Berita

Di tengan meluasnya pandemi Covid-19 yang memaksa kita untuk bekerja dari rumah (work from home),  Pimpinan Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus memantau kondisi dan kinerja pegawainya melalui program “Kepala LAN Menyapa Pegawai”. 

Dalam kegiatan ini, Kepala LAN didampingi Jajaran Pimpinan Tinggi Madya secara bergiliran menyapa pegawai melalui fasilitas video conference. Setiap pegawai dari seluruh unit kerja berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung, berdialog, dan berbagi pengalaman selama bekerja dari rumah. 

Pimpinan LAN juga mengapresiasi kinerja para pegawai yang meskipun harus bekerja dari rumah, namun seluruh tugas dan fungsi LAN tetap berjalan secara optimal, bahkan cenderung lebih banyak dan lebih cepat daripada kondisi normal. 

“Alhamdulilah semua bisa berkinerja seperti biasanya meskipun dari rumah, dan yang terpenting semua dalam keadaan sehat” ujar Kepala LAN.

 Lebih lanjut Kepala LAN menyampaikan bahwa dalam situasi saat ini, LAN sebagai instansi pembina pelatihan aparatur sipil negara (ASN) dan penyelenggara pendidikan tinggi terapan, dengan cepat melakukan adjustment kebijakan, diantaranya dengan mengubah metode pelatihan dan pendidikan, melalui pembelajaran jarak jauh (distance learning) dengan tidak mengurangi target dan kualitas pembelajaran. Diyakini bahwa pembelajaran jarak jauh ini selain membantu memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, juga menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan kapasitas ASN di Indonesia.

 Dalam lingkup inovasi, LAN juga sedang mengkaji alternatif pelaksanaan Laboratorium Inovasi (Labinov) melalui e-Learning dalam bentuk tutorial/modul-modul serta coaching clinic melalui video conference. Sementara dalam lingkup kajian, LAN terus berkinerja dengan melakukan kajian-kajian yang telah direncanakan dan diskusi-diskusi yang juga dilakukan secara daring.

 Sementara dalam bidang kesekretariatan, meskipun sedang dihadapkan dengan sejumlah keterbatasan namun sebagai supporting unit, sekretariat tetap berkarya dan berkinerja untuk memfasilitasi kelancaraan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Salah satunya dengan menerbitkan kebijakan strategis terkait pengelolaan keuangan di masa pandemi Covid-19 ini. Kebijakan ini urgent dan sangat dibutuhkan oleh unit kerja, sebagai acuan administrasi keuangan.

 Kepala LAN juga menyatakan bahwa saat ini LAN melakukan terobosan dalam memantau kondisi, lokasi dan kinerja pegawainya melalui aplikasi presensi berbasis geographic information system (GIS) yang integrasikan dalam mobile intranet LAN. Melalui aplikasi ini, selain melihat lokasi keberadaan pegawai secara real time dan real location, pimpinan juga dapat memantau kondisi kesehatan dan kinerja harian setiap pegawai. (humas)

Jakarta – Di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta, Lembaga Administrasi Negara (LAN) tetap menyelenggarakan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III melalui model Distance Learning (pembelajaran jarak jauh) dengan memanfaatkan teknologi informasi. Hal itu dilakukan karena LAN tetap berusaha adaptif dalam menjalankan tugasnya untuk mengembangkan kompetensi ASN Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang I Tahun 2020 melalui fasilitas video conference yang diikuti oleh 120 peserta, Senin (13/4).

“Pada situasi yang terjadi sekarang ini kita semua dihadapkan pada sejumlah keterbatasan, namun kita tidak boleh berhenti bekerja, berkarya, dan berkreasi. Untuk itu saya meminta agar semua pelatihan yang memungkinkan untuk diselenggarakan melalui distance learning dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.” tambahnya.
Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan bahwa Latsar ini merupakan sebuah momentum yang penting, karena setiap peserta berasal dari instansi yang berbeda. Sehingga semua peserta latsar dapat menjalin kolaborasi, membangun semangat kebersamaan, sehingga tidak boleh ada lagi yang namanya ego sektoral, silo mentality, dan merasa lebih dari yang lainnya. Kita bangun pemikiran bersama bahwa kita adalah ASN Indonesia yang bekerja untuk satu pemerintah.

“Kita harapkan birokrasi negara kita ke depan akan semakin lebih baik lagi dengan kehadiran ASN muda, kawan-kawan milenial ini dengan membawa perubahan dan percepatan. Namun perlu diingat dan diinternalisasikan bahwa seorang ASN harus memiliki karakter sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat/pemersatu bangsa”, ungkapnya.
Kepala LAN juga menyatakan hadirnya lapisan baru generasi ASN saat ini akan mempercepat apa yang diinginkan oleh pemerintah yaitu membangun birokrasi berkelas dunia pada tahun 2024 sebagai salah satu tujuan dari reformasi birokrasi.

“Saya berharap pada kesempatan ini para peserta Latsar CPNS dapat saling belajar, bertukar pikiran dan pengalaman sehingga nantinya kita dapat berfikir jangka pendek, menengah, dan panjang untuk membangun birokrasi berkelas dunia. Saya berharap semua sehat dan dapat melaksanakan pembelajaran ini dengan bahagia ”, tutup Kepala LAN.

Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang I Angkatan I s.d. III Tahun 2020 ini diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari 5 instansi, yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Arsip Nasional Republik Indonesia, Lembaga Administrasi Negara, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, dan Universitas Negeri Malang).

Turut menyaksikan acara tersebut, Deputi Bidang Penyelenggaran Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed., Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN, Muhammad Taufiq, DEA., Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, LAN Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., JPT Pratama di lingkungan LAN, Para Pejabat Pembina Kepegawaian instansi pengirim peserta, dan Widyaiswara LAN.

Jakarta- Sebagai ujung tombak pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, Widyaiswara (WI) dituntut mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam menghadapi pandemi COVID-19. ASN yang berjumlah kurang lebih 4,2 juta jiwa memiliki hak untuk tetap mendapatkan pengembangan kompetensi 20 JP dalam setahun. Jika hanya mengandalkan metode klasikal, dikhawatirkan hal tersebut tidak akan terpenuhi dengan situasi saat ini yang sedang menghadapi pandemi. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Taufiq, DEA, saat membuka Pelatihan Widyaiswara Berjenjang Tingkat Lanjutan, melalui fasilitas video conference, Senin (6/4).

"Tahun ini LAN telah memiliki Kamus Kompetensi WI yang baru, dimana inti dari perubahan nya adalah menciptakan sebuah instrumen kebijakan yang mampu mendorong peran WI untuk mengembangkan dirinya di era digital" ungkapnya.

Selain kamus Kompetensi WI, menurut Taufiq, LAN juga mengembangkan community of practices WI yang merupakan model pembelajaran yang berbasis pada pertukaran pengalaman dan sharing pengetahuan antar komunitas WI.

“Melalui beberapa inovasi dan terobosan tersebut, diharapkan usaha peningkatan pengembangan kompetensi ASN bagi peserta didik dan fasilitator dapat terpenuhi”, tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Pelatihan Widyaiswara Berjenjang Tingkat Lanjutan ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari 9 (sembilan) orang berasal dari Kementerian/Lembaga dan 21 (dua puluh satu) orang dari Pemerintah Provinsi dan Kota.

Wabah Covid -19 yang kini melanda seluruh belahan dunia telah membawa dampak yang signifikan di semua sektor kehidupan. Meski demikian, birokrasi kita tidak boleh berhenti bergerak dan harus adaptif terhadap perubahan tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap sigap melayani masyarakat di tengah maraknya pandemi. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII melalui fasilitas Zoom Meeting, di Jakarta, Kamis (2/4).

“Dengan adanya wabah ini, sebagai seorang ASN dan juga pemimpin perubahan, kita justru digenjot untuk mencari solusi dengan segala keterbatasan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu” ungkap Kepala LAN di hadapan 60 peserta.

Kepala LAN mengatakan bahwa seluruh dunia kini menghadapi masalah yang sama, baik secara sosial, ekonomi, pelayanan dan sebagainya. Bagi birokrasi kita, tidak ada pilihan lain selain bergerak. Bahkan kita dituntut untuk adaptif dengan situasi yang ada. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang bisa dijadikan panutan, yang mampu melihat permasalahan yang dihadapi bangsa, serta mencari solusi untuk memecahkannya.

“Sebagai pemimpin perubahan harus mampu membaca situasi dan memetakan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk juga instansi yang Bapak-Ibu pimpin. Pemimpin jangan menghindari masalah tetapi sebaliknya mencari solusi dari permasalahan tersebut” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala LAN juga mengatakan bahwa berubahnya skenario PKN menunjukkan respon cepat LAN. LAN memutuskan agar upaya untuk membangun birokrasi profesional terus berjalan dengan memanfaatkan berbagai media teknologi informasi yang ada.

"Memang bukan situasi yang mudah untuk mengambil keputusan ini, tetapi kita selaku pengambil kebijakan akan selalu dihadapkan pada dinamika lingkungan yang tidak bisa diprediksi. Saya berharap para peserta dapat mengambil pelajaran penting dalam situasi seperti saat ini," jelasnya.

Terakhir, Kepala LAN berharap pandemi ini segera berlalu sehingga kehidupan masyarakat kembali normal. Demikian pula nantinya skenario Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang saat ini tengah berjalan di sejumlah tempat.

"Kondisi ini memaksa kita untuk segera belajar dan adaptif. Pelatihan yang biasanya menggunakan metode klasikal, mau tidak mau kini bertransformasi menjadi distance learning. Mudah-mudahan kita bisa belajar banyak dari situasi ini," tutupnya.

Jakarta- Ditengah merebaknya pandemic Covid-19, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerapkan pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh atau Distance Learning, selain bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus korona, metode ini dapat menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan pengembangan kapasitas aparatur sipil Negara (ASN) di Negara ini. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Calon Analisis Kebijakan Angkatan XII melalui fasilitas Zoom Meeting yang diikuti oleh 30 peserta, Senin (30/3).

“Memasuki masa krusial saat ini, ASN jangan tidak berkinerja dan berhenti memberikan pelayanan pada masyarakat, sebaliknya ini menjadi tantangan kita untuk mencari terobosan serta inovasi baru dibidang administrasi publik”

Kepala LAN menambahkan saat ini LAN telah menyiapkan portal web asn-unggul.lan.go.id sebagai Knowledge Management System. Portal tersebut akan digunakan dalam diklat dan juga aplikasi zoom meeting untuk berinteraksi dengan penceramah atau fasilitator”

“WFH atau Work From Home jangan menjadi penghalang dalam menciptakan birokrasi yang professional”, tegasnya Kondisi saat ini menjadi pembuktian bahwa birokrasi kita tetap mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, hal ini sejalan dengan tuntutan birokrasi berkelas dunia yang harus yang adaptive dan agile dalam menjawab tantangan di masa yang akan datang

“Demikian halnya bagi seorang analis kebijakan, ia dituntut untuk mampu menjawab masalah dan isu-isu actual di tengah masyarakat” ungkapnya
Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan formulasi kebijakan tidak berlaku di ruang hampa. Banyak aktor yang terlibat di dalamnya baik pemerintah maupun non pemerintah. Untuk itu, komunikasi memegang peranan yang signifikan dalam konstruksi kebijakan publik.

“Kecakapan analisis tidaklah cukup tanpa didukung dengan kemampuan berkomunikasi dan politis. melalui diklat CAK ini, diharapkan dapat mempersiapkan , membentuk dan meningkatkan kompetensi calon analis kebijakan dalam melaksanakan kajian dan analisis kebijakan secara professional. Saya sangat optimis, bahwa distance learning bukanlah suatu hambatan Saudara sekalian dalam pengembangan kompetensi yang saudara miliki” tutup Kepala LAN.