Widyaiswara Harus Melek Teknologi Featured

Jakarta – Widyaiswara sesuai dengan UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN memiliki peran strategis dalam menciptakan SDM aparatur yang kompeten dan profesional. Untuk itu, Widyaiswara harus melek teknologi agar mampu menghadirkan berbagai macam pendekatan dalam pembelajaran kediklatan.

Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan, Widyaiswara sebagai sentral dalam kegiatan kediklatan harus memberikan peran tidak hanya mengajar dan melatih tetapi juga menghadirkan ide dan gagasan dalam rangka mewujudkan Smart ASN dan World Class Bureaucracy ada dipundak Widyaiswara.

“Widyaiswara harus memberikan ide atau gagasan yang konstruktif sehingga mampu memperkuat kebijakan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya dalam Acara Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama, di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN Pusat, Jakarta, Senin (30/10).

Menurut Kepala LAN, sebagai pencetak kader-kader ASN, Widyaiswara harus mendidik ASN memiliki kompetensi sebagai pelayan publik. Di samping juga menanamkan nilai-nilai integritas sebagai aparatur sipil negara.

“Memajukan sebuah bangsa tidak bisa dipisahkan dari kualitas aparaturnya. Oleh karena itu, melalui Diklat yang baik akan dihasilkan aparatur yang berorientasi pada pelayanan publik,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala LAN juga meminta agar Widyaiswara mampu memformulasikan materi pembelajaran dengan konten yang menarik, baik itu melalui animasi dan grafik.

“Dalam pendidikan, pengajaran dan pelatihan, Widyaiswara dituntut untuk melek teknologi. Sehingga mampu mengkreasikan berbagai macam pendekatan dalam pembelajaran kediklatan. Harapannya tentu kompetensi ASN yang dihasilkan lebih berkualitas,” ujarnya.

Kepala LAN mengungkapkan, dalam waktu dekat juga akan melakukan perubahan dalam diklat penjenjangan Widyaiswara.  Model training klasikan di kelas rencananya akan diganti dengan model e-learning. Nantinya bahan ajar diklat penjenjangan Widyaiswara akan di unggah di sistem aplikasi dan dapat dipelajari dengan cara diunduh.

“Bahan ajar akan diunggah dan dapat dipelajari oleh setiap Widyaiswara. Jika telah siap dapat ke LAN untuk ujian penjenjangan Widyaiswara. Terobosan ini dilakukan untuk mengurangi beban antrian diklat penjenjangan Widyaiswara,” jelasnya.

Meski demikian, Kepala LAN mengingatkan, perekrutan Widyaiswara tetap dilakukan sesuai dengan kebutuhan instansi dan yang berhak melakukan seleksi adalah instansi yang bersangkutan. (choky/budipayitno).