Strategi pengembangan ASN dalam menghadapi tantangan Global Megatrends 2025

Jakarta - Megatrends 2025 bergerak sangat cepat, yang salah satunya ditandai dengan masuknya pengaruh modernisasi dari dunia barat ke dunia timur, sehingga membuat semua negara saling berlomba mengejar ketertinggalan. Dari sisi pemerintahan, perbaikan terhadap kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan Global Megatrends. Selain pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), inovasi sektor pelayanan publik menjadi upaya lain dalam mengantisipasi perubahan global tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2020 yang diselenggarakan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara melalui fasilitas teleconference, Selasa (9/6).

“Perubahan global yang saat ini terjadi telah menyebabkan dampak terhadap semua sektor. Tidak hanya berimbas kepada lembaga pemerintahan namun juga sektor swasta. Semua pihak pada akhirnya dituntut mengubah cara mereka melakukan bisnis, termasuk membangun strategi dalam menghadapi global megatrends.” tambah Adi Suryanto.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mengantisipasi tantangan tersebut. Hal pertama yang dilakukan adalah mengintegrasikan pelayanan publik yang berbasis teknologi informasi (IT). Hal kedua, menciptakan desain organisasi yang lincah, dan berdasar pada prinsip seluruh instansi serta akuntabel, dan terakhir mendorong ASN mengembangkan diri serta menciptakan budaya inovasi di lingkungan kerjanya.

“ASN harus berpikir logis, kritis, inovatif, dan terus mengembangkan diri berdasarkan semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan global serta revolusi industri 4.0. Menyikapi revolusi industri 4.0, LAN sendiri telah mempersiapkan kanal asnunggul.lan.go.id yang berisi materi pembelajaran dan pelatihan bagi ASN dengan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga ASN dapat mengembangkan kompetensinya dimanapun dan kapanpun.” tambahnya.

Selain itu, menyadari laju gerak perubahan yang kian masif tersebut, selain pengembangan kompetensi aparatur, Adi mengatakan perlunya setiap pemimpin memiliki kemampuan kepemimpinan yang transformasional. Pemimpin harus peka terhadap kondisi eksternal maupun internal organisasi agar mampu menghadapi setiap problematika yang terjadi.

“Pemimpin transformasional juga harus mampu membangun jejaring kerja agar mudah dalam melakukan koordinasi antar lintas instansi,” tutupnya

PKA Angkatan I Tahun 2020 ini diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Hukum Administrasi Negara (Puslatbang KHAN) Aceh. Adapun peserta peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 38 orang dengan rincian Pemerintah Aceh (3 orang), Pemerintah Kabupaten Simeleu (14 orang), Pemerintah Kabupaten Aceh Timur (5 orang), Pemerintah Kabupaten Nagan Raya (5 orang), Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya (5 orang), Pemerintah Kota Tanjung Balai (5 orang), dan Institut Seni Budaya Aceh (1 orang).