Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Kasih sayang dan perhatian tidak hanya dibutuhkan untuk anak kecil, orang tua yang sudah lansia juga membutuhkannya. Sebagai bentuk kepedulian sosial tersebut, Persekutuan Oikumene Lembaga Administrasi Negara melakukan Bakti Sosial ke Panti Jompo Karya Kasih, Kwitang, Jakarta, Jumat (28/2).

Keceriaan tersirat pada oma-oma yang mengikuti acara bakti sosial tersebut. Tidak hanya itu, mereka pun hanyut dalam berbagai permainan unik yang telah disiapkan panitia. Kegiatan ini diakhiri dengan membagikan santunan serta makan siang bersama.

#lanuntuknegeri

Kepemimpinan merupakan salah satu karakter utama yg harus dimiliki oleh ASN Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan di Era Revolusi Industri 4.0 ini. Tuntutan lingkungan strategis semakin besar, sehingga dibutuhkan peningkatan pelayanan publik yang juga semakin besar. Hal ini berarti harus ada perubahan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan semakin kekinian. Pemenuhan kebutuhan juga tidak hanya berasal dari Pemerintah tetapi juga stakeholders lainnya (masyarakat dan swasta), sehingga pengembangan kompetensi ASN perlu ditingkatkan agar handal dan terampil serta adaptif dan responsif terhadap masalah yg dihadapinya.” Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si pada Ceramah Umum mengenai Strategi Kebijakan Pengembangan SDM dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I-IV Provinsi Banten, di Aula BPSDMD Prov. Banten, Jumat (28/2).

Jakarta - Kebijakan merupakan sebuah rangkaian yang memiliki tahapan proses, terdiri atas agenda setting, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan yang saling berkesinambungan. Namun, seringkali para policy maker terjebak dalam proses formulasi dan implementasi, sehingga abai terhadap proses agenda setting sebagai akar permasalahan mengapa kebijakan tersebut diperlukan dan proses evaluasi kebijakan sebagai tolak ukur untuk mengetahui apakah kebijakan yang telah dijalankan meraih dampak yang diinginkan. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, Dr. Tri Widodo WU, SH., MA., saat membuka Workshop Persiapan Pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) sebagai Komponen Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Nasional Tahun 2020 di Hotel Sparks Luxe, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

"Dalam pengamatan kami hampir mayoritas kebijakan publik di Indonesia tidak mengenal apa agenda settingnya tapi langsung pada formulasi kebijakan. Selain itu, seringkali kita tidak melakukan evaluasi kebijakan, evaluasi dianggap sebagai bagian yang dilakukan menjelang kebijakan itu akan diterminasi," tambah Tri Widodo.

Lebih lanjut, Tri Widodo juga menyampaikan harapannya agar melalui workshop ini Lembaga Administrasi Negara (LAN) dapat memperoleh sebanyak mungkin masukan dan saran dari stakeholders terkait penyempurnaan instrumentasi dan metodologi IKK, sehingga ke depannya, IKK dapat diintegrasikan dalam skor indeks RB.

Workshop yang diadakan dalam rangka penyempurnaan instrumen IKK ini merupakan hasil kerjasama LAN dengan Knowledge Sector Initiative (KSI). Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Analis Kebijakan LAN, Dra. Elly Fatimah, M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Erna Irawati, S.Sos., M.Pol.Adm., Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB, Ronald Andrea Anas, Ak., Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si. Ph.D, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Alimatul Qibtiyah, Ph.D, dan perwakilan dari Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Badan Pusat Statistik (BPS) dan akademisi. (humas)

Jakarta - Dalam upaya mendorong sinergitas kajian kebijakan dan inovasi antar kementerian dan lembaga, Lembaga Administrasi Negara (LAN) kembali menyelenggarakan Stakeholders Meeting Tahap II bertempat di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor LAN, Jl Veteran No 10, Jakarta, Kamis (27/2).

Stakeholders meeting tahap pertama yang telah diselenggarakan pada 12 Februari 2020 lalu telah menghimpun seluruh gagasan, saran dan masukan dari berbagai kementerian/lembaga dan daerah. Sedangkan stakeholders meeting tahap dua ini lebih berfokus pada program LAN yang disesuaikan pada kebutuhan instansi pemerintah dan bermanfaat bagi mitra LAN. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara (DKKIAN) Dr. Tri Widodo WU, MA.

“Hasil yang telah disepakati pada Stakeholders Meeting pertama, kita akan mempertajam pada penguatan kapasitas dalam hal rekomendasi kebijakan, penguatan tata kelola serta penyiapan kader ASN yang handal. Dalam bidang kajian kebijakan terdapat beberapa poin penting yang menjadi perhatian yaitu: kajian kebijakan omnibuslaw dalam bidang administrasi negara, pemindahan ibukota baru, dampak deeselonisasi, revisi UU Pelayanan Publik serta program RB berbasis Outcome” tambah Tri Widodo.

Selain itu, Tri Widodo juga menyampaikan perlunya mensinergikan K/L/D dalam upaya menjamin keberlanjutan inovasi yang telah dihasilkan. Juga diperlukan membangun ekosistem inovasi yang tidak lagi berfokus pada penciptaan inovasi sebanyak-banyaknya, namun lebih kepada membangun satu data inovasi yang dapat diakses secara massif oleh seluruh pemerintah daerah.

Sementara itu, pada sisi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Deputi Bidang Kajian dan Inovasi Manajemen ASN Dr. Agus Sudrajat, MA menyampaikan pemetaaan kebutuhan jabatan fungsional di seluruh Indonesia dalam rangka percepatan pembangunan, mutasi JPT berbasis manajemen talenta, pengembangan dan penyempurnaan metode pembelajaran berbasis e-learning, serta model pengembangan kompetensi P3K.

“Pada tahun 2020 ini, secara khusus kami tengah melakukan kajian kesejahteraan ASN terkait ASN di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), ASN dengan High Risk dan High Performance” tambah Agus Sudrajat.

Stakeholders Meeting Tahap II ini dihadiri oleh beberapa mitra LAN antara lain, Kementerian PAN RB, Kementerian Dalam Negeri, Kemenristek BRIN, Kementerian PPN/Bappenas, dan BKN. Sedangkan dari LAN hadir Sekretaris Utama LAN, Dra. Reny Suzana, MPPM, dan para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan LAN.

Jakarta - Pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi guna mewujudkan World Class Government atau Pemerintahan Berkelas Dunia pada tahun 2024. Kuncinya adalah harus membawa pemerintahan ke dalam smart government dan mengembangkan kompetensi sumber daya manusianya. Salah satunya adalah dengan mencetak pemimpin perubahan yang diharapkan mampu menggerakkan birokrasi ke arah yang lebih baik lagi. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si. saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLIV di Gedung A Lantai 2 Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jl Veteran No 10, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).

“PKN Tingkat I ini didesain lebih cair, bisa dianggap sebagai refreshment bagi para peserta, untuk belajar, berdiskusi bersama-sama dalam komunitas. Dalam pelatihan ini, setiap peserta adalah sumber belajar bagi peserta lainnya. Karena peserta berasal dari beragam latar belakang instansi, kompleksitas permasalahan dan sudut pandang pemecahan permasalahan, maka melalui pelatihan ini nantinya diharapkan dapat menciptakan suatu bentuk kolaborasi yang efektif." tambah Adi Suryanto.

Lebih lanjut, di depan peserta PKN Tingkat I Angkatan XLIV, Kepala LAN memberikan arahan agar peserta selalu berpikir kreatif, berpikir out of the box, menginisiasi gagasan besar dan dapat membuat inovasi. Peserta PKN Tingkat I diharapkan tidak hanya menguasai konsep dan teori, namun harus dapat menjadi pemimpin perubahan yang bisa membawa perubahan di organisasinya.

Menurut Kepala LAN, PKN Tingkat I Angkatan XLIV ini akan memiliki fokus pembelajaran yang tematik, yakni "Mengembangkan Model Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan Daya Saing". Diharapkan PKN Tingkat I ini juga dapat menjadi forum pembelajaran bersama bagi para pemimpin untuk menciptakan perubahan-perubahan yang terstruktur untuk mencapai Indonesia yang berdaya saing.

PKN Tingkat I Angkatan XLIV ini diikuti oleh 40 peserta dimana sebanyak 18 orang berasal dari Kementerian dan LPNK, 5 orang dari Kejaksaan Agung, 14 orang dari Kepolisian Republik Indonesia, 2 orang dari Lembaga Negara dan 1 orang dari Pemerintah Daerah.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM, Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara LAN, Dr Muhammad Taufiq, DEA, Sekretaris Utama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ernadhi Sudarmanto, Ak., M.M., M.Ak, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan LAN, widyaiswara, dan perwakilan instansi pengirim peserta. (humas).

Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerima penghargaan peringkat III "Sangat Memuaskan" kategori Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2019. Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM mewakili LAN menerima penghargaan tersebut (26/2).

Pemberian penghargaan disampaikan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Kearsipan yang diselenggarakan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bertempat di The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah, dari tanggal 25 sd 28 Februari 2020.

Acara Rakornas ini dibuka oleh Plt. Kepala ANRI, Dr. M.Taufik, M.Si, dan dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Walikota Solo, F.X. Rudi Hadyatmo para pejabat pimpinan tinggi dari kementerian maupun LPNK, serta para pejabat dari instansi pusat maupun daerah.(humas).

"Tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah bagaimana nilai-nilai publik sebagai tujuan yang diperjuangkan dapat tercapai. Tantangan itu harus dijawab pemerintah dengan mewujudkan pelayanan masyarakat yang berkualitas."

Hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan II di Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa (25/2).

Pelaksanaan kegiatan yang merupakan kerjasama antara LAN dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. dan diikuti oleh 60 orang peserta yang berasal Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Dalam acara tersebut dilakukan pula pemberian sumbangan kepada anak yatim piatu sebagai cerminan kepedulian aparatur pemerintah kepada masyarakat.