Jusuf Kalla: Pejabat Harus Berhati-hati Dalam Memberikan Rekomendasi Pengambilan Keputusan.

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pidato kunci dalam acara Temu Alumni Ikatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (IKA PIMNAS) yang diselenggarakan oleh IKA PIMNAS bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jakarta, Selasa (5/3). 

Dalam kesempatan ini, Wapres juga berdialog secara langsung dengan para alumni. Kepada para peserta yang hadir, Wapres berpesan untuk selalu tertib, berhati-hati dalam memberikan saran maupun rekomendasi dalam pengambilan keputusan. Sebab menurut Wapres pejabat di tingkat Eselon I hingga Eselon II lebih banyak berperan dalam pengambilan keputusan di pemerintahan.

"Sering ada pertanyaan siapa sebenarnya pengambil keputusan di negeri ini? Siapa yang menjalankan negeri ini? Banyak yang mengatakan tentu Pak Presiden yang utama, (lalu) Menteri. Tapi sebenarnya yang mengambil banyak keputusan itu Eselon 1 dan Eselon 2," jelas Wapres.

"Setiap Presiden mau ambil keputusan, tanya menteri (agar) dikaji. Menteri pasti, bikin memo lagi kepada eselon satu sekjen atau dirjen akankah ini sesuai UU aturan yang berlaku," tambahnya.

Dalam acara ini, Kepala LAN, Adi Suryanto didampingi Menteri PAN RB, Syafruddin serta Ketua IKA PIMNAS Bambang Hendroyono berkesempatan menyerahkan buku “Sumbangan Pemikiran” dari Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional  kepada Wakil Pesiden. Pelatihan Kepemimpinan Nasional sendiri merupakan bentuk pelatihan tertinggi bagi pejabat birokrasi di Indonesia.

Setelah pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan Talkshow “Tantangan Kepemimpinan ASN dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas”. Hadir sebagai pembicara Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan materi “Strategi Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Dalam Menciptakan Agile Bureaucracy”, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan materi Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, dan Direktur Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmojo yang menyampaikan materi Tantangan dan Transformasi Kepemimpinan. (humas/reny)

Last modified on Jumat, 15 Maret 2019 17:57