Berita

Jakarta - Lembaga Administrasi Negara RI kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua belas kali berturut-turut. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan LAN diberikan bersamaan dengan penyerahan LHP 38 instansi pemerintah di lingkungan Auditorat Keuangan Negara III. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LAN diserahkan langsung oleh Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasi kepada Kepala LAN, Adi Suryanto, di Auditorium Lantai II Tower BPK RI, Jakarta, Senin (17/6)

Achsanul Qosasi dalam sambutannya mengatakan bahwa pemeriksaan keuangan tidak dirancang untuk menilai efisiensi dan tingkat penghematan penggunaan sumber daya serta menilai pencapaian target/program kerja. Namun, untuk menilai sejauh mana akuntabilitas dari penyelenggara negara yang dalam hal ini kuasa pengguna anggaran terhadap keuangan yang sudah dilakukan oleh instansi pemerintah. “BPK mendapat mandat untuk mempertanggungjawabkan kepada rakyat atas anggaran yang sudah digunakan oleh penyelenggara negara yang kemudian hasilnya dapat dilihat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan. Rakyat berhak tahu terhadap anggaran yang telah dikelola Kementerian dan Lembaga” ungkapnya

Sementara itu Inspektur LAN Dra. Elly Fatimah, M.Si menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pimpinan dan pegawai Lembaga Administrasi Negara. “Pencapaian WTP yang diperoleh oleh LAN secara 12 kali berturut-turut merupakan prestasi bersama seluruh unit di lingkungan LAN dalam pengelolaan anggaran” tandasnya.

Yang lebih istimewa, pada tahun 2018, LAN menjadi satu-satunya entitas yang pemeriksaan Laporan Keuangannya dilakukan menggunakan International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAI) yang ditetapkan oleh the International Organisation of Supreme Audit Institutions (INTOSAI), dimana tenaga pemeriksa yang ditugaskan untuk mengaudit di LAN juga berkualifikasi internasional.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan, dari 38 instansi yang merupakan lingkup AKN III, 37 diantaranya mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan 1 K/L mendapatkan WDP (Wajar Dengan Pengecualian). (humas)

Jakarta - Instansi pemerintah dituntut untuk terus bergerak maju dalam memberikan pelayanan prima terhadap stakeholdersnya, yaitu pelayanan yang memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.  Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama LAN, Sri Hadiati, MBA pada saat membuka kick off meeting ISO 9001:2015 di lingkungan Sekretariat Utama (Settama) LAN di Auditorium Makarti Bhakti Nagari, Kantor LAN, Jakarta, Selasa (28/5).

Sri Hadiati menjelaskan, kick off meeting ini bertujuan untuk menjamin pengelolaan dan pelaksanaan layanan yang bermutu, berkualitas serta berstandar internasional di lingkungan Lembaga Administrasi Negara khususnya gugus tugas Settama LAN. 

“ISO 9001 : 2015 ini merupakan suatu langkah komitmen Settama LAN menuju perbaikan dan peningkatan kinerja pelayanan dalam memberikan dukungan terhadap unit-unit lini serta pelayanan langsung kepada stakeholdersnya. Sertifikasi ini nantinya akan selalu dievaluasi setiap setahun sekali. Jika tidak dijalankan secara konsisten, dapat saja dicabut” tambahnya.

Oleh karena itu Sri Hadiati mengharapkan setiap pegawai lingkup Settama LAN dapat menginternalisasikan ISO 9001 : 2015 dengan baik sehingga diharapkan tidak ada lagi kesalahan dan komplain dalam setiap proses bisnis yang dilakukan sekretariat. Setelah kick off meeting, acara dilanjutkan dengan pelatihan prinsip dasar dan persyaratan ISO 9001 : 2015 yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Settama LAN. (humas/coky)

Dalam rangka menyambut HUT LAN Yang ke 62, Lembaga Administrasi Negara melalui Pusat Pembinaan Program dan Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN meyelenggarakan pemilihan lembaga Pelatihan Yang terbaik/ berprestasi.
.
Segera daftarkan Lembaga Pelatihan anda dengan mengakses bit.ly/lembagapelatihanterbaik2019

CP:
Putri Hening : 08176420563
Mulia Ela: 082234377270

Lembaga Administrasi Negara menerima hibah aset tanah seluas lima hektar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala LAN RI, Adi Suryanto, menandatangani Nota Perjanjian Hibah dengan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (25/5).

Gubernur Jawa Barat berharap, hibah aset itu bisa mendukung proses pembangunan di Jawa Barat. Menurutnya, serah terima hibah tersebut merupakan wujud pembangunan Jawa Barat yang tidak hanya lahir (infrastruktur) namun juga batin (keilmuan).

"Ini proses istimewa yang kita lalui. Kalau untuk LAN dipergunakan untuk pelatihan dan pengembangan keilmuan yang sangat kita butuhkan. Sementara untuk Kementerian Pertanian bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Tanah yang dihibahkan untuk LAN saat ini sudah berdiri Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pemetaan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Puslatbang PKASN) di Jalan Kiarapayung, Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Selain LAN, dalam kesempatan itu juga diserahkan hibah aset ke Kementerian Pertanian dan juga Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Hadir pada acara tersebut Kepala Puslatbang PKASN LAN Hari Nugraha dan Ketua STIA LAN Bandung, Joni Dawud serta beberapa pimpinan dari Kementerian Pertanian dan Kejati Jabar. (humas/mus)