Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Presiden Joko Widodo berulang kali mengatakan bahwa bukan negara besar yang akan mengalahkan negara kecil, atau negara yang kaya sumber daya alam akan mengalahkan negara yang miskin sumber daya alam, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Perubahan terus terjadi, teknologi terus berkembang. Perubahan tidak memiliki kemampuan untuk menunggu mereka yang lambat beradaptasi pada perubahan itu sendiri. Artificial Intelegent, big data, otomatisasi – sebagai penanda Revolusi Industri 4.0 – merupakan hal yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si pada pembukaan Pembukaan RISING Fellowship Programme di Kementrian Luar Negeri Singapura, Senin (18/11).

 “Di satu sisi, tentu segala perkembangan teknologi, otomatisasi memudahkan aktivitas kita sehari-hari, bahkan dapat meningkatkan produktivitas usaha dengan biaya yang lebih efisien. Di sisi yang lain, kita masih tetap memperhatikan kuantitas sumber daya manusia yang kita miliki. Kita harus benar-benar memperhatikan bahwa sumber daya manusia di Kabupaten/ Kota/ Provinsi di Indonesia siap mengalami shifting dari industri konvensional menuju industri yang berbasis digital dan otomatisasi.” ungkap Adi Suryanto.

 Singapura menjadi salah satu negara tujuan benchmarking yang baik dalam merespon Revolusi Industri 4.0. Karena berdasarkan hasil, ‘Readiness for the Future of Production Report’ yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF), Singapura adalah satu di antara 25 negara teratas yang mendapatkan keuntungan dari perubahan natur produksi yang di-drive  oleh Industry 4.0.

 “Ekosistem industry yang kuat dan dukungan pemerintah mentransformasi Singapura menjadi digital manufacturing hub dimana ide inovatif dan baru yang sebelumnya adalah barang mewah menjadi massif. Oleh karena itu, banyak best practices yang dapat kita pelajari dari Singapura.”  tambah Kepala LAN.

 Dalam merespon Industri 4.0 tentu perlu kesiapan dari birokrasi juga. Birokrasi harus meninggalkan business as usual agar dapat mendukung Industry 4.0. Birokrasi harus bergerak cepat mengikuti perkembangan. Lembaga Administrasi Negara terus mendorong birokrasi agar responsif dengan perubahan yang terjadi di era IR 4.0 ini, baik melalui pengembangan kompetensi para ASN dan juga mendorong ASN untuk menghasilkan inovasi-inovasi berbasis teknologi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, maupun pemberdayaan masyarakat. “Saya yakin bahwa di daerah yang Bapak/ Ibu pimpin juga  melakukan upaya terbaik  dalam merespon IR 4.0 ini” tutup Kepala LAN.

 Pada kesempatan yang sama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr. Chan Chun Sing menyampaikan bahwa RISING (Republic Of Indonesia And Singapore) Fellowship Programme (RFP) ini merupakan satu milestone dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura. Kerjasama antara Indonesia dan Singapura sudah berjalan dalam berbagai bidang seperti, pertahanan, ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya. Hubungan antara Singapura dan Indonesia bukan hanya pada level pemimpin saja. Para pemimpin hanya bisa melakukan apa yang mampu mereka lakukan karena sangat banyak interaksi yang dilakukan pada sektor pelayanan publik dan pertahanan. Dalam sektor ekonomi, Indonesia dan Singapura juga melakukan banyak kerjasama. Baru-baru ini kerjasama Kendal Industrial Park. Pada tahun 1990-an, Indonesia- dalam hal ini Batam dan Bintan- dan Singapura menjalin kerjasama untuk membangun Kepulauan Riau.

 “Ada banyak tantangan yang bisa dipecahkan dengan bekerjasama. Indonesia adalah negara yang berkembang dengan cepat. Pasti membutuhkan solusi untuk permasalahan-permasalahan di perkotaan, seperti power generation, manajemen air, manajemen sampah, kesehatan, transportasi, dan pendidikan. Singapura sangat senang apabila bisa bekerjasama untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kerjasama dalam pembangunan industrial park, Singapura tidak membangun industrial park yang terisolasi. Singapura membangun lembaga pelatihan dan program pelatihan untuk membantu pekerja Indonesia bekerja di Industrial Park tersebut.” tambah Mr. Chan Chun Sing.

Kegiatan RFP ini merupakan komitmen bersama antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Menteri Lee Hsien Loong sebagai bagian dari kerjasama Indonesia dan Singapura. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Civil Service College dan pembiayaan berasal dari Kementrian Luar Negeri Singapura dan Temasek Foundation Connect. Adapun tema pada kegiatan RFP ini adalah Industry 4.0 Transformation and Investment Promotion” dan dilaksanakan pada tanggal 18-21 November 2019. Hadir sebagai peserta RFP yaitu Gubernur Riau, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Walikota Batam, Walikota Jambi, Walikota Bogor, dan Bupati Belitung. (humas)Mustofa

Segenap pimpinan dan pegawai Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 yang mengusung tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" di halaman Kantor LAN, Jl. Veteran, Jakarta (23/12). Bertindak selaku pembina upacara, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan LAN, Dra. Army Winarti, M.Si yang membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam sambutannya, Army Winarti menyampaikan bahwa perempuan masa kini adalah perempuan yang sadar bahwa mereka mempunyai akses dan kesempatan yang sama atas berbagai sumber daya. Dengan akses yang terbuka, maka diyakini bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya dan mengembangkan segenap potensi dan kemampuannya sebagai motor penggerak sekaligus agen perubahan.

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2019 dengan kualifikasi Menuju Informatif. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) Gede Narayana kepada Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si dan disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr KH Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (21/11).


LAN mendapat kualifikasi “Menuju Informatif” berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh KI Pusat. Dalam laporannya, Gede Narayana menyampaikan bahwa pada Tahun 2019, KI Pusat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap 355 (tigaratus limapuluh lima) badan publik di Indonesia. Berdasarkan monev tersebut, diketahui bahwa sebanyak 53,24% badan publik masih dalam kualifikasi “Tidak Informatif”. Hal ini tentu saja menimbulkan keprihatinan, mengingat di era keterbukaan ini, informasi menjadi energi yang mampu mengakselerasi proses pencerdasan bangsa dan menorehkan berbagai perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Oleh karena itu, negara harus hadir dengan semangat keterbukaan dan akuntabilitas yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.


Monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik ini dilakukan melalui verifikasi dan penilaian terhadap beberapa indikator, yaitu pengelolaan website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan bobot nilai 30 persen, pengisian kuesioner yang disertai dengan data dukung dengan bobot sebesar 40 persen dan penilaian presentasi sebesar 30 persen.


Pada kesempatan tersebut Wakil Presiden (Wapres) RI, Prof Dr KH Ma'ruf Amin mengucapkan selamat kepada seluruh penerima anugerah. Menurut Wapres semua lapisan masyarakat harus tahu betapa pentingnya arti informasi. Hak mendapatkan informasi publik dijamin oleh undang-undang sehingga memberikan informasi merupakan kewajiban badan publik. Untuk selanjutnya tantangan ke depan adalah bagaimana badan publik meningkatkan kualitas konten informasi dan meningkatkan literasi masyarakat. (humas)

Jakarta - Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural Aparatur Sipil Negara (Pusbangkom TSK ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima penghargaan sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menpan RB, Tjahjo Kumolo, kepada Kepala Pusbangkom TSK ASN LAN, Caca Syahroni, S.IP., M.Si pada acara Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2019 di Birawa Asemmbly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (10/12).

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) Prof. Dr. KH Ma'ruf Amin yang hadir pada acara tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan akan bergantung pada keberhasilan reformasi birokrasi. Utamanya, pada unit pelayanan yang berdampak bagi masyarakat dan dunia usaha. Tingginya harapan masyarakat akan birokrasi yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN, menuntut perbaikan birokrasi. Menurut Wapres, perbaikan birokrasi perlu dilakukan dengan membangun sistem yang baik sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, murah, tidak diskriminatif, dan berkualitas.

Sementara itu, menurut Kepala Pusbangkom TSK ASN LAN, Caca Syahroni, S.IP., M.Si penghargaan tahap pertama berupa Unit Kerja Pelayanan Berpredikat WBK diharapkan menjadi pemicu semangat dan tekad untuk terus memberikan layanan terbaik dari Pusbangkom TSK ASN LAN, kepada semua stakeholders LAN, baik instansi pusat maupun instansi daerah. (humas)

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerja sama dengan Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) menggelar Kongres Ikatan Widyaiswara Indonesia Tahun 2019. Kegiatan ini diharapkan bisa dijadikan ajang silaturahmi untuk mempererat kerjasama dan persaudaraan bagi para Widyaiswara yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, serta dari berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka rangkaian Acara Kongres Nasional Ikatan Widyaiswara Indonesia Tahun 2019 dan Seminar Nasional Tahun 2019, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Selasa (10/12).

“Harapan kami agar Kongres hari ini akan membuahkan kepengurusan dan program kerja yang aspiratif dan transformatif.” ujar Adi Suryanto.

Kepala LAN juga menambahkan bahwa LAN berusaha menjadi instansi pembina pertama yang meningkatkan dan mempererat kerjasama yang lebih baik dengan organisasi-organisasi profesi yang dibinanya, sesuai dengan amanah PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang mengatur mengenai dukungan dan kerja sama antara instansi pembina dengan organisasi profesi yang dibinanya.

“Ke depan, IWI mempunyai peran strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM untuk mewujudkan Indonesia Maju. Untuk itu LAN berkomitmen untuk terus bekerjasama dan menjadikan organisasi-organisasi profesi yang dibina LAN menjadi mitra setara dalam pengambilan keputusan-keputusan seperti dalam hal standar kompetensi profesi, uji kompetensi, sertifikasi profesi, advokasi, dan pengembangan profesi,” ungkap Kepala LAN.

Pada kesempatan tersebut Kepala LAN juga melantik Pengurus Pusat IWI Periode 2019-2023 yang terpilih dari hasil kongres. Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Keuangan Dr. Boediarso Teguh Widodo, M.E terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IWI Periode 2019-2023. Selain juga juga terpilih Wakil Ketua I Endan Suwandana, ST., M.Sc., Ph.D, Wakil Ketua II Dr.H. Bambang Sugiyono,SE.,M.Si, Wakil Ketua III Ir. Muhammad Maliki Moersid, MCP dan juga Wakil Ketua IV, Jamaluddin Al Afgani, S.Pd., MP.

Sementara itu Ketua Umum IWI Periode 2019-2023 Dr. Boediarso Teguh Widodo, M.E menegaskan di bawah kepemimpinannya DPP IWI akan mengembangkan kepemimpinan yang kolektif dalam pengambilan keputusan dan harus melalui jalan mufakat juga menjunjung tinggi keterbukaan melalui media online maupun offline.

“Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga terutama terkait dengan mekanisme pemilihan pengurus berdasarkan hasil kongres akan kami junjung tinggi. Program kerja terkait kesejahteraan ASN, khususnya kesejahteraan widyaswara juga pasti akan kami jalankan dengan sungguh-sungguh” tambahnya.

Selain menghasilkan kepengurusan baru, Kongres IWI Tahun 2019 juga menghasilkan beberapa rekomendasi seperti LAN dan IWI mendorong secara bersama-sama untuk segera mengeluarkan peraturan LAN mengenai organisasi widyaiswara, menetapkan hari widyaiswara nasional, mengajukan revisi terhadap batas usia pensiun widyaiswara, dan bersama-sama meningkatkan kesejahteraan widyaiswara. (humas)

Jakarta - Mewujudkan pemerintahan yang agile , birokrasi pemerintahan harus terus melakukan pembelajaran berkelanjutan, pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, serta perubahan yang tidak pernah berakhir. Birokrasi pemerintahan juga harus selalu muncul dengan ide-ide baru, pandangan yang segar, melakukan peningkatan secara berkelanjutan, bertindak cepat, beradaptasi dengan fleksibel, dan inovasi kreatif. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, saat memberikan sambutan, sekaligus menutup secara resmi program Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019 di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

“Dengan pembekalan yang diperoleh dari PKN ini, saya berharap sekembalinya saudara-saudara nanti ke instansinya masing-masing dapat mendorong percepatan reformasi pemerintahan kita menjadi pemerintahan yang lebih lincah.” Tambah Menpan RB.

Sementara itu, Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan penghargaan yang tulus, apresiasi, dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap lancarnya penyelenggaraan PKN tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019 ini.

“Kepada para peserta yang sebentar lagi akan menjadi alumni, kami mengucapkan selamat atas keberhasilan Bapak/Ibu mengikuti Pelatihan yang cukup menantang ini, selamat jalan, dan selamat kembali ke tempat tugas masing-masing untuk terus berperan sebagai pemimpin perubahan di instansinya masing-masing.” Tutup Adi Suryanto.

Dalam kesempatan tersebut Menpan RB didampingi Kepala LAN memberikan penghargaan kepada 5 (lima) peserta terbaik dari PKN tingkat I Angkatan XLIII dan PKN Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2019.

Kelima peserta terbaik PKN tingkat I angkatan XLIII dengan kualifikasi sangat memuaskan, yaitu:
1. Dr. Ing. Michael Andreas Purwoadi (BPPT)
2. Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH (Kemendagri)
3. Anwar Sanusi, Ph.D. (Kemendes PDTT)
4. Mukti Juharsa, S.I.K. (POLRI)
5. Dr. H. Suriansyah, M.AP (Pemprov Kalimantan Utara)

Sedangkan kelima peserta terbaik PKN tingkat II Angkatan X dengan kualifikasi sangat memuaskan, yaitu:
1. Dr. Ferry Irawan, SE., M.SE (Kemenko Perekonomian)
2. Kelik Budiana, S.Si., M.Kom (BPPT)
3. Febrinaldi Tridarmawan, S.STP., M.Si (Pemkab Kampar)
4. Bambang Surya Putra, M.Kom (BNPB)
5. Mediheryanto, SH (BKKBN)

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan Festival Inovasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I di Graha Makarti Bakti Nagari, Kampus PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu (4/12). Kegiatan ini merupakan agenda akhir dari serangkaian program Pelatihan Kepemimpinan Nasional bagi pimpinan tertinggi dalam birokrasi. Dalam Festival Inovasi kali ini dipamerkan 34 karya inovasi yang digagas oleh para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIII, baik yang berasal dari instansi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Inovasi yang ditampilkan dalam ajang ini merupakan proyek perubahan yang menjadi output peserta selama pembelajaran dalam PKN Tingkat I.

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala LAN yang diwakili oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed menyatakan bahwa Festival Inovasi merupakan bukti bahwa birokrasi saat ini telah siap untuk segera memperbaiki pelayanan publiknya, yang dimulai dari jabatan tertinggi dalam birokrasi. Diharapkan inovasi-inovasi yang lahir dari para pemimpin perubahan ini dapat menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya inovasi-inovasi lainnya di instansi asal peserta.

“Pameran ini di samping sebagai ajang promosi inovasi, merupakan pembelajaran. Karena para (calon) pemangku jabatan pimpinan tinggi madya diharapkan tidak hanya mampu melahirkan inovasi namun sekaligus dituntut untuk mampu memimpin implementasi inovasi tersebut.” tambah Basseng.

Ke-34 inovasi dari berbagai instansi yang dipamerkan pada Festival Inovasi kali ini adalah:
1. Revitalisasi Akademi Desa 4.0 Sebagai Media Pembelajaran Perdesaan yang Inklusif untuk Mempercepat Literasi Masyarakat Desa
2. Mewujudkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati Sebagai Bandar Udara Aerotropolis Berkelas Dunia
3. Strategi Pola Rekrutmen POLRI Melalui Pemanfaatan Aplikasi e-RIMPOL Sebagai Perwujudan Akuntabilitas dan Transparansi POLRI
4. One e-government Knowledge for All
5. Penguatan e-Ekosistem Inovasi teknologi Sumberdaya Hayati Mendukung Transformasi Bioekonomi menjadi Kekuatan Ekonomi Hijau
6. Membangun Kualitas Data Statistik Sektoral dalam Mendukung Kebijakan Satu Data Indonesia
7. Membangun Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Penyelenggaraan Controlled Delivery Guna Mendukung Pemberantasan Narkoba
8. Kebijakan e-Tourism Pendekatan Inovatif "Sistem Informasi Pariwisata Terpadu (SIRARU) Sebagai Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat
9. Aktualisasi Manajemen Pengelolaan Barang Milik Negara Pada Tata Kelola Aset di Era Industri 4.0
10. Pengelolaan Kinerja di Lingkungam Basarnas Menuju Pegawai yang Profesional dan Bersinergi
11. Peningkatan Kinerja Pengawasan Melalui Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan BUMN
12. Peningkatan Pengendian Penerimaan Pajak Negara Atas Belanja Pemerintah Daerah
13. Dukcapil Digital Perubahan Paradigma Pelayanan dari Manual Menuju Digital untuk Mewujudkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Akurat
14. Membangun Kepemimpinan Kolaboratif POLRI Dalam Manajemen Bencana
15. Membangun Efektifitas Organisasi Polri melalui pembentukan Biro Monev Srena Polri
16. Sinergitas Membangun Sistem Peringatan Dini Guna Mencegah Terjadinya Konflik Sosial Dalam Rangka Harkamtibmas
17. Kebijakan Pengusutan Satgas Pangan Dalam Tata Kelola Pangan Guna Stabilitas Harga di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat
18. Kebijakan Izin Usaha Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Guna Mewujudkan Polri yang Promoter
19. Pengelolaan Keamanan Wilayah NKRI Melalui Pengembangan Kolaborasi Polri
20. Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Dengan Pendekatan Analisis Data Assessment dan Penerapan Metode Post Assessment Development
21. Percepatan Tindak Lanjut Hasil Audit Internal POLRI melalui E-PENGAWASAN
22. Meningkatkan Kualitas Pendataan dan Pelaporan, Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) dengan E-Turjawali
23. Optimalisasi Pencegahan dan Penindakan Illegal Mining Guna Mewujudkan Kemakmuran Masyarakat Indonesia
24. Membangun Sistem PCU - POLRI Coorporate University untuk Meningkatkan Kompetensi Anggota Polri
25. Revitalisasi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Terintegrasi Berbasis Teknologi Informasi Untuk Mendukung Tupoksi Polda Lampung Dalam Meningkatkan Pelayanan Terhadap Masyarakat
26. Intensifikasi Fungsi Intelijen antar Wilayah Guna Efektifitas Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas
27. Penguatan Manajemen Investigasi Bagi Investigator di Komisi Yudisial RI Untuk Menghasilkan Hakim yang Bermartabat, Berintegritas, dan Beretika
28. Kebijakan Pengelolaan Platform Riset Untuk Penguatan Riset dan Inovasi Nasional
29. Akselerasi dan Sinergi Kebijakan Mendukung Manajemen Talenta SDM IPTEK
30. Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi Antara Pemerintah Daerah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Kota Se Jawa Barat dan Pemerintah Pusat (SIRAMPAK SEKAR)
31. Strategi Kaltara Sehat melalui Optimalisasi Layanan Dokter Terbang di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan Provinsi Kalimantan Utara
32. Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Konservasi di Papua Barat
33. Strategi Optimalisasi Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Tentang One Agency One Innovation di Prov. Sumatera Selatan
34. Peningkatan Kinerja PPATK Melalui Transformasi Organisasi yang Adaptif dan Responsif Dalam Era Digital.

Jakarta - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN Jakarta menggelar Wisuda ke-56 Program Sarjana, Wisuda ke-1 Program Sarjana Terapan, Wisuda ke-17 Program Magister dan Wisuda ke-2 Program Magister Terapan, bertempat di Graha Makarti Bhakti Nagari, Kampus PPLPN LAN, Pejompongan, Jakarta. Wisuda ini diikuti 489 lulusan yang terdiri dari 181 wisudawan program magister dan 308 wisudawan program sarjana. Ke-489 wisudawan tersebut akan menambah jumlah lulusan STIA LAN Jakarta yang berjumlah lebih dari 22 ribu alumni.
Ketua STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.Sos., MA berharap para wisudawan dapat terus meningkatkan kapasitasnya. Nurliah mengingatkan bahwa masih ada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yang dapat dicapai oleh para alumni.
Sementara itu, Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menjadi lulusan STIA LAN Jakarta bukan hal yang mudah. Standar mutu seluruh tahapan pendidikan mulai dari input, proses, dan output yang diterapkan cukup tinggi, sehingga dapat dipastikan bahwa yang berhasil lulus adalah para pelayan publik yang memiliki kemampuan akademik, kompetensi teknikal, manajerial dan sosial kultural yang baik.
”Saya berharap dengan gelar yang diberikan, secara otomatis melekat tanggungjawab untuk menjadi pelayan masyarakat, penyelenggara pemerintahan, yang agile, yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis.” ujarnya.
Kepala LAN juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020, STIA LAN secara resmi akan berubah menjadi Politeknik STIA LAN. Perubahan tersebut menjadi lonceng penanda perubahan STIA LAN secara penuh dalam menyelenggarakan pendidikan terapan.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada lulusan dengan prestasi akademik terbaik pada program sarjana, program sarjana terapan, program magister dan juga program magister terapan. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua DWP LAN, Ibu Titin Adi Suryanto dan juga Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM. (humas)

Jakarta - Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si, melepas secara resmi 233 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah selesai mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Gelombang IV Angkatan X, XI, XII, XIII, XIV dan XV, di Graha Makarti Bhakti Nagari, PPLPN LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu (27/11).
"Kalian sebagai generasi penerus bangsa haruslah menjadi yang terbaik. Teruslah menelurkan gagasan, menerapkan kreativitas dan mengembangkan inovasi demi tercapainya tujuan negara ini," ujarnya.

Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang IV ini merupakan gelombang terakhir dari rangkaian penyelenggaraan piloting Latsar Pola Baru yang bertujuan untuk menanamkan karakter dan nilai dasar ASN serta untuk mempersiapkan kader terbaik yang akan menjadi bagian dari talent pool.

Sebanyak 18 peserta berhasil meraih predikat terbaik pada Latsar CPNS Golongan II dan III Gelombang IV ini, yaitu:
Angkatan X:
Peringkat 1: Agnes Puspita Dewi, A.Md.A.P.S - BAWASLU
Peringkat 2: Dani Muliawan, A.Md - BATAN
Peringkat 3: Hendra Saputra,A.Md - BAWASLU

Angkatan XI:
Peringkat 1: Gifari Widi Kurniawan, A.Md.Ak. - BAWASLU
Peringkat 2: Kevin Bonauli, A.Md.Ak. - BAWASLU
Peringkat 3: Robi Sulaiman, A.Md - BATAN

Angkatan XII:
Peringkat 1: Nawang Mega Arum, S.IP. - BAWASLU
Peringkat 2: Satrio Suryo Suseno, S.IP. - BPIP
Peringkat 3: Ayu Vitrian Ningsi, S.H - BAWASLU

Angkatan XIII:
Peringkat 1: Muhammad Fahrudin, S.I.P - BAWASLU
Peringkat 2: Nur Laila Azizah, S.H - BAWASLU
Peringkat 3: Nur Laelatul Rohmah, S.Kom - Kementerian Koperasi & UKM

Angkatan XIV:
Peringkat 1: Hani Fati Zatalini, B.Mktg (Hons) - Kementerian Koperasi & UKM
Peringkat 2: Reza Wisnu Aji, S. Psi - BPIP
Peringkat 3: Neiky Amanati Fitria, SE - Kementerian Koperasi & UKM

Angkatan XV:
Peringkat 1: Desy Arisandi, S.E - Kementerian Koperasi & UKM
Peringkat 2: Yulisa Fringka, S.Sos. - BPIP
Peringkat 3: Siti Sumiarti, S.E - BPIP
.
#LANuntuknegeri