Jakarta - Kebijakan tentang reformasi sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia sejatinya telah dipersiapkan secara bertahap, jauh sebelum  tatanan baru (new normal) muncul. Adanya pandemi Corona Virus Disease (COVID-19), mengharuskan ditambahkannya protokol kesehatan dalam sistem kerja tersebut. Sebagai konsekuensinya, perlu diantisipasi dengan cepat, pengaturan tentang sistem kerja yang fleksible (flexible working arrangement), penyesuaian manajemen sumber daya manusia, dan penerapan protokol kesehatan serta peningkatan dukungan infrastruktur. Terkait hal tersebut, maka LAN perlu terus melakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi ASN sehingga dapat bekerja dengan cepat, tanggap, berani dalam mengambil keputusan, serta selalu mencari terobosan-terobosan baru.  Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, SH saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar Kemitraan LAN dan Tanoto Foundation Seri I dengan tema “Jalan Menuju ASN Unggul Pasca Pandemi” yang ditayangkan secara virtual melalui aplikasi Zoom, Youtube Lembaga Administrasi Negara RI dan disiarkan langsung oleh Radio MNC Trijaya Network.

“Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tatanan normal baru (New Normal) memiliki tantangan tersendiri, dengan keluarnya kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN RB) Nomor 58/220 tentang sistem kerja pegawai ASN dalam tatanan normal baru memberikan kesempatan ASN untuk menyesuaikan sistem kerjanya. Hal ini untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang produktif dan aman dari virus corona.” tambah Menpan RB

Lebih lanjut Tjahjo menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 sangat multidimensional, termasuk dalam pemerintahan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelaksanaan transformasi penyelenggaraan pemerintahan dalam hal pelayanan publik dalam kenormalan baru. Penguatan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka pelaksaaan transformasi penyelenggaraan pemerintahan, salah satunya adalah reformasi pelayanan yang semula dilakukan secara tatap muka bertranformasi menjadi layanan online. Oleh karena itu, perlu didorong infrastruktur TIK menuju kenormalan baru tersebut.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Adi Suryanto, M.Si menggarisbawahi yang disampaikan oleh Menteri PANRB bahwa Reformasi Birokrasi (RB) tetap berjalan, ada ataupun tidak ada pandemi COVID-19. Menurutnya, dengan adanya pandemi membuat tantangan pengelolaan negara menjadi lebih kompleks. Oleh karenanya, birokrasi harus lebih agile, cerdas dan unggul. Adi mengingatkan, pemerintah punya target jangka pendek yaitu terwujudnya World Class Bureaucracy pada 2024. Oleh karenanya perlu mencari terobosan strategi dalam meningkatkan kompetensi ASN secara lebih cepat. Pandemi COVID-19 menjadi momentum emas dalam melakukan redesign strategi pengembangan kompetensi ASN. Ia juga memaparkan sederet langkah strategis untuk mewujudkan ASN yang unggul, seperti mengubah pola-pola pengembangan kompetensi yang bersifat klasikal menjadi pola-pola yang inovatif seperti melalui blended learning, distance learning, dan e-learning. Adi juga mengatakan bahwa saat ini LAN sedang mengembangkan ASN Corporate University sebagai salah satu metode  pengembangan kompetensi ASN yang terintegrasi. LAN saat ini juga sedang mengembangkan aplikasi ASN Unggul yang mendorong lembaga-lembaga pelatihan pemerintah untuk mengembangkan program-program pelatihan berbasis e-learning, yang nantinya dapat diakses oleh seluruh ASN Indonesia. 

Lebih jauh Adi menambahkan bahwa LAN juga mendorong tumbuh kembangnya inovasi sektor publik. Ia mencatat, selama lima tahun terakhir, telah tercipta lebih dari 36 ribu inovasi sektor publik yang dikembangkan oleh ASN. Inovasi ini terlahir dari program-program pelatihan yang dikembangkan, yang mensyaratkan ASN peserta pelatihan untuk mengembangkan inovasi pada unit/instansinya. Selain itu, dikembangkan pula laboratorium inovasi, yang secara konsisten mendorong tumbuh kembang inovasi di berbagai instansi pemerintah. 

Sementara pada sesi selanjutnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, M.SIS mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 mampu merubah tatanan dunia hanya dalam waktu 3 bulan. Dengan adanya covid-19 ini ASN kita dipaksa untuk beralih dari era revolusi industry 4.0 ke era Society 5.0. 

“Pada dasarnya tidak jauh berbeda antara revolusi industri 4.0 dengan era society 5.0.  Jika industri 4.0 memudahkan untuk mengakses dan membagikan informasi di internet, maka society 5.0 menjadikan teknologi menyatu dengan manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sebagai informasi melainkan telah menjadi roda kehidupan publik.” ujarnya.

Kondisi demikian memiliki dampak perubahan yang signifikan bagi ASN antara lain penerapan lingkungan kerja digital, pengelolaan big data dalam pengambilan keputusan, serta pengembangan profesionalitas secara mandiri (self development).

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM juga memberikan pengalaman dalam upaya mempersiapkan aparaturnya dalam kenormalan baru. Menurutnya, peran pimpinan daerah sangat penting yaitu harus bisa menjadi role model untuk selalu menjaga keharmonisan dalam memimpin dan menjadi sumber inspirasi yang mendorong tumbuhnya kreatifitas inovasi dikalangan  ASN. Ia mencontohkan salah satu inovasi yang berhasil dilakukan pada masa pandemi ini, yaitu pasar tani online yang mengkolaborasikan ojek online lokal dengan pasar tradisional untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banggai dapat diminimalisir.

Membahas paparan narasumber dalam seminar ini, pakar kebijakan Publik UGM, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si mengungkapkan bahwa upaya pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas ASN di masa pandemi Covid-19 perlu memperhatikan beberapa hal antara lain  insfrastruktur  layanan internet yang mumpuni dari Sabang sampai Merauke serta kemampuan ASN dalam pengoperasiannya.

“Jadi tantangan mendasar manajemen ASN menuju digital government antara lain keterampilan penguasaan teknologi digital, ketersediaan jaringan internet, kejelasan penugasan dan tanggung jawab serta adanya kebijakan yang mendukung” tambah Hadna.

Pada kesempatan yang sama Global CEO Tanoto Foundation Dr. J. Satrijo Tanudjojo menyampaikan bahwa sekarang Indonesia masih dalam kondisi transisi untuk menuju new normal, belum di dalam kenormalan yang baru. Jadi semua lapisan masyarakat harus berpartisipasi membentuk kenormalan baru yang berada di masa depan. Nantinya banyak hal-hal yang sebelumnya masih belum dimaksimalkan, harus dipertajam. Seperti misalnya penguasaan dan pengadaan teknologi dan informasi. Dengan demikian akan ada tuntutan-tuntutan baru yang lebih intens terhadap ASN.

“Saya berharap dengan adanya webinar ini kualitas pelayanan publik di Indonesia tetap terjaga atau bahkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mengakselerasi reformasi birokrasi di era kenormalan baru.” tutup Satrijo.

Acara yang dimoderatori oleh Yanuar Nugroho Ph.d ini merupakan seri pertama yang merupakan kerjasama antara LAN dengan Tanoto Foundation. Rencananya, kegiatan webinar ini akan rutin diselenggarakan dan dikemas menjadi beberapa seri seminar yang akan memberikan gambaran terperinci tentang tahapan (roadmap​), prasyarat, ekosistem, social engineering dan perwujudan ASN unggul yang perlu dilakukan dalam mewujudkan birokrasi di era normal baru.(humas)

Silahkan unduh Annual Report LAN 2018 disini >>>> AR LAN 2018

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara (LAN) melaksanakan orientasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) LAN tahun 2020 di Ruang Corpu, Kantor LAN, Jakarta, Senin (20/1). Penerimaan CPNS lulusan Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam Program Kemenkeu Leaders Factory beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya Sekretaris Utama LAN, Dra. Reni Suzana, MPPM mengenalkan budaya kerja di LAN berdasarkan 4 nilai dasar yang dimiliki oleh LAN yaitu integritas, profesional, inovatif dan peduli.

“Integritas meliputi kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, memegang amanah. Profesional yang berarti bekerja secara bertanggungjawab dan sesuai dengan kompetensi. Inovatif, mampu berpikir kreatif dan beradaptasi dengan perubahan. Peduli, memiliki kepedulian akan sesama pegawai LAN.” tambah Reni.

Sestama LAN berharap nantinya para CPNS ini mampu segera melebur dan beradaptasi dengan budaya kerja di LAN.

“Anggap ini sebagai rumah baru kalian, karena kita ingin siapapun yang ada di dalamnya merasa nyaman. Perubahan itu terjadi dari waktu ke waktu, dan bukan LAN namanya kalau kaget dengan perubahan. Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat datang di rumah perubahan” tutup Sestama.

Dalam kesempatan itu hadir pula Kepala Biro SDM dan Umum, M. Yusuf Gunawan Idris, S.IP.,ME, Kepala Bagian Keuangan Dwi Ariany, S.Sos., M.Si. dan juga Kepala Bagian Sumber Daya Manusia, Awan Hari Murtiadi, S.E. (humas)

Jakarta - Sepanjang Tahun 2019 telah banyak capaian kinerja, prestasi dan inovasi yang telah dihasilkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN), namun seringkali kurang terdengar gaungnya. Oleh karenanya perlu peningkatan publikasi berbagai hasil kinerja dan prestasi LAN melalui berbagai media. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si pada acara Forum Refleksi dan Pembangunan Kesepahaman Awal Tahun 2020 di Aula Prof. Dr.Agus Dwiyanto, MPA, Jumat (10/1).

“Pelaksanaan tugas LAN dalam perjalanan pembangunan bangsa tidak cukup hanya sebatas didokumentasikan saja, tetapi juga harus dikemas dalam bentuk yang menarik dan publikasikan kepada khalayak luas” ungkap Kepala LAN.
Kepala LAN juga meyampaikan, bahwa LAN memiliki tugas dan fungsi strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Indonesia. Sejalan dengan hal itu, LAN terus berkontribusi secara aktif melalui berbagai hasil kajian kelembagaan, laboratorium inovasi serta pembaharuan kebijakan di bidang pendidikan dan pelatihan mengikuti perkembangan yang ada saat ini.


“Acara hari ini menjadi refleksi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja serta memantapkan diri memasuki tahun 2020 dengan optimis dan mampu menorehkan prestasi yang lebih baik lagi” tambah Adi Suryanto.

Dalam kesempatan ini Kepala LAN mengapresiasikan berbagai capaian yang telah dihasilkan selama tahun 2019. “Pertahankan dan tingkatkan prestasi yang telah diraih, juga torehkan prestasi di bidang lain. Untuk unit lainnya penghargaan ini harus dijadikan motivasi untuk berkinerja dengan sungguh-sungguh di tahun ini” tutup Adi Suryanto.

Kegiatan ini diisi oleh berbagai kegiatan menarik diantaranya gowes sepeda dan senam bersama, pemberian penghargaan untuk unit yang berprestasi, nonton bareng kaleidoskop LAN 2019 serta doorprize yang ditunggu-tunggu oleh seluruh pegawai.


Penghargaan unit-unit berprestasi antara lain :
1. Penghargaan atas pencapaian hasil pengawasan kearsipan tahun 2019 dengan nilai “AA” kategori Sangat Baik kepada Bagian Arsip dan Dokumentasi;
2. Penghargaan atas keberhasilan meraih Juara Harapan III dalam Pemilihan Unit Kearsipan LPNK Terbaik Nasional Tahun 2019 kepada Bagian Arsip dan Dokumentasi;
3. Penghargaan atas penerapan sistem merit dalam manajemen ASN dengan nilai 357,5 dan indeks 0,89 dengan kategori IV (Sangat Baik) kepada Bagian Sumber Daya Manusia;
4. Penghargaan atas pencapaian Hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik Tahun 2019 dengan kategori “Menuju Informatif” kepada Bagian Humas dan Protokol;
5. Penghargaan atas pencapaian Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik tahun 2019 dengan hasil indeks pelayanan publik 3,92 dengan kategori B (Baik) kepada STIA LAN Jakarta;
6. Penghargaan atas pencapaian sebagai Unit Kerja Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) kepada Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural;
7. Penghagaan atas pencapaian Juara III bidang pengelolaan barang milik negara tahun 2018 kategori Sertifikasi BMN untuk Kelompok K/L dengan 10 satuan kerja kepada Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan BMN;
8. Penghargaan atas pencapaian Peringkat III dalam Lomba Klinik Pratama Sehat Tingkat lembaga tahun 2019 kepada Bagian SDM;
9. Penghargaan atas pencapaian Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian PANRB kepada Pusat Inovasi Administrasi Negara.

Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menargetkan untuk terwujudnya Indonesia Emas pada 2045. Untuk itu, sumber daya manusia hingga sistem birokrasi penunjang roda ekonomi harus mulai ditata. Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mutu serta daya saing tinggi juga harus sudah mulai dipersiapkan. Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan pengkajian, pendidikan, dan pelatihan ASN mencoba mendesain program sekolah kader sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan SDM unggul, yang berkompetensi tinggi. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN, Dr. Basseng, M.Ed pada Seminar Nasional Sekolah Kader "Peran Strategis Sekolah Kader Dalam Menyiapkan ASN Unggul Menuju Indonesia Emas 2045", bertempat di Gedung A Lantai 2, Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

"Dalam konteks manajemen sumber daya manusia itulah kita mengadakan seminar nasional ini yg difokuskan pada sekolah kader. Kita barangkali sudah mendengar di dalam manajemen dikenal kata bijak bahwa sumber daya yang lainnya hanya bisa menghadirkan kemungkinan-kemungkinan, tetapi hanya sumber daya manusia yg dapat mewujudkan kenyataan," ungkap Basseng.

Basseng menambahkan di periode kedua Presiden Joko Widodo telah menunjukkan pemilihan SDM unggul yang ditempatkan dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju dan lingkaran kepresidenan. "Alhamdulillah pemerintah Jokowi dan Ma'ruf sudah memulai. Kita mengetahui sudah banyak talenta di birokrasi sudah banyak direkrut, Mendikbud adalah talenta yang sudah menunjukkan keberhasilan di dalam bisnis, muda-mudahan talenta-talenta berikutnya bisa masuk di dalam sektor publik, supaya kemudian menjadikan NKRI mewujudkan visi Indonesia emas pada tahun 2045," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang Pengembangan Karakter ASN Pusat Pengembangan Kader ASN Dadan Sidqul Anwar menjelaskan terdapat beberapa konstruksi yang digunakan dalam membuat kurikulum pelajaran sekolah kader. Seperti, ASN harus dididik memiliki integritas yang tinggi. "Diharapkan kemampuan yang tinggi dapat digunakan untuk melayani rakyat," ujar Dadan.

Selain itu, sekolah kader nantinya akan mendidik ASN memiliki manajemen kepimpinan yang baik. Sebagai calon pemimpin dituntut dapat memberikan keputusan cepat dan terukur, meski dalam kondisi tak menentu. Menjadi leader di dalam ketidakpastian, tidak hanya menggunakan rasionalitas tapi irasionalitas," tuturnya.

Sementara itu menurut Direktur Aparatur Negara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Tatang Muttaqin, kurikulum sekolah kader ASN harus mengikuti perkembangan zaman. Utamanya materi tentang digitalisasi. Harus ada penekanan dalam digitalisasi dan materi-materi yang bisa melengkapi skill peserta diklat untuk memperkuat kemampuan tersebut.

“Materi tentang sistem digital sangat penting bagai ASN di era sekarang. Presiden Joko Widodo berulang kali menekankan rencana pemerintah mengalihkan pelayanan publik menjadi digital.” tutup Tatang Muttaqin. (humas)

Jakarta - Memeriahkan Peringatan Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) 2019, Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar serangkaian kegiatan olah raga dari hari Jum’at s.d. Senin, 6-9 September 2019 di Kantor LAN, Jl. Veteran No. 10 Jakarta Pusat.

Kegiatan dimulai dengan program Energy Leadership, yaitu latihan pengolahan energi bagi para pejabat struktural dan fungsional di Lingkungan LAN.  Dalam kegiatan pengolahan energi ini, para peserta dilatih untuk mengolah nafas dan gerak tubuh agar dapat menghasilkan energi optimum bagi peningkatan produktifitas dan kinerja kepemimpinan.

Selanjutnya pada puncak Peringatan Haornas 2019 yang jatuh pada hari Senin (9/9), dilakukan Upacara Bendera yang seluruh petugasnya adalah para pejabat administrator dan pengawas di lingkungan LAN. Acara kemudian dilanjutkan dengan Gowes Bareng para pimpinan dan pegawai LAN, Senam Bersama, Lomba Baris Berbaris dan Lomba Tenis Meja. Suasana semakin meriah dengan dilakukannya kegiatan untuk mempererat kebersamaan keluarga besar LAN, seperti Lomba Balap Karung, Lomba Gaple dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Rangkaian keseruan kegiatan Haornas 2019, selanjutnya ditutup dengan ramah tamah dan keakraban Pimpinan dan Pegawai LAN, dilanjutkan penyerahan hadiah-hadiah lomba, hiburan dan pembagian doorprize. (Humas)

Jakarta - Pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya saing. Namun upaya pencapaian tersebut menghadapi berbagai tantangan, salah satunya dalam peningkatan kualitas SDM Aparatur.

 “Salah satu tantangan yang kita hadapi saat ini, adalah kualitas SDM Aparatur yang masih jauh dari harapan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan ASN, dimana sebanyak 46% diantaranya masih memiliki pendidikan SD, SMP dan SMA” ungkap Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto, M.Si dalam Upacara Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama, di Aula Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Jakarta, Rabu (4/9).

 Menurut Kepala LAN, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Widyaiswara merupakan ujung tombak peningkatan kualitas SDM Aparatur. Oleh karenanya, BPSDM dan Widyaiswara dituntut tidak lagi hanya berfokus pada pendidikan yang bersifat klasikal tetapi juga mengembangkan pendidikan nonklasikal serta pemanfaatan teknologi informasi melalui e-learning.  Widyaiswara juga harus menjadi inspirator perubahan dengan membuat terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan mutu pembelajaran, kurikulum, bahan ajar dan sebagainya” tambah Kepala LAN.

 Kepala LAN berharap, dengan kolaborasi yang kuat antara BPSDM, Widyaiswara, serta LAN sebagai unsur pembina dan penyelenggara pelatihan, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ASN yang berkelas dunia dengan berbagai kompetensi keahlian yang mengikuti perkembangan jaman.

 “Kita perlu mengubah kultur dan pola pikir, serta mental blok dalam birokrasi.  Kita buka wawasan baru dan cara berpikir baru bahwa kita berada dalam pemerintahan yang sama dan saling melengkapi satu sama lain (whole government)” tutup Kepala LAN.

 Dalam kegiatan ini, Kepala LAN secara resmi melakukan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama kepada sebelas orang widyaiswara, yang sehari sebelumnya telah melakukan Orasi Ilmiah. Adapun kesebelas widyaiswara tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Abubakar Almahdali, SE, M.Si (BPSDM Pemprov. Sulawesi Tengah)
  2. Dr. H. Farhat Syukri, SE, M.Si (BPSDM Provinsi Sumatera Selatan)
  3. Ir. Soma Trenggana, M.App.Sc (Balai Diklat Geospasial)
  4. Drs. Bjardianto Pudjiono, M.M (Pusdiklat Pengembangan SDM, Kementerian Keuangan)
  5. Drs. Rudy Widodo, M.A (Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Kementerian Keuangan)
  6. Dr. Dewi Wahyuni, M.P (BBPPKS Regional II Bandung, Kementerian Sosial)
  7. Dr. Warsono, M.Pd. (BBPPKS Regional II Bandung, Kementerian Sosial)
  8. Drs. Surjadi, M.Pd (BPSDM Prov. Bengkulu)
  9. Dr. Drs. Muhammad Haniv, Ak., M.S.T (Pusdiklat Pajak, Kementerian Keuangan)
  10. Agus Suharsono, S.H., M.Si (Badan Diklat Keuangan Yogyakarta, Kementerian Keuangan)
  11. Dr. Chusani Mustas, Drs., M.Pd. (BPSDMD Jawa Timur)

Lembaga Administrasi Negara melalui Bagian Arsip dan Dokumentasi menyelenggarakan kegiatan Diskusi Terbatas Implementasi Peraturan ANRI Nomor 6 Tahun 2019 di Ruang Kelas C, LAN Jakarta (27/8). Kegiatan tersebut diawali dengan pengarahan dari Kepala Biro Hukum dan Humas, Tri Atmojo Sejati S.T., S.H., M.Si., dan dilanjutkan paparan dari Dra. Samsrini Marwati, Arsiparis Madya - Arsip Nasional Republik Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula penyerahan Berita Acara Penyerahan Arsip Inaktif kepada 11 unit kerja dan pemusnahan arsip pada 8 unit kerja di lingkungan LAN.

Kesebelas unit kerja yang menyerahkan Arsip Inaktif adalah sebagai berikut:
1. Bagian Umum dan Rumah Tangga
2. Bagian Hukum dan Organisasi
3. Bagian Perencanaan
4. Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Barang Milik Negara
5. Pusat Kajian Manajemen ASN
6. Pusat Kajian Kebijakan Administrasi Negara
7. Pusat Inovasi Administrasi Negara
8. Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN
9. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kompetensi ASN
10. Pusat Pengembangan Kader ASN
11. Pusat Pengembangan Kompetensi Teknis dan Sosial Kultural ASN.

Sedangkan unit kerja yang melakukan pemusnahan arsip adalah:
1. STIA LAN Jakarta
2. Puslatbang PKASN
3. Puslatbang KDOD
4. Bagian Perencanaan dan Pelaporan
5. Bagian SDM
6. Bagian Keuangan
7. Bagian Barjas dan BMN
8. Inspektorat.

Diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengawasan kearsipan guna mewujudkan budaya tertib arsip dan mengoptimalkan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, standar dan peraturan perundangan yang berlaku. (humas)