Penggunaan Teknologi Informasi Guna Pengembangan Kompetensi ASN

Jakarta - Pemanfaatan teknologi informasi layaknya pedang bermata dua. Hal ini terjadi karena pemanfaatan teknogi informasi yang tepat dapat bermanfaat bagi penggunanya, sebaliknya penggunaan teknologi informasi dapat merugikan penggunanya. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki kompetensi untuk dapat menggunakan teknologi informasi menjadi manfaat, bukan malah terjebak.

“Teknologi informasi khususnya medsos saat ini berkembang luar biasa, tidak ada batas ruang dan waktu. Namun kita jangan sampai terjebak, ASN harus dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik,” ujar Sekretaris Utama LAN RI, Sri Hadiati W.K. dalam sambutannya pada acara Seminar E-Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi dan Daya Saing ASN di Aula Makarti Bhakti Nagari, kantor LAN, Jakarta, Selasa (8/11).

Menurutnya, salah satu penggunaan teknologi informasi yang tepat guna ialah penggunaan teknologi dalam ranah pendidikan, pelatihan dan pengembangan. Pembelajaran jarak jauh atau e-learning diperlukan mengingat jumlah dan kapasitas lembaga diklat yang saat ini ada belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan pengembangan kompetensi ASN di Indonesia. 

“Geografi Indonesia yang sangat luas tidak memungkinkan pengembangan kompetensi melalui cara-cara tradisional. Oleh karenanya e-learning menjadi sangat penting,” jelas Sestama LAN.

Amanat UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN menyebutkan setiap ASN memiliki hak untuk pengembangan kompetensi manajerial, sosial kultural dan kompetensi teknis. Namun dalam pelaksanaannya, Negara melalui lembaga diklat akan membutuhkan alokasi yang cukup besar, baik dari segi sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana.

“Hak bagi ASN 40 jam pelajaran, 50 jam pelajaran, dan lain-lain jika dihitung anggarannya sangat besar, membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu e-learning menjadi salah satu pendekatan alternative yang efektif dan efisien,” lanjut Sri Hadiati.

Lembaga Administasi Negara sendiri tengah menyusun pedoman umum pengembangan kompetensi dan desain pelatihan ASN melalui pembelajaran jarak jauh. Tujuannya antara lain kemudahan mengembangkan kompetensi pegawai ASN, memperluas akses mengembangkan kompetensi ASN serta menambah kemampuan ASN dengan pemanfaatan berbagai media dan sumber pembelajarannya. 

Seminar tersebut menghadirkan narasumber antara lain Kepala Pusat Pengembangan Program dan Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan LAN Renni Suzana, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) di PPPPTK Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Karno Nano, Korea International Cooperation Agency (KOICA) PM. Ji-Ho (Jason) Lim, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BMKG Herizal. (dan/humas)

Last modified on Kamis, 10 November 2016 11:27