Wapres Soroti Manajemen Krisis Pemda Featured

Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti manajemen krisis para kepala daerah dan pejabat birokrasi di daerah. Setiap bencana dan masyarakat sangat memerlukan, pemerintah justru tidak muncul.

“Minggu lalu saya ke Palu melihat (penanganan) bencana. Semua yang memegang kendali tentara. Semua bantuan lewat korem, satgas korem, yang mengatur tentara. Kemana aparat sipil?Kemana Kantor Gubernur?Kemana kantor Wali Kota?” ujar Wapres Kalla saat memberikan pembekalan kepada 88 birokrat pemegang jabatan pimpinan madya dan calon pemegang jabatan pimpinan madya peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan XXXVIII, XXXIX, dan XL, Senin (8/10/2018). Pembekalan yang diadakan di Istana Wapres itu bertema “Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Berbasis Kolaborasi”.

Wapres Kalla menyatakan, mungkin saja ada aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban dan masih mengurus keluarganya. Namun, pemerintah daerah (pemda) harus segera berfungsi. Justru di saat kritis pemerintah sangat diperlukan.

Akibat pemda tak berfungsi, kata Kalla, semua didatangkan dari Jakarta. Bahkan operator penjual bahan bakar minyak pun dari daerah lain.

“Kemarin setelah seminggu, (pemda) baru apel. Kalau tentara, baru hari pertama sudah apel. Sipil, (setelah) satu minggu baru apel,” ujar Kalla.

Pemerintahan sipil, kata Kalla, terlalu dimanjakan fasilitas, seperti telepon pintar dan listrik. Akibatnya ketika listrik dan komunikasi melalui telepon pintar terputus, semua lumpuh.

Pelajaran khusus

Lumpuhnya koordinasi, kata Wapres, juga disebabkan kurangnya kepemimpinan, baik kepala daerah maupun ASN di bawahnya. Karena itu, Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan nasional disarankan memberikan pelajaran manajemen krisis. Di saat krisis diperlukan kepemimpinan dan kemampuan mengelolanya.

Meskipun bencana menimbulkan trauma, pemda tetap harus hadir. Justru warga kian trauma ketika pemimpin tidak hadir. Gubernur atau walikota ada, tetapi tanpa ASN membuat pemerintahan tak berjalan.

Hal ini, menurut Kalla, terjadi tidak hanya di Sulawesi Tengah. Di beberapa wilayah, seperti kasus tsunami Aceh 2004, manajemen krisis pemda tak muncul. Manajemen krisis untuk semua pemda.

“Ini pelajaran yang baik, bagaimana kepemimpinan yang baik dalam keadaan normal dan tidak normal,” ujarnya. (Dimuat di Harian Kompas/humas)

Last modified on Wednesday, 10 October 2018 03:53