Menteri PANRB Ajak Peserta PKN Tingkat I Lebih Gesit Beraksi di Tengah Pandemi

Jakarta - Dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumulo, SH mengajak seluruh pimpinan tinggi di jajaran instansi pemerintah untuk lebih gesit dalam bertindak dengan melakukan terobosan-terobosan baru yang berdampak luas bagi masyarakat. Pada masa pandemi ini, birokrasi harus lebih fleksibel dan agile terhadap segala perubahan. Terlebih, saat ini kita dihadapkan pada masa pandemi covid-19 yang memaksa kita agar mampu berpikir dan bertindak secara cepat dan tepat. Hal tersebut disampaikan Menpan RB saat memberikan ceramah umum di hadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XLIV Tahun 2020 di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN Lembaga Administrasi Negara (LAN) Pejompongan, Jakarta, Senin (29/6).

“Dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, kami telah mengeluarkan tujuh kebijakan dalam rentang waktu cukup singkat yang tertuang dalam Surat Edaran terkait penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam masa pandemi menuju tatanan normal baru. Kebijakan tersebut dikeluarkan dengan melihat kondisi perkembangan yang terjadi” ujarnya.

Tjahjo juga menegaskan, hal tersebut dapat diikuti oleh beberapa pimpinan organisasi yang dituntut untuk tanggap dan bertindak cepat ketika dihadapkan pada permasalahan organisasi. Disinilah dibutuhkan pemimpin yang adaptif menghadapi perubahan. Pemerintah juga telah  memiliki target membentuk pemimpin yang memiliki kompetensi paripurna  dalam rangka mewujudkan birokrasi yang unggul dan berkelas dunia (world class bureaucracy) tahun 2024. Sehingga, atas dasar tersebut, Tjahjo mengungkapkan, langkah penting untuk menciptakan ASN yang unggul pasca-pandemi adalah mengubah sistem pengembangan pegawai yang berbasis pada literasi digital.

“ASN harus beradaptasi terhadap perkembangan dunia digital, karena di masa depan sistem kerja pemerintahan akan berbasis pada elektronik. Mulai dari sistem aplikasi perencanaan penganggaran, monitoring dan evaluasi, sistem informasi kepegawaian, e-office dan lain sebagainya” tambahnya.

LAN sendiri telah mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya pengembangan kompetensi ASN masa pandemi. Terobosan yang diambil dalam mewujudkan ASN unggul dengan merubah pola pengembangan kompetensi melalui distance learning dan e-learning.

“Pandemi ini adalah momentum yang tepat bagi LAN untuk terus melakukan langkah-langkah inovatif tersebut, hal ini untuk memastikan pengembangan pegawai tidak terhenti pada masa krisis pandemi saat ini” tutup Menteri PANRB.

Ceramah umum yang dimoderatori oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto ini merupakan kegiatan pembelajaran klasikal pertama yang diselenggarakan LAN pada masa pandemi Covid-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta mewajibkan setiap panitia dan peserta pelatihan untuk menggunakan masker dan penutup wajah (face shield).