Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Sebagai salah satu upaya untuk memperoleh masukan, saran-saran dan ide mengenai kajian dan inovasi di bidang administrasi negara dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar Stakeholders Meeting Kajian dan Inovasi di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Rabu (12/2).

Dalam sambutannya Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menekankan pentingnya konsep evidence based policy guna menciptakan sebuah kebijakan yang tepat dan menjadi solusi dari permasalahan publik di Indonesia agar agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dapat tercapai dengan optimal. Menurut Kepala LAN, saat ini konsep evidence based policy ini belum memperoleh perhatian yang memadai dari para pengambil kebijakan.

“Minat untuk melakukan riset kebijakan dalam bidang administrasi publik relatif masih rendah. Sedangkan kebutuhan untuk melakukan administrative reform dan governance reform sangat besar. Keberhasilan melakukan administrative and governance reform sangat menentukan kapabilitas negara dan pemerintahnya dalam mengatasi berbagai masalah publik seperti korupsi, kemiskinan, dan kelangkaan kesempatan kerja,” jelasnya.

Adi Suryanto juga mengatakan bahwa unit-unit kelitbangan yang ada masih cenderung berjalan masing-masing sehingga masih sangat banyak ditemukan tumpang tindih hasil kajian dengan tema yang sama antara satu instansi dengan instansi lainnya. Stakeholders Meeting ini diharapkan dapat memfasilitasi para peneliti, agen pelaksana, pemerhati, dan pembuat kebijakan untuk membangun shared understanding tentang isu dan masalah kebijakan dalam reformasi administrasi dan birokrasi, merumuskan agenda riset, dan meningkatkan utilisasi dari riset dalam proses kebijakan.

“Sinergitas kajian kebijakan tidak hanya mengatur upaya untuk mensinkronkan pada fase perencanaan kebijakan saja, namun juga menelisik sejauh mana penataan kajian kebijakan dilakukan dan seberapa bermanfaat hasil kajian kebijakan ditinjau dari kualitas rekomendasi kebijakan dan ketepatan sasaran bagi penerima kebijakan,” tambahnya.

Diakhir sambutannya Kepala LAN menyampaikan harapan agar forum ini dapat menjadi sarana bagi pengembangan reformasi kebijakan yang berlandaskan bukti untuk mengembangkan jejaring dalam mempromosikan penerapan evidence-based policy dan regulatory reform di Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara (DKKIAN), Dr. Tri Widodo W.U, SH., M.A., menyatakan bahwa sejak awal LAN melalui DKKIAN memiliki tujuan untuk mendukung regulatory reform melalui kajian-kajian berbasis kebijakan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang kredibel dan didukung oleh ketersedian SDM Analis Kebijakan yang kompeten sehingga dapat terwujud inovasi kebijakan yang berkesinambungan.

“Kebijakan di sini sebenarnya bukan hanya berupa peraturan, tetapi juga setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya. Oleh karena itu, pusat-pusat di DKKIAN secara bersama-sama bertujuan untuk membangun policy reform menuju kebijakan publik yang unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN, Dr. Agus Sudrajat, MA dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar melalui forum ini LAN juga dapat memperoleh sebanyak mungkin masukan dan saran mengenai pembangunan aparatur negara dalam 5 (lima) tahun ke depan.

“Masukan dan saran tersebut diperlukan bagi kami agar bisa memberikan paling tidak rekomendasi-rekomendasi untuk penyusunan kebijakan terutama dalam rangka mewujudkan ASN Unggul sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk mengefektifkan proses pendalaman masalah dan masukan dari stakeholders, peserta forum dibagi ke dalam dua kelompok sesuai dengan bidang yang diminati, yaitu: kelompok pembahasan kajian administrasi negara dan manajemen ASN yang dipandu oleh Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN Dr. Agus Sudrajat, M.A., Kepala Pusat Kajian Manajemen ASN Dr. Hary Supriadi, SH., Kepala Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto, M.Si., dan Kepala Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Dra. Elly Fatimah, M.Si., serta kelompok pembahasan inovasi administrasi negara dan manajemen ASN yang dipandu oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Dr. Tri Widodo W.U, SH., M.A., Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara Dra. Isti Heriani, MBA., Kepala Pusat Inovasi Manajemen Pengembangan Kompetensi ASN Drs. Seno Hartono, DESS., dan Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Kompetensi ASN Muhammad Firdaus, MBA., PhD. (humas)

Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara Dra. Isti Heriani, MBA melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Pemerintah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, S.Sos, M.Si, di Ruang Pusat Inovasi Administrasi Negara, Kantor LAN Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat, Rabu (12/2). Perjanjian Kerjasama tersebut berisikan tentang Pengembangan Inovasi Daerah pada Pemerintah Kota Probolinggo.

Melalui perjanjian kerjasama ini, diharapkan LAN dapat memberikan pendampingan serta fasilitasi kepada pemerintah kota Probolinggo dalam upaya pengembangan inovasi daerah melalui laboratorium inovasi.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima audiensi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka menginisiasi kerjasama di bidang pengembangan kompetensi dan standardisasi, di ruang Sidang Pimpinan, Kantor LAN, Jalan Veteran 10, Jakarta Pusat , Selasa (11/2).

Dalam sambutannya Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan bahwa LAN mempunyai kewenangan melakukan akreditasi lembaga pelatihan dalam rangka penjaminan mutu yang mengacu pada standar mutu. Kepala LAN berharap agar ke depan, dapat didiskusikan bersama mengenai kriteria standardisasi alat ukur yang ada.

"Nantinya BSN bisa lebih jauh memfasilitasi kami untuk merumuskan standar itu dengan baik. Materi standardisasi ini juga dipandang perlu diberikan kepada para peserta pelatihan kepemimpinan karena bagaimanapun juga dunia usaha akan bersinggungan dengan birokrasi. Standardisasi pada dasarnya adalah ruh setiap pelatihan untuk menghasilkan produk yang berkualitas", tambah Adi Suryanto.

Sementara itu, Kepala BSN Prof. Dr. Bambang Prasetya mengatakan bahwa LAN dan BSN harus bersinergi menyiapkan sebuah sistem agar ASN semakin berkualitas. Nantinya sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo agar ke depannya dilakukan deregulasi, maka standardisasi akan menjadi dasar sistem manajemen.

"Pendekatan kami dengan LAN ada dua. Pertama, agar kurikulum standardisasi dapat diajarkan melalui pelatihan kepada ASN sebagai bekal menjamin sistem kualitas nasional dan yang kedua bersama mengembangkan standardisasi yang sifatnya kelembagaan ", ujar Bambang Prasetya.

Kegiatan audiensi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, Deputi Bidang Penyelenggaran Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed. dan Dr. Ir. Puji Winarni, MA, Sekretaris Utama BSN.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima audiensi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam rangka menginisiasi kerjasama di bidang pengembangan kompetensi dan standardisasi, di ruang Sidang Pimpinan, Kantor LAN, Jalan Veteran 10, Jakarta Pusat , Selasa (11/2).

Dalam sambutannya Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si menyampaikan bahwa LAN mempunyai kewenangan melakukan akreditasi lembaga pelatihan dalam rangka penjaminan mutu yang mengacu pada standar mutu. Kepala LAN berharap agar ke depan , dapat didiskusikan bersama mengenai kriteria standardisasi alat ukur yang ada.

"Nantinya BSN bisa lebih jauh memfasilitasi kami untuk merumuskan standar itu dengan baik. Materi standardisasi ini juga dipandang perlu diberikan kepada para peserta pelatihan kepemimpinan karena bagaimanapun juga dunia usaha akan bersinggungan dengan birokrasi. Standardisasi pada dasarnya adalah ruh setiap pelatihan untuk menghasilkan produk yang berkualitas", tambah Adi Suryanto.

Sementara itu, Kepala BSN Prof. Dr. Bambang Prasetya mengatakan bahwa LAN dan BSN harus bersinergi menyiapkan sebuah sistem agar ASN semakin berkualitas. Nantinya sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo agar ke depannya dilakukan deregulasi, maka standardisasi akan menjadi dasar sistem manajemen.

"Pendekatan kami dengan LAN ada dua. Pertama, agar kurikulum standardisasi dapat diajarkan melalui pelatihan kepada ASN sebagai bekal menjamin sistem kualitas nasional dan yang kedua bersama mengembangkan standardisasi yang sifatnya kelembagaan ", ujar Bambang Prasetya.

Kegiatan audiensi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN, Dr. Muhammad Taufiq, DEA, Deputi Bidang Penyelenggaran Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed. dan Dr. Ir. Puji Winarni, MA, Sekretaris Utama BSN.

Halo #KawanLAN.
Tau ga sih, dalam rentang waktu 2015-2019 kemarin, ribuan inovasi digagas, ribuan peserta pelatihan ASN dibina dan berbagai prestasi telah berhasil diukir loh. Ringkasannya, #KawanLAN silahkan cek di infografis berikut ya.
 

Download

 

 

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Pemerintah Kota Padang Panjang melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Kota Padang Panjang Melalui Penyelenggaraan Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi, Inovasi, Kajian Kebijakan dan Pendidikan Tinggi di ruang Sidang Pimpinan, Gedung B Lantai 2, Kantor LAN, Jakarta (5/2). Kesepakatan bersama ditandatangani langsung oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si dan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, BBA.

Dalam sambutannya Kepala LAN menyampaikan bahwa dalam melakukan inovasi, isu kepemimpinan menjadi sangat penting perannya. Isu Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengetahuan serta pemahaman terhadap inovasi juga menjadi peran penting dalam mengembangkan inovasi. Inovasi tidak menitikberatkan pada besar kecilnya anggaran, namun lebih pada besar kecilnya manfaat yang muncul dari inovasi yang ada. Hal ini dikarenakan situasi di masyarakat yang terus berkembang, sehingga inovasi perlu untuk mewadahi hal tersebut.

Kepala LAN juga menambahkan, bahwa selain berbentuk kebijakan, inovasi juga bisa berbentuk alur yang baik dalam pencapaian visi dan misi.

Lebih lanjut Kepala LAN berharap agar inovasi yang akan lahir dari Kota Padang Panjang bisa menjadi mercusuar inovasi bagi kota lain.
“Semoga dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia pada umumnya dan Kota Padang Panjang pada khususnya” tutup Adi.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Padang Panjang, Fadly Amran mengungkapkan bahwa inovasi lahir bukan karena satu atau dua pemikiran tapi dipicu oleh atmosfer perubahan yang kuat dalam suatu lembaga atau organisasi. Apabila berbicara inovasi, tidak hanya mengimplementasikan tentang apa yang ada di luar untuk kemudian diterapkan dalam lembaga atau organisasi lalu disebut sebagai inovasi. Namun apa yang menjadi keperluan atau prioritas dari suatu lembaga, organisasi, ataupun masyarakat, kemudian dicarikan solusi terbaik untuk mewujudkannya.
“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memunculkan inovasi yang dapat merubah karakter, mindset, dan cara berorganisasi kami di Kota Padang Panjang." tutup Fadly.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH., M.A., Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed., Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A. dan Jajaran Kepala Dinas OPD Kota Padang Panjang.

Jakarta – Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Pemerintah Kota Padang Panjang melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penguatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Kota Padang Panjang Melalui Penyelenggaraan Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi, Inovasi, Kajian Kebijakan dan Pendidikan Tinggi di ruang Sidang Pimpinan, Gedung B Lantai 2, Kantor LAN, Jakarta (5/2). Kesepakatan bersama ditandatangani langsung oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si dan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, BBA.

Dalam sambutannya Kepala LAN menyampaikan bahwa dalam melakukan inovasi, isu kepemimpinan menjadi sangat penting perannya. Isu Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengetahuan serta pemahaman terhadap inovasi juga menjadi peran penting dalam mengembangkan inovasi. Inovasi tidak menitikberatkan pada besar kecilnya anggaran, namun lebih pada besar kecilnya manfaat yang muncul dari inovasi yang ada. Hal ini dikarenakan situasi di masyarakat yang terus berkembang, sehingga inovasi perlu untuk mewadahi hal tersebut.

Kepala LAN juga menambahkan, bahwa selain berbentuk kebijakan, inovasi juga bisa berbentuk alur yang baik dalam pencapaian visi dan misi.

Lebih lanjut Kepala LAN berharap agar inovasi yang akan lahir dari Kota Padang Panjang bisa menjadi mercusuar inovasi bagi kota lain.
“Semoga dengan adanya penandatanganan kerjasama ini, dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan Indonesia pada umumnya dan Kota Padang Panjang pada khususnya” tutup Adi.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Padang Panjang, Fadly Amran mengungkapkan bahwa inovasi lahir bukan karena satu atau dua pemikiran tapi dipicu oleh atmosfer perubahan yang kuat dalam suatu lembaga atau organisasi. Apabila berbicara inovasi, tidak hanya mengimplementasikan tentang apa yang ada di luar untuk kemudian diterapkan dalam lembaga atau organisasi lalu disebut sebagai inovasi. Namun apa yang menjadi keperluan atau prioritas dari suatu lembaga, organisasi, ataupun masyarakat, kemudian dicarikan solusi terbaik untuk mewujudkannya.
“Melalui kerja sama ini diharapkan dapat memunculkan inovasi yang dapat merubah karakter, mindset, dan cara berorganisasi kami di Kota Padang Panjang." tutup Fadly.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM, Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH., M.A., Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed., Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A. dan Jajaran Kepala Dinas OPD Kota Padang Panjang.

Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Colloquium bertemakan “Agenda 2030 and Global Governance in Turbulent Times” di Gedung Makarti Bhakti Nagari Pejompongan Jakarta, Senin (3/2). Hadir sebagai pembicara Senior Researcher and Head of Programme Managing Global Governance, German Development Institute (GDI) Dr. Wulf Rainers, yang menjelaskan beberapa poin terkait tantangan global di era yang penuh gejolak seperti global warming, ecological footprint, agenda PBB untuk SDGs pada tahun 2030, serta peran ASN dan Lembaga Administrasi Negara dalam menghadapi tahun 2030.
Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA dalam sambutannya mengatakan Colloquium kali ini diharapkan menjadi sarana knowledge sharing bagi seluruh sivitas akademia Politeknik STIA LAN Jakarta dan para pihak terkait lainnya.

Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dra. Reni Suzana, MPPM membuka entry meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan LAN Tahun 2019 dan penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Ruang Rapat Administrator Lantai 7, LAN Jakarta, Senin (3/2). Dalam sambutannya, Sekretaris Utama LAN berharap bahwa pemeriksaan laporan keuangan tahun 2019 dapat berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang meningkat serta lebih memuaskan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Lisa Sulistyowati WP, SE., M.Ak. selaku Wakil Penanggungjawab Tim BPK juga menyampaikan bahwa Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun 2019 di lingkungan LAN akan dilakukan melalui tahapan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Adapun pemeriksaan akan dilaksanakan selama 60 hari, dimulai dari 27 Januari hingga 17 April 2020.
.
#LANuntuknegeri