas usaha dengan biaya yang lebih efisien. Di sisi yang lain, kita masih tetap memperhatikan kuantitas sumber daya manusia yang kita miliki. Kita harus benar-benar memperhatikan bahwa sumber daya manusia di Kabupaten/ Kota/ Provinsi di Indonesia siap mengalami shifting dari industri konvensional menuju industri yang berbasis digital dan otomatisasi.” ungkap Adi Suryanto.

 Singapura menjadi salah satu negara tujuan benchmarking yang baik dalam merespon Revolusi Industri 4.0. Karena berdasarkan hasil, ‘Readiness for the Future of Production Report’ yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), Singapura adalah satu di antara 25 negara teratas yang mendapatkan keuntungan dari perubahan natur produksi yang di-drive  oleh Industry 4.0.

 “Ekosistem industry yang kuat dan dukungan pemerintah mentransformasi Singapura menjadi digital manufacturing hub dimana ide inovatif dan baru yang sebelumnya adalah barang mewah menjadi massif. Oleh karena itu, banyak best practices yang dapat kita pelajari dari Singapura.”  tambah Kepala LAN.

 Dalam merespon Industri 4.0 tentu perlu kesiapan dari birokrasi juga. Birokrasi harus meninggalkan business as usual agar dapat mendukung Industry 4.0. Birokrasi harus bergerak cepat mengikuti perkembangan. Lembaga Administrasi Negara terus mendorong birokrasi agar responsif dengan perubahan yang terjadi di era IR 4.0 ini, baik melalui pengembangan kompetensi para ASN dan juga mendorong ASN untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat. “Saya yakin bahwa di daerah yang Bapak/ Ibu pimpin juga  melakukan upaya terbaik  dalam merespon IR 4.0 ini” tutup Kepala LAN.

 Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr. Chan Chun Sing menyampaikan bahwa RISING (Republic Of Indonesia And Singapore) Fellowship Programme (RFP) ini merupakan satu milestone dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kerjasama antara Indonesia dan Singapura sudah berjalan dalam berbagai bidang seperti, pertahanan, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya. Hubungan antara Singapura dan Indonesia bukan hanya pada level pemimpin saja. Para pemimpin hanya bisa melakukan apa yang mampu mereka lakukan karena sangat banyak interaksi yang dilakukan pada sektor pelayanan publik dan pertahanan. Dalam sektor ekonomi, Indonesia dan Singapura juga melakukan banyak kerjasama. Baru-baru ini kerjasama Kendal Industrial Park. Pada tahun 1990-an, Indonesia- dalam hal ini Batam dan Bintan- dan Singapura menjalin kerjasama untuk membangun Kepulauan Riau.

 “Ada banyak tantangan yang bisa dipecahkan dengan bekerjasama. Indonesia adalah negara yang berkembang dengan cepat. Pasti membutuhkan solusi untuk permasalahan-permasalahan di perkotaan, seperti power generation, manajemen air, manajemen sampah, kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Singapura sangat senang apabila bisa bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kerjasama dalam pembangunan industrial park, Singapura tidak membangun industrial park yang terisolasi. Singapura membangun lembaga pelatihan dan program pelatihan untuk membantu pekerja Indonesia bekerja di Industrial Park tersebut.” tambah Mr. Chan Chun Sing.

Kegiatan RFP ini merupakan komitmen bersama antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Menteri Lee Hsien Loong sebagai bagian dari kerjasama Indonesia dan Singapura. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Civil Service College dan pembiayaan berasal dari Kementrian Luar Negeri Singapura dan Temasek Foundation Connect. Adapun tema pada kegiatan RFP ini adalah Industry 4.0 Transformation and Investment Promotion” dan dilaksanakan pada tanggal 18-21 November 2019. Hadir sebagai peserta RFP yaitu Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota Batam, Walikota Jambi, Walikota Bogor, dan Bupati Belitung. (humas)Mustofa

Segenap pimpinan dan pegawai Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 yang mengusung tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" di halaman Kantor LAN, Jl. Veteran, Jakarta (23/12). Bertindak selaku pembina upacara, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan LAN, Dra. Army Winarti, M.Si yang membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam sambutannya, Army Winarti menyampaikan bahwa perempuan masa kini adalah perempuan yang sadar bahwa mereka mempunyai akses dan kesempatan yang sama atas berbagai sumber daya. Dengan akses yang terbuka, maka diyakini bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya dan mengembangkan segenap potensi dan kemampuannya sebagai motor penggerak sekaligus agen perubahan.