Pemangkasan Birokrasi sebagai Upaya Wujudkan Profesionalisme ASN

Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo dan Ma’aruf Amien saat ini terus berupaya mendorong profesionalisme aparatur sipil negara melalui sejumlah langkah strategis. Ada lima langkah yang ditempuh agar birokrasi menjadi lebih dinamis dan profesional. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV melalui teleconference, Rabu (29/4).

“Ada lima skala prioritas yang saat ini menjadi fokus pemerintahan Joko Widodo dan Ma’aruf Amien, yakni pembangunan Sumber Daya Manusia, Pembangunan Infrastruktur, Simplifikasi Regulasi, Pemangkasan Birokrasi dan Transformasi Ekonomi” tambahnya

Khusus di bidang birokrasi, Menteri PANRB mengatakan, fokus utama yang saat ini sedang diselesaikan pemerintah adalah pemangkasan birokrasi. Penyederhanaan birokrasi ini dilakukan untuk meningkatkan efektifitas pemerintahan serta percepatan pengambilan keputusan guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pelayanan publik. Lebih jauh, pemangkasan birokrasi ini juga menjadi upaya merubah pola pikir birokrasi dari yang semula berorientasi pada jabatan struktural menjadi ke jabatan fungsional.

“Saat ini kita fokus pada penataaan kelembagaan dan proses bisnis yang ada dari setiap instansi. Selain itu, dalam rangka implementasi manajemen ASN, kita juga mendorong bagaimana penerapan Manajemen Talenta dan Sistem Merit,” jelasnya.

Tjahjo Kumolo menambahkan, sasaran pokok lain dari Reformasi Birokrasi yang juga menjadi perhatian pemerintah adalah reformasi sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dan reformasi sistem perencanaan dan penganggaran.

“Dua aspek ini menjadi penting karena terkait dengan upaya pencegahan terhadap praktik korupsi dan ikhtiar meningkatkan efektifitas pemerintahan,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto dalam laporannya mengatakan PKN Tingkat I Angkatan XLV dengan tema Pembangunan Berkelanjutan Pasca Covid-19 yang diikuti 41 peserta dari berbagi instansi ini bertujuan untuk membangun kepemimpinan kolaboratif dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.

“Melalui tema ini, diharapkan para peserta nantinya bisa berkontribusi maksimal agar kita bisa membangun kembali bangsa ini pasca Covid-19 dalam berbaga dimensi pembangunan,” jelasnya.

Pembelajaran PKN Tingkat I akan dilaksanakan secara virtual dengan metode Distance Learning (pembelajaran jarak jauh). Peserta mengikuti pembelajaran dari tempat kedudukan masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi (Learning Management Sistem/LMS) dan aplikasi online video meeting/conference.