ASN Merupakan Aset Untuk Mencapai Cita-Cita Birokrasi Berkelas Dunia

Jakarta - Selama ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) masih dianggap sebagai aset produksi. Sehingga upaya untuk meningkatkan kapasitas ASN melalui program pengembangan kompetensi masih dianggap sebagai pemborosan. Padahal, seiring dengan kemajuan perkembangan jaman untuk menuju visi Indonesia Emas 2045 serta tantangan Global Megratrend, menuntut birokrasi Indonesia mampu beradaptasi dan sejajar dengan negara-negara lain. Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Administrasi Negara, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I, Angkatan 41 di Graha Makarti Bhakti Nagari, Pejompongan, Jakarta (12/03).

“Di satu sisi, kita tahu bahwa membangun negara, pemerintah, world class bureaucracy ataupun birokrasi berkelas dunia ini adalah merupakan kebutuhan bersama. Namun, cita-cita pemerintah membangun birokrasi berkelas dunia tersebut tidak akan pernah terwujud jika kita tidak mengupayakannya secara serius. Harus ada intervensi program, kegiatan dan rencana yang baik agar semua sumberdaya dapat kita kelola secara baik untuk meningkatkan kualitas SDM.” lanjutnya.

“Seharusnya, ASN dilihat sebagai modal, yaitu human capital. Maka, kalau kita sepakat dengan itu, setiap upaya ikhtiar meningkatkan kapasitasnya, mencerdaskan, mengembangkan kompetensinya, adalah merupakan keniscayaan,” tambah Kepala LAN.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LAN juga berharap semoga ke-35 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I angkatan 41 ini nantinya dapat memberikan kontribusi pada kemajuan instansi masing-masing dan juga kepada pemerintahan, sehingga nantinya birokrasi Indonesia semakin berdaya saing dan mampu mewujudkan birokrasi berkelas dunia. (humas/reny)

Last modified on Jumat, 15 Maret 2019 17:56