Corporate University, Jalan membangun ASN Profesional dan Berkelas Dunia

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menekankan pentingnya Corporate University (Corpu) dalam skala nasional untuk memecahkan permasalahan lintas sektoral secara cepat dan efektif. Program Corporate University ini diyakini mampu menjawab kebutuhan setiap Kementerian/Lembaga untuk merespon kebutuhan akan profesionalisme ASN dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat menjadi keynote speech dalam kegiatan Webinar dalam rangka ulang tahun Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ke-37 dengan tema “Corporate University : Membangun ASN Profesional dan Berkelas Dunia” melalui fasilitas video conference, Kamis (28/5).

“Saat ini kita tengah memasuki kondisi lingkungan strategis yang semakin dinamis, penuh ketidakpastian, kompleks dan ambigu atau dikenal dengan istilah VUCA: volatile, uncertain, complex, ambiguous. Oleh karena itu dituntut kesiapan dan persiapan pemerintah untuk menghadapinya. Salah satunya dengan membangun kualitas ASN yang professional dan berkelas dunia,agar mampu menghadapi kondisi lingkungan strategis yang cepat berubah,” ungkapnya.

Kepala LAN menambahkan, upaya tersebut tidak dapat terwujud, jika hanya bertumpu pada tanggung jawab pemerintah pusat. Dibutuhkan dukungan oleh seluruh elemen baik Kementerian, Lembaga sampai dengan Pemerintah Daerah. Salah satu contohnya adalah penanganan kasus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok dianggap telah berhasil melandaikan kurva kasus penyebaran Covid-19 dengan membangun slogan “No One Left Behind”, yang ternyata melalui slogan tersebut mampu menyatukan pemerintah dengan semua stakeholders dan unsur terkait serta segala sumber daya yang dimilikinya dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 tersebut.

“Jadi belajar dari pengalaman China tersebut, kuncinya ialah kerjasama dan menyatukan kekuatan untuk mewujudkan sesuatu hal yang ingin dicapai” ujar Kepala LAN.

Model pengembangan Corporated University awalnya berkembang pada sektor swasta, kemudian diadopsi oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara di Indonesia, baru kemudian masuk pada sektor pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan. LAN telah melakukan Kajian Penyusunan Tata Kelola dan Instrumentasi Penyelenggaraan ASN Corporate University (ASN Corpu). Dalam kajian ini berhasil dirumuskan definisi ASN Corpu, yaitu entitas kegiatan pengembangan kompetensi ASN yang berperan sebagai sarana strategis untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional dalam bentuk penanganan isu-isu strategis melalui proses pembelajaran tematik dan terintegrasi dengan melibatkan K/L/D terkait dan tenaga ahli dari dalam/luar instansi pemerintah

“Dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi, ASN Corporated University dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, dimana untuk kompetensi manajerial dan sosial kultural diselenggarakan oleh LAN, kompetensi teknis diselenggarakan oleh Instansi Teknis dan kompetensi fungsional diselenggarakan oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional” jelasnya.

Lebih jauh Adi menjelaskan, ASN Corpu ini tidak menghilangkan peran lembaga-lembaga pelatihan yang sudah ada, tetapi justru mengorkestrasi gerak lembaga tersebut supaya selaras dan selurus dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

“Diharapkan ASN Corporate University menjadi wadah bagi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dalam melakukan kolaborasi dan akselerasi pengembangan kompetensi pegawainya secara lintas sektor. Dengan kolaborasi semua stakeholders, maka perwujudan ASN profesional dan berkelas dunia dapat diwujudkan,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, webinar ini diikuti oleh 1.000 orang peserta dari berbagai institusi pelatihan dan pengembangan SDM di sektor pemerintahan dan peserta dari BPKP. Hadir sebagai narasumber Director of Evaluation and Reporting, Leadership and Capability, The Australian Public Service Commision, Tim Wardrop, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Umum, Kementerian Keuangan Heni Kartikawati, dan SGM Telkom University Bambang Budiono. (humas)