Fusce adipiscing viverra auctor. Integer lacinia blandit est, vitae dapibus justo facilisis consectetur. Praesent lacinia, ante sed tempus convallis.accumsan magna, nec sagittis odio augue id velit.

Website URL: http://themewing.com/

Jakarta- Sebagai ujung tombak pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, Widyaiswara (WI) dituntut mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam menghadapi pandemi COVID-19. ASN yang berjumlah kurang lebih 4,2 juta jiwa memiliki hak untuk tetap mendapatkan pengembangan kompetensi 20 JP dalam setahun. Jika hanya mengandalkan metode klasikal, dikhawatirkan hal tersebut tidak akan terpenuhi dengan situasi saat ini yang sedang menghadapi pandemi. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Taufiq, DEA, saat membuka Pelatihan Widyaiswara Berjenjang Tingkat Lanjutan, melalui fasilitas video conference, Senin (6/4).

"Tahun ini LAN telah memiliki Kamus Kompetensi WI yang baru, dimana inti dari perubahan nya adalah menciptakan sebuah instrumen kebijakan yang mampu mendorong peran WI untuk mengembangkan dirinya di era digital" ungkapnya.

Selain kamus Kompetensi WI, menurut Taufiq, LAN juga mengembangkan community of practices WI yang merupakan model pembelajaran yang berbasis pada pertukaran pengalaman dan sharing pengetahuan antar komunitas WI.

“Melalui beberapa inovasi dan terobosan tersebut, diharapkan usaha peningkatan pengembangan kompetensi ASN bagi peserta didik dan fasilitator dapat terpenuhi”, tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, Pelatihan Widyaiswara Berjenjang Tingkat Lanjutan ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) peserta yang terdiri dari 9 (sembilan) orang berasal dari Kementerian/Lembaga dan 21 (dua puluh satu) orang dari Pemerintah Provinsi dan Kota.

Wabah Covid -19 yang kini melanda seluruh belahan dunia telah membawa dampak yang signifikan di semua sektor kehidupan. Meski demikian, birokrasi kita tidak boleh berhenti bergerak dan harus adaptif terhadap perubahan tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap sigap melayani masyarakat di tengah maraknya pandemi. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII melalui fasilitas Zoom Meeting, di Jakarta, Kamis (2/4).

“Dengan adanya wabah ini, sebagai seorang ASN dan juga pemimpin perubahan, kita justru digenjot untuk mencari solusi dengan segala keterbatasan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu” ungkap Kepala LAN di hadapan 60 peserta.

Kepala LAN mengatakan bahwa seluruh dunia kini menghadapi masalah yang sama, baik secara sosial, ekonomi, pelayanan dan sebagainya. Bagi birokrasi kita, tidak ada pilihan lain selain bergerak. Bahkan kita dituntut untuk adaptif dengan situasi yang ada. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang bisa dijadikan panutan, yang mampu melihat permasalahan yang dihadapi bangsa, serta mencari solusi untuk memecahkannya.

“Sebagai pemimpin perubahan harus mampu membaca situasi dan memetakan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk juga instansi yang Bapak-Ibu pimpin. Pemimpin jangan menghindari masalah tetapi sebaliknya mencari solusi dari permasalahan tersebut” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala LAN juga mengatakan bahwa berubahnya skenario PKN menunjukkan respon cepat LAN. LAN memutuskan agar upaya untuk membangun birokrasi profesional terus berjalan dengan memanfaatkan berbagai media teknologi informasi yang ada.

"Memang bukan situasi yang mudah untuk mengambil keputusan ini, tetapi kita selaku pengambil kebijakan akan selalu dihadapkan pada dinamika lingkungan yang tidak bisa diprediksi. Saya berharap para peserta dapat mengambil pelajaran penting dalam situasi seperti saat ini," jelasnya.

Terakhir, Kepala LAN berharap pandemi ini segera berlalu sehingga kehidupan masyarakat kembali normal. Demikian pula nantinya skenario Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang saat ini tengah berjalan di sejumlah tempat.

"Kondisi ini memaksa kita untuk segera belajar dan adaptif. Pelatihan yang biasanya menggunakan metode klasikal, mau tidak mau kini bertransformasi menjadi distance learning. Mudah-mudahan kita bisa belajar banyak dari situasi ini," tutupnya.

Jakarta- Ditengah merebaknya pandemic Covid-19, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menerapkan pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh atau Distance Learning, selain bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus korona, metode ini dapat menjadi terobosan baru dalam upaya meningkatkan pengembangan kapasitas aparatur sipil Negara (ASN) di Negara ini. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Calon Analisis Kebijakan Angkatan XII melalui fasilitas Zoom Meeting yang diikuti oleh 30 peserta, Senin (30/3).

“Memasuki masa krusial saat ini, ASN jangan tidak berkinerja dan berhenti memberikan pelayanan pada masyarakat, sebaliknya ini menjadi tantangan kita untuk mencari terobosan serta inovasi baru dibidang administrasi publik”

Kepala LAN menambahkan saat ini LAN telah menyiapkan portal web asn-unggul.lan.go.id sebagai Knowledge Management System. Portal tersebut akan digunakan dalam diklat dan juga aplikasi zoom meeting untuk berinteraksi dengan penceramah atau fasilitator”

“WFH atau Work From Home jangan menjadi penghalang dalam menciptakan birokrasi yang professional”, tegasnya Kondisi saat ini menjadi pembuktian bahwa birokrasi kita tetap mampu memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat, hal ini sejalan dengan tuntutan birokrasi berkelas dunia yang harus yang adaptive dan agile dalam menjawab tantangan di masa yang akan datang

“Demikian halnya bagi seorang analis kebijakan, ia dituntut untuk mampu menjawab masalah dan isu-isu actual di tengah masyarakat” ungkapnya
Lebih lanjut Kepala LAN menjelaskan formulasi kebijakan tidak berlaku di ruang hampa. Banyak aktor yang terlibat di dalamnya baik pemerintah maupun non pemerintah. Untuk itu, komunikasi memegang peranan yang signifikan dalam konstruksi kebijakan publik.

“Kecakapan analisis tidaklah cukup tanpa didukung dengan kemampuan berkomunikasi dan politis. melalui diklat CAK ini, diharapkan dapat mempersiapkan , membentuk dan meningkatkan kompetensi calon analis kebijakan dalam melaksanakan kajian dan analisis kebijakan secara professional. Saya sangat optimis, bahwa distance learning bukanlah suatu hambatan Saudara sekalian dalam pengembangan kompetensi yang saudara miliki” tutup Kepala LAN.

Sejalan dengan penggunaan metode distance learning pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XLIV mengikuti Benchmarking dengan metode yang sama ke negara Vietnam. Pada kesempatan kali ini, para peserta mendapat penjelasan langsung dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, H.E Ibnu Hadi terkait "Penguatan Sistem Pelayanan Terpadu", dengan fasilitas Zoom Meeting Selasa (31/3).

Dalam kesempatan tersebut Ibnu Hadi menjelaskan reformasi Birokrasi di Vietnam yang dikaitkan dengan daya saing bangsa, khususnya di bidang kesehatan. Ibnu menjelaskan, pelayanan kesehatan di Vietnam secara struktural sama dengan di Indonesia. Kesehatan saat ini sudah mulai menggandeng pihak swasta. 

Terkait sikap pemerintah Vietnam dalam menghadapi pandemi Covid-19, Ibnu Hadi menjelaskan, pemerintah Vietnam sejak awal kasus Covid-19 sudah melakukan penanganan-penanganan terhadap kemungkinan terburuk. .

"Kebijakan Vietnam, masyarakat hanya diperbolehkan keluar saat kondisi mendesak dan emergency, seperti untuk keperluan makanan. Kemudian ke pabrik karena pabrik masih berjalan. Mereka yang keluar juga tidak boleh lebih dari dua orang jika di luar tempat-tempat umum. Selain itu, pintu perbatasan dengan negara tetangga ditutup sejak 1 April 2020. Sebelumnya hanya perbatasan dengan Cina sekarang sudah termasuk Laos," jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, para peserta juga menggali sejumlah potensi dan iklim investasi yang ada di Vietnam.

Jakarta - Mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bukan penghalang untuk mewujudkan birokrasi di Indonesia menjadi profesional. Berbagai problematika yang muncul justru menjadi tantangan untuk diselesaikan agar birokrasi semakin matang.

Di tengah masa pandemi COVID-19, Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengambil kebijakan untuk tetap menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan sebagai wujud tanggung jawab LAN dalam mengembangkan kompetensi manajerial para pemimpin birokrasi. Pandemi COVID-19 ini membuat LAN mengambil langkah cepat dengan menerapkan kelas pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi. Hal tersebut disampaikan Kepala LAN Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI Kementerian Perhubungan melalui fasilitas Zoom Meeting, Selasa (31/3).

"Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan ini menjadi Pelatihan Kemimpinan Nasional perdana yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (distance learning). Ini merupakan tanggung jawab LAN dalam merespon berbagai tuntutan masyarakat," jelasnya.

Kepala LAN mengatakan, tantangan yang dihadapi birokrasi di Indonesia saat ini tidaklah mudah. Bahkan, dalam RPJM sudah disebutkan bahwa birokrasi Indonesia harus segera bertransformasi menjadi birokrasi berkelas dunia agar mampu meningkatkan posisi daya saing negara di semua level. Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Sementara itu, Pelaksanan Harian Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan yang juga Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan, I Gede Pasek Suardika dalam sambutannya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan LAN kepada Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II.

"Saya mengapresiasi langkah cepat LAN dalam merespon situasi yang ada. Bahkan dalam tempo yang cepat, LAN juga mengeluarkan Surat Edaran tentang Panduan Teknis Penyelenggaraan Pelatihan dalam Masa Pandemi COVID-19 dan terus berkoordinasi dengan kami melalui berbagai platform aplikasi yang ada," pungkasnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan VI Kementerian Perhubungan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari Kementerian Perhubungan, LAN, Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, dan Pemerintah Kabupaten.
Hadir dalam zoom meeting tersebut, Sekretaris Utama LAN Dra. Reni Suzana, MPPM, dan juga Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN, Dr. Basseng, M.Ed.

Video bisa disaksikan disini:

https://youtu.be/S08c9PyyAW4

Halo #KawanLAN.

Masmin mau share info nih untuk #KawanLAN semuanya, siapa saja sih yang perlu memeriksakan diri ke rumah sakit terkait pandemi Virus Corona?
Yuk, simak infonya di infografis berikut

Jangan lupa, tetap waspada dan jaga kesehatan ya #KawanLAN

 

 

 

Halo #KawanLAN 

Pada saat konferensi perstanggal 15 Maret 2020 yang lalu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menghimbau agar masyarakat bekerja dari rumah.

Cara ini digunakan untuk meminimalisir penyebaran infeksi Virus Corona 

Lalu bagaimana sih cara bekerja dari rumah agar aman, nyaman, tetapi tetap produktif?

Yuk simak panduannya di infografis berikut ini

 

 

Halo #KawanLAN

Memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi penyebaran VirusCorona di wilayah Jabodetabek yang masif, maka diinformasikan kepada seluruh stakeholder LAN Jakarta, bahwa dari tanggal 19 Maret hingga 31 Maret 2020, seuruh pegawai LAN jakarta bekerja dari rumah.

Namun jangan khawatir ya #KawanLAN, segala jenis pelayanan tetap dilakukan melalui teknologi informasi

Halo #KawanLAN. 

Di tengah pandemi Virus Corona yang saat ini terjadi, tetap waspada dan tanggap atas kondisi diri sendiri dan lingkungan sekitar ya.

Lakukan isolasi dirisendiri agar menekan jumlah penyebaran infeksi Virus Corona. Nah, untuk lebih jelasnya, #KawanLAN bisa simak infografis berikut ini ya.