Integritas Rendah, Pemimpin Rentan Tersangkut Kasus Korupsi

"Korupsi terjadi karena adanya kesempatan yang dimiliki pemegang otoritas namun tidak dilandasi dengan integritas. Padahal integritas merupakan kunci penting yang mengendalikan sikap dan perilaku manusia. Pada posisi ini, integritas menjadi poin penting yang harus dimiliki oleh setiap pejabat publik apabila kita ingin efektif dalam memberantas praktek korupsi," kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat memberikan ceramah bertema "Integritas Kepemimpinan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan", kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XLIV, di Lt. 3 Gedung Graha Wisesa, Senin (2/3).

Firli mengungkapkan, fokus pencegahan praktik korupsi yang dilakukan KPK sejauh ini telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp.69,3 triliun. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan nominal jumlah uang negara yang diselamatkan melalui operasi tangkap tangan (OTT).

"OTT sejauh ini berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 1,3 triliun. Itupun diperoleh dari sita, lelang aset dan tangkap tangan. Jadi memang integritas ini yang menjadi benteng utama untuk mencegah terjadinya praktik korupsi," ujarnya

Firly juga menambahkan upaya pencegahan korupsi yang lebih utama lagi adalah melalui komitmen nyata pimpinan untuk memerangi korupsi dan tidak melakukannya, pembenahan sistem dan tata kelola anggaran, serta menerapkan reward dan punishment di lingkungan instansinya.

“Kunci sederhana agar para pemangku kewenangan di pemerintahan tidak tersangkut korupsi sebenarnya ialah memiliki integritas yang tinggi serta tidak mengambil yang bukan haknya” imbuhnya.

Ceramah yang menjadi bagian pembelajaran dalam PKN Tk I Angkatan XLIV ini diharapkan mampu menggugah semangat semua pihak terutama calon pemimpin masa depan untuk menghindari tindak pidana korupsi, terutama bagi jajaran pimpinan tinggi madya yang saat ini sedang digodok untuk menjadi pemimpin berintegritas. (humas)