Distance Learning, Widyaiswara Dituntut Kreatif dan Inovatif

Jakarta - Di masa pandemi Covid-19 dimana semua kegiatan pelatihan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh (distance learning), Widyaiswara dituntut mampu berpikir kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan menyiapkan bahan ajar digital yang berbasis pada teknologi informasi. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Taufiq, DEA saat membuka Community of Practice (CoP) Widyaiswara yang bertema “Pembuatan Video Mudah Tanpa Ribet”, dengan fasilitas video conference, Senin (15/6).

“Memasuki fase new normal, widyaiswara sebagai ujung tombak pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus meninggalkan pola pikir lama, dimana pembelajaran dilakukan bersifat klasikal dan prosedural. Sebaliknya widyaiswara harus dapat menyesuaikan diri dengan tatanan normal baru,” tambah Taufiq.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan tatanan normal baru ini ditandai dengan birokrasi yang lebih fleksibel, dinamis, dan lincah (agile bureaucracy). Dalam dunia pengembangan ASN birokrasi yang lincah ditandai dengan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan (needs driven).

“Jadi, peserta pelatihan harus dapat mengembangkan dirinya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang ia inginkan di manapun dan kapan pun. Disini pentingnya widyaiswara harus mempersiapkan bahan ajar yang berbasis digital” ujarnya.

Taufiq menambahkan, penggunakan cara-cara cerdas (smart power) juga dibutuhkan dalam menghadapi tantangan new normal saat ini, widyaiswara harus bisa memanfaatkan teknologi untuk membuka cakrawala berpikir dan memandang teknologi sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi ASN dimasa mendatang. Smart power ini merupakan cara pengembangan kompetensi ASN yang sifatnya lebih berbasis pada digital literasi, jadi widyaiswara mampu mengolah informasi digital dan menyiapkannya menjadi sebuah bahan ajar yang dapat diakses dengan berbagai media misalnya melalui media sosial, podcast, vlogger weblog dan lainnya.

“Pembelajaran kali ini kita fokuskan pada pembuatan video, nanti akan diajarkan teori praktis dalam mengambil gambar video, mengolahnya serta meng-upload dalam berbagai media. Saya berharap dengan kegiatan ini widyaiswara mampu berpikir secara kreatif, inovatif dan entrepreneur dalam mempersiapkan diri menuju tatanan normal baru, dan tetap berkinerja untuk terus berupaya mengembangakan kompetensi ASN di negeri ini ” tutupnya.

Kegiatan yang di selenggarakan oleh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kompetensi Pegawai ASN ini merupakan forum kedua setelah forum pertama yang diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2020 lalu. Kegiatan ini awalnya dibuka untuk kuota 100 peserta, namun karena animo yang cukup tinggi, akhirnya kegiatan ini diikuti kurang lebih 350 widyaiswara dari seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Taufiq mengharapkan widyaiswara mampu berpikir secara kreatif, inovatif dan entrepreneur dalam mempersiapkan diri menuju tatanan normal baru, dan tetap berkinerja untuk terus berupaya mengembangkan kompetensi ASN di negeri ini, tutupnya.